Diduga Terpeleset, Jusin Kakek 82 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Sumur

Tinggal Sendiri dan Alami Gangguan Penglihatan, Kakek di Belitung Tewas Terjatuh ke Sumur

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Seorang lanjut usia berusia 82 tahun bernama Jusin ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam sumur atau galian di Desa Lasar Batu Mana, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (18/8/2026). Rabu (19/8/2026)

Korban yang diketahui tinggal seorang diri tersebut ditemukan oleh tetangganya di dalam sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Berdasarkan keterangan petugas, korban diduga telah berada di dalam sumur selama lebih dari satu hari sebelum akhirnya ditemukan.

banner 336x280

Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Tanjungpandan Belitung, Fernandus Nadapdap, mengatakan dugaan sementara korban terpeleset dan jatuh ke dalam sumur. Kondisi korban yang tinggal seorang diri serta memiliki gangguan penglihatan diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut tidak segera diketahui.

“Korban ini terjatuh ke dalam sumur atau galian. Diperkirakan korban terjatuh lebih dari dua hari dan baru diketahui ditemukan pagi tadi,” kata Fernandus kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima tim SAR setelah Kepala Dusun (Kadus) setempat melaporkan adanya warga yang diduga terjatuh ke dalam sumur. Laporan diterima pada Selasa sekitar pukul 09.11 WIB.

Sebelum laporan diteruskan kepada petugas, korban diketahui terlebih dahulu oleh tetangganya. Warga yang mengetahui keberadaan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa melalui kepala dusun.

Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Desa Lasar Batu Mana, Kecamatan Membalong. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal dan mendapati korban berada di dalam sumur dalam kondisi meninggal dunia.

Tim menghadapi kondisi sumur yang membutuhkan penanganan khusus untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman. Setelah persiapan dilakukan, personel rescuer kemudian turun melakukan proses evakuasi terhadap jasad korban.

Fernandus mengatakan proses evakuasi korban berhasil dilakukan oleh personel SAR gabungan. Dari proses tersebut, petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengangkat korban dari dalam sumur.

“Kurang lebih 30 menit personel rescuer berhasil mengevakuasi korban dari sumur. Korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Proses evakuasi secara keseluruhan berlangsung hingga sekitar pukul 12.15 WIB. Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, jasad Jusin kemudian dibawa menuju RSUD Dr. H. Marsidi Judono untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas bersama unsur terkait memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Tidak terdapat kendala teknis berarti selama proses pengangkatan korban dari dalam sumur.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena korban diketahui sudah lanjut usia dan tinggal seorang diri. Kondisi tersebut diduga membuat kejadian yang dialaminya tidak langsung diketahui oleh keluarga maupun warga sekitar.

Selain itu, informasi mengenai gangguan penglihatan yang dialami korban juga menjadi salah satu kondisi yang disebutkan petugas dalam menjelaskan dugaan awal penyebab korban jatuh. Meski demikian, penyebab pasti kejadian masih berdasarkan dugaan awal bahwa korban terpeleset dan terjatuh ke dalam sumur atau galian.

Petugas tidak menyebutkan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut. Penanganan yang dilakukan tim SAR berfokus pada evakuasi korban setelah menerima laporan dari perangkat desa.

Kepala Basarnas Kepulauan Bangka Belitung, Mikel Rachman Junika, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini. Terima kasih serta apresiasi kami berikan kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bergerak cepat dan solid sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis,” katanya.

Dengan berhasil dievakuasinya korban, operasi SAR terkait kejadian tersebut dinyatakan selesai. Jasad korban selanjutnya berada di RSUD Dr. H. Marsidi Judono untuk proses penanganan lebih lanjut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sumur atau galian terbuka, terutama di lingkungan permukiman. Kondisi sumur yang tidak terlindungi dapat menjadi risiko serius, terlebih bagi warga lanjut usia atau mereka yang mengalami keterbatasan penglihatan. (Sumber : detiksumbagsel, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *