Diduga Akibat Tambang Ilegal, Jalan Penghubung Empat Desa di Parittiga Nyaris Putus

Tambang Timah Diduga Rusak Jalan Provinsi, Warga Minta Kapolda Turun Tangan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Aktivitas tambang timah skala kecil yang diduga ilegal di wilayah Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, kembali memicu keresahan masyarakat. Sejumlah warga mendatangi lokasi tambang pada Sabtu (27/6/2026) siang setelah kerusakan jalan provinsi yang berada di sekitar area penambangan semakin parah dan terancam putus. Senin (29/6/2026)

Aksi warga tersebut dipicu kondisi badan jalan yang mengalami retak dan penurunan tanah akibat aktivitas penambangan yang diduga berlangsung di sekitar ruas jalan utama penghubung sejumlah desa di Kecamatan Parittiga.

banner 336x280

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 18 detik yang beredar luas di media sosial dan aplikasi perpesanan WhatsApp, terlihat sejumlah warga mendatangi lokasi tambang dan mengamankan beberapa peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan aktivitas penambangan timah.

Peralatan yang diamankan antara lain berupa pipa, selang, serta alat semprot atau rajuk yang biasa digunakan untuk menyedot material pasir timah. Warga yang berada di lokasi juga menyampaikan kekecewaan mereka terhadap aktivitas tambang yang dinilai telah merusak fasilitas umum dan mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam rekaman video tersebut, salah seorang warga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang diduga ilegal tersebut.

“Halo Bapak Kapolda, ini alat yang digunakan untuk merusak jalan Bangka Belitung. Bukti sudah lengkap, kegiatan ini dibekingi oknum,” ujar seorang warga dalam video sambil menunjukkan peralatan tambang yang diamankan.

Warga mengaku sudah berulang kali melaporkan aktivitas tambang tersebut kepada pihak terkait. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas para penambang.

“Jalan ini sudah hampir putus. Sudah berkali-kali dilaporkan, tetapi belum ada tindakan,” kata warga lainnya dalam video yang beredar.

Kerusakan jalan yang terjadi saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Ruas jalan provinsi tersebut merupakan akses utama masyarakat yang menghubungkan Desa Telak, Desa Kapit, Desa Semulut, dan Desa Bakit menuju pusat pemerintahan Kecamatan Parittiga.

Retakan pada badan jalan serta kondisi tanah yang mengalami penurunan menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Jika tidak segera ditangani, jalan tersebut berpotensi amblas dan memutus akses transportasi warga.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi bahan pokok, aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan perekonomian warga di empat desa tersebut.

Selain jalan provinsi, warga juga melaporkan kerusakan yang terjadi di Jalan Lingkar Parit Empat. Jalan tersebut dikabarkan mengalami kondisi serupa akibat aktivitas penambangan yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Masyarakat menilai aktivitas tambang yang berlangsung di dekat badan jalan sangat berisiko terhadap stabilitas tanah. Kondisi ini semakin diperparah karena aktivitas penambangan diduga terus berlangsung meski telah beberapa kali dilakukan penertiban.

Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany, mengakui bahwa aktivitas tambang tersebut memang telah beberapa kali menjadi sasaran razia. Namun, para penambang disebut kembali beroperasi setelah petugas meninggalkan lokasi.

“Sebenarnya sudah sering kami lakukan razia. Tapi beberapa hari kemudian mereka kembali bekerja,” ujar Adhian.

Menurutnya, pihak kecamatan juga telah berulang kali berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk melakukan penertiban terhadap aktivitas tambang yang diduga ilegal tersebut.

Namun, ketika petugas datang ke lokasi, para penambang diduga telah lebih dahulu meninggalkan area sehingga tidak ditemukan aktivitas penambangan.

“Ke Polsek juga sudah sering kami minta untuk ditindak. Tetapi saat anggota datang ke lokasi, mereka sudah tidak ada dan lokasi terlihat bersih,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas penambangan dilakukan secara berpindah-pindah dan diduga melibatkan sistem informasi yang membuat para pelaku mengetahui kedatangan petugas.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah yang lebih tegas dan terukur agar aktivitas penambangan yang mengancam infrastruktur publik tersebut dapat dihentikan.

Selain penegakan hukum, warga juga meminta pemerintah daerah segera melakukan penanganan terhadap kondisi jalan yang rusak agar tidak menimbulkan korban maupun terputusnya akses transportasi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Bangka Barat maupun Polda Kepulauan Bangka Belitung terkait tindak lanjut atas dugaan aktivitas tambang ilegal yang disebut-sebut telah mengancam putusnya akses jalan vital masyarakat di Kecamatan Parittiga.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius mengingat jalan yang terdampak merupakan jalur utama yang menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. (Sumber : babelhits.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *