
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kegiatan Diskusi Publik bertajuk “Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung: Diskusi Data dan Fakta” yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, mendapat beragam tanggapan dari kalangan mahasiswa. Forum tersebut dinilai menjadi ruang awal untuk membuka wawasan, sekaligus mempertemukan berbagai sudut pandang terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rabu (11/2/2026)
Ratu Amelia dari BEM Politeknik Manufaktur Negeri (POLMAN) Bangka Belitung mengungkapkan, diskusi tersebut memberinya pembelajaran baru mengenai sisi positif dan negatif dari pengembangan PLTN di daerah. Menurutnya, forum itu cukup mengesankan karena menghadirkan narasumber yang kompeten, termasuk kalangan profesional muda yang telah berkiprah di perusahaan terkait sektor energi.

“Kesan saya setelah mengikuti diskusi publik ini tentu mendapatkan pembelajaran baru tentang baik dan buruknya perkembangan PLTN nanti di Babel. Diskusi ini cukup mengesankan karena bisa bertemu orang-orang pintar dan anak muda yang sudah menjadi manajer di perusahaan tersebut,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai isu pembangunan PLTN tidak bisa dipandang dari satu sisi saja. Dalam pandangannya, selalu ada pro dan kontra yang harus dihargai. Oleh karena itu, keputusan akhir menurutnya perlu melibatkan masyarakat luas, khususnya warga Bangka Belitung yang akan terdampak langsung.
“Kalau pandangan dari saya, tentu ada pro dan kontra. Itu kembali lagi pada keputusan bersama masyarakat Bangka Belitung untuk menerima atau tidak pembangunan PLTN ini,” katanya.

Ratu juga menekankan pentingnya memperluas ruang dialog publik. Ia menilai waktu diskusi yang relatif terbatas membuat sebagian peserta belum sepenuhnya puas menyampaikan pendapat. Untuk itu, ia mengusulkan agar ke depan kegiatan serupa dapat menghadirkan sesi debat terbuka agar argumentasi dari pihak yang mendukung maupun menolak dapat tersampaikan secara seimbang.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat diperlukan lagi. Kemarin masih ada yang menentang atau merasa kurang puas karena waktu yang cukup singkat. Sebelum masyarakat menerima pembangunan PLTN, tentu harus dipastikan benar-benar apa saja dampak baik dan buruknya agar tidak menimbulkan isu-isu yang beredar. Mungkin ke depan bisa dibuka sesi debat supaya jelas alasan menerima dan menolak,” tambahnya.
Senada dengan itu, Arvian dari BEM STIE IBEK Pangkalpinang menilai diskusi publik tersebut berlangsung baik dan informatif. Ia mengaku mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung.
“Kesan saya setelah mengikuti diskusi ini sangat baik dan informatif,” ujarnya singkat.
Arvian menyebut forum tersebut membantunya melihat persoalan secara lebih kritis. Ia menilai rencana PLTN memiliki potensi dan manfaat, terutama dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan jangka panjang. Namun, ia juga menekankan pentingnya kajian yang matang serta keterbukaan informasi kepada publik.
“Saya menjadi lebih paham dan kritis terhadap rencana PLTN di Bangka Belitung. Ada potensi dan manfaat, tetapi tetap perlu kajian yang matang dan transparan,” katanya.
Ia pun sepakat bahwa diskusi publik perlu terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang objektif dan tidak terjebak pada informasi yang belum tentu terverifikasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam forum-forum strategis seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Diskusi publik mengenai rencana PLTN di Bangka Belitung sendiri menjadi perhatian berbagai kalangan, mengingat proyek tersebut berkaitan langsung dengan isu energi, lingkungan, serta masa depan pembangunan daerah. Aspirasi mahasiswa yang muncul dalam forum ini mencerminkan harapan agar setiap kebijakan strategis dilakukan secara partisipatif, transparan, dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas. (KBO Babel)










