Dorong UMKM Naik Kelas, PT TIMAH Libatkan Mitra Binaan Berbagi Keterampilan kepada Masyarakat

Berdayakan Masyarakat, Mitra Binaan PT TIMAH Turun Langsung Bagikan Ilmu dan Pengalaman Usaha

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – PT TIMAH (Persero) Tbk tidak hanya mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bantuan dan pembinaan, tetapi juga memberikan ruang bagi para mitra binaannya untuk berbagi pengalaman dan keterampilan kepada masyarakat. Sabtu (27/6/2026)

Langkah ini menjadi bagian dari upaya PT TIMAH menciptakan UMKM yang mandiri, berdaya saing, sekaligus mampu menginspirasi pelaku usaha lainnya.

banner 336x280

Baru-baru ini PT TIMAH menggelar pelatihan Pengolahan Hasil Laut yang digelar di Rusunawa Lingkungan Nelayan II, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (23/6/2026).

Dalam kegiatan ini, PT TIMAH menggandeng mitra binaannya, Getas Afifah, sebagai narasumber untuk membagikan pengetahuan dan praktik mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah, seperti ampiang dan kericu.

Pelatihan ini diikuti warga Rusunawa Lingkungan Nelayan II, anggota PKK Sungailiat, serta masyarakat Nelayan I dan II. Melalui keterlibatan mitra binaan sebagai pemateri, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman langsung dari pelaku UMKM yang telah berhasil mengembangkan usahanya.

Getas Afifah merupakan mitra binaan PT TIMAH yang telah bergabung sejak 2018. Selama delapan tahun menjadi bagian dari program pembinaan perusahaan, usaha tersebut terus berkembang dan kini menjadi salah satu UMKM pengolahan hasil laut yang cukup dikenal di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah.

Salah satu pengelola Getas Afifah, Dina Maria, mengatakan Desa Kurau memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil ikan sehingga membuka peluang bagi berkembangnya usaha pengolahan hasil laut.

Meski demikian, menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah ketersediaan bahan baku. Dalam kondisi tertentu, mereka harus mendatangkan ikan dari daerah lain, seperti Kabupaten Bangka Selatan, agar kebutuhan produksi tetap terpenuhi.

“Selama menjadi mitra binaan, PT TIMAH telah memberikan bantuan peralatan produksi kepada kami. Bantuan tersebut sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi sehingga omzet usaha kami juga terus bertumbuh,” ujar Dina.

Ia menyebutkan, kapasitas produksi Getas Afifah kini meningkat drastis, dari semula sekitar 1 kilogram per hari menjadi hampir 300 kilogram per hari.

Dina mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi narasumber dalam pelatihan yang difasilitasi PT TIMAH. Menurutnya, kesempatan ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman sekaligus mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi.

“Setiap UMKM di Desa Kurau sebenarnya menghasilkan produk yang hampir sama. Yang membedakan adalah teknik pengolahan dan cita rasa yang menjadi ciri khas masing-masing. Karena itu saya senang bisa berbagi pengalaman kepada peserta agar mereka juga bisa mengembangkan usahanya,” katanya.

Keterlibatan mitra binaan sebagai narasumber menjadi salah satu strategi PT TIMAH dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM. Perusahaan tidak hanya mendampingi pelaku usaha agar berkembang, tetapi juga mendorong mereka menjadi inspirasi dan mentor bagi masyarakat sehingga manfaat program pembinaan dapat dirasakan lebih luas.

Sebelumnya, PT TIMAH juga menerapkan pendekatan serupa dalam pelatihan ecoprint di Kundur, Kabupaten Karimun. Perusahaan menghadirkan mitra binaannya, Bella Kartika Aprilia, pemilik Batik Sepiak, sebagai narasumber untuk memperkenalkan teknik pewarnaan alami menggunakan dedaunan kepada masyarakat. Melalui praktik langsung, peserta diajak memahami proses pembuatan batik ecoprint hingga menghasilkan karya mereka sendiri. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *