Dari Energi hingga Pertahanan, Prabowo dan Presiden Brasil Resmikan 8 MoU Tingkatkan Kemitraan Global

Prabowo dan Presiden Brasil Teken 8 MoU Strategis: Dorong Kerja Sama Energi, Teknologi, hingga Pertahanan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Brasil Luiz Inácio Lula da Silva resmi menandatangani delapan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara kedua negara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Penandatanganan ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik Indonesia–Brasil, mencakup kerja sama di berbagai sektor strategis mulai dari energi, teknologi, statistik, hingga pertahanan.

Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perbincangan dengan Presiden Lula berlangsung intensif dan produktif. Ia menyebut Indonesia dan Brasil memiliki posisi penting sebagai dua kekuatan ekonomi baru dari kawasan Global South yang berpotensi besar dalam perekonomian dunia.

banner 336x280

“Kita, kedua negara, adalah dua kekuatan ekonomi baru yang sedang meningkat terus-menerus. Kita merupakan dua kekuatan Global South. Karena itu, kerja sama antara Indonesia dan Brasil memiliki arti strategis bagi masa depan,” ujar Prabowo di Istana Merdeka.

Menurut Prabowo, kunjungan resmi Presiden Lula ke Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin lama. Diskusi antara kedua pemimpin meliputi sejumlah isu utama, seperti kerja sama perdagangan, energi, pertanian, riset teknologi, hingga industri pertahanan.

“Kami sepakat untuk mempererat hubungan di segala bidang. Di bidang perdagangan, kedua negara sedang berunding meratifikasi kemitraan strategis komprehensif atau Indonesia–Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA),” kata Prabowo.

Selain bidang ekonomi dan perdagangan, sektor teknologi juga menjadi fokus utama pembahasan. Brasil dikenal memiliki kemajuan pesat dalam teknologi pertanian, riset, dan inovasi, yang menurut Prabowo dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia.

“Di bidang teknologi kita saling akan belajar. Di bidang pertanian mereka sangat maju. Kita juga ingin berhubungan baik di bidang itu,” tambahnya.

Di sektor pertahanan, Prabowo menilai Brasil memiliki industri pertahanan yang maju dan berpengalaman, terutama dalam pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista). Ia menyebut, Indonesia telah menggunakan beberapa produk pertahanan buatan Brasil dan berencana memperluas kerja sama di bidang ini melalui ratifikasi defense cooperation agreement yang telah disepakati sebelumnya.

“Brasil punya industri pertahanan yang sangat maju. Kita sudah menggunakan beberapa peralatan buatan mereka. Kerja sama ini akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Selain pertahanan, kerja sama strategis juga dilakukan di sektor energi. Dalam kesempatan tersebut, PLN (Perusahaan Listrik Negara) Indonesia dan perusahaan asal Brasil, J&F S.A, menandatangani nota kesepahaman kerja sama di bidang energi listrik dan pengembangan energi terbarukan.

“Tadi kita tanda tangan kesepakatan di bidang energi yang cukup signifikan antara PLN dan juga pihak swasta dari Brasil,” ujar Prabowo.

Presiden Lula dalam sambutannya menyampaikan bahwa Brasil memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa hubungan kedua negara harus berlandaskan prinsip saling menghormati, kemandirian ekonomi, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

“Kami percaya kerja sama dengan Indonesia akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga bagi masyarakat di wilayah Global South yang ingin tumbuh secara mandiri dan berdaulat,” ujar Lula.

Lula juga menyambut baik langkah konkret yang telah dilakukan Indonesia dalam mendorong kerja sama lintas sektor, terutama yang berorientasi pada energi berkelanjutan dan transformasi industri.

“Brasil memiliki pengalaman panjang di bidang energi hijau dan pertanian berkelanjutan. Kami siap berbagi pengetahuan dan bekerja sama untuk pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Berikut ini daftar lengkap delapan nota kesepahaman yang ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Brasil:

  1. Nota Kesepahaman antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dan Kementerian Pertambangan dan Energi Republik Federasi Brasil tentang kerja sama di bidang energi dan pertambangan.

  2. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Republik Federasi Brasil tentang kerja sama di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

  3. Memorandum Saling Pengertian antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Republik Federasi Brasil tentang kerja sama tindakan sanitari, fitosanitari, serta sertifikasi produk pertanian.

  4. Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan Institute Geography and Statistic Brasil (IBGE) tentang kerja sama pengembangan data statistik dan pertukaran informasi.

  5. Memorandum Saling Pengertian antara Danantara Indonesia dan GBS untuk pengembangan kerja sama bisnis dan teknologi industri.

  6. Memorandum Saling Pengertian antara PT PLN (Persero) Indonesia dan J&F S.A Brasil di bidang energi listrik dan energi terbarukan.

  7. Memorandum Saling Pengertian antara PT Pertamina (Persero) dan Fluxus Brasil untuk kolaborasi di sektor energi, migas, dan teknologi hijau.

  8. Memorandum Saling Pengertian antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan APEC Brasil tentang promosi perdagangan dan investasi lintas negara.

Dengan penandatanganan delapan nota kesepahaman tersebut, kerja sama Indonesia–Brasil diproyeksikan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Kedua negara berkomitmen memperkuat hubungan diplomatik berbasis ekonomi hijau, inovasi teknologi, dan kemandirian industri pertahanan.

Penandatanganan ini juga menjadi simbol diplomasi aktif Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam memperluas jaringan kerja sama internasional, terutama dengan negara-negara berkembang yang memiliki semangat kemandirian ekonomi.

“Kerja sama ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal solidaritas global. Indonesia dan Brasil akan menjadi dua mitra penting yang mendorong dunia menuju tatanan yang lebih adil dan berimbang,” tutup Prabowo. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *