KBOBABEL.COM (BELITUNG TIMUR) – PT Timah Tbk menginisiasi pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengevaluasi situasi pasca aksi yang terjadi di wilayah operasional perusahaan pada 7 Agustus 2026. Jum’at (14/8/2026)
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Beltim, Kamis (13/8/2026). Forum itu menjadi ruang bersama bagi perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur terkait untuk membahas kondisi terkini sekaligus menyusun langkah ke depan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas di Kabupaten Beltim.
Pertemuan dihadiri Direktur Operasi PT Timah Tbk Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi, Direktur SDM PT Timah Tbk Ratih Mayasari, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, sejumlah unsur Forkopimda, serta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Direktur Operasi PT Timah Tbk Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi mengatakan pertemuan tersebut merupakan inisiatif perusahaan untuk memperoleh masukan secara langsung dari pemerintah daerah dan Forkopimda mengenai kondisi pasca kejadian pada 7 Agustus.
Menurut Handy, evaluasi terhadap peristiwa tersebut tidak cukup dilakukan secara internal oleh PT Timah. Perusahaan membutuhkan pandangan dari berbagai pihak yang memiliki peran dan bersentuhan langsung dengan kondisi di lapangan.
“Hari ini kami dari PT Timah ingin mengajak Pemerintah Daerah dan Forkopimda untuk mengevaluasi kondisi kejadian tanggal tujuh Agustus yang terjadi di PT Timah,” ujar Handy.
Ia menjelaskan, masukan dari pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD, serta unsur lainnya diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Menurutnya, pihak-pihak tersebut memiliki perspektif berbeda terhadap situasi yang berkembang di masyarakat sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
“Kami ingin mendapatkan masukan dari Bapak-Ibu yang berada dan langsung berhadapan dengan lokasi maupun gejolak sosial di masyarakat, sehingga langkah yang dilakukan PT Timah dapat meredam suasana dan kejadian seperti tanggal tujuh Agustus tidak terulang,” katanya.
Handy menilai komunikasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah munculnya persoalan baru. Setiap dinamika yang berkembang di masyarakat, menurutnya, perlu disikapi melalui komunikasi yang terbuka dan langkah yang terukur.
Karena itu, PT Timah berharap hubungan komunikasi yang telah terbangun dengan pemerintah daerah dan Forkopimda dapat terus diperkuat. Dengan komunikasi yang intensif, berbagai persoalan diharapkan dapat dibahas sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Sementara itu, Direktur SDM PT Timah Tbk Ratih Mayasari mengatakan perusahaan juga terus melakukan pembahasan dengan lembaga teknis terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Kami berdiskusi dengan lembaga teknis terkait untuk menentukan langkah penanganan apa saja yang akan dilakukan,” ujar Ratih.
Menurut Ratih, hasil pembahasan bersama tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret yang menjadi pedoman bagi semua pihak dalam menghadapi dinamika ke depan.
“Kami berharap hasil diskusi kita akan menjadi semangat dan langkah bersama yang dapat kita lakukan ke depannya,” katanya.
Ratih menekankan pentingnya membangun kesamaan pemahaman antara PT Timah dengan pemerintah daerah maupun unsur Forkopimda. Dengan adanya koordinasi yang lebih kuat, berbagai kebijakan dan langkah yang diambil perusahaan diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar menyambut baik inisiatif PT Timah yang membuka ruang komunikasi bersama pemerintah daerah dan Forkopimda. Menurutnya, kondisi keamanan dan ketertiban di Beltim harus dijaga secara bersama-sama.
“Kondusivitas ini penting untuk kita jaga bersama. Pemerintah daerah tentu mengharapkan seluruh pihak dapat terus berkomunikasi sehingga persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan baik,” harap Khairil.
Ia menilai komunikasi menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Pemerintah daerah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat memiliki ruang dialog untuk mencari penyelesaian yang tidak merugikan salah satu pihak.
Selain menjaga keamanan, Khairil juga menyoroti pentingnya memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Ia berharap masyarakat dapat tetap memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya timah.
“Intinya kami meminta kondusivitas masyarakat dalam menjual hasil perolehan timah mereka,” ujar Khairil.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam pembahasan bersama. Kondisi yang aman dan tertib dinilai penting agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa gangguan.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perwakilan Forkopimda yang hadir turut menyampaikan pandangan dan masukan. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah yang diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Beltim.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara PT Timah, Pemerintah Kabupaten Beltim, unsur TNI-Polri, DPRD, dan OPD terkait. Seluruh pihak didorong untuk mengedepankan komunikasi dalam menangani berbagai persoalan yang muncul.
Evaluasi pasca aksi 7 Agustus tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan semata. Hasil pembahasan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah bersama yang mampu mencegah terulangnya kejadian serupa.
PT Timah dan pemerintah daerah juga memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Kondisi tersebut diperlukan agar aktivitas perusahaan maupun kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan secara tertib.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, seluruh pihak diharapkan mampu merespons setiap dinamika secara cepat dan terukur. Komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat juga diharapkan semakin terbuka.
Pertemuan tersebut menjadi penegasan bahwa penyelesaian berbagai persoalan di Beltim membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dengan sinergi yang kuat, keamanan dan ketertiban dapat tetap terjaga sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
PT Timah, Pemkab Beltim, dan Forkopimda pun berkomitmen menjaga komunikasi serta mencari penyelesaian bersama terhadap persoalan yang berkembang. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat maupun kegiatan perusahaan di Kabupaten Belitung Timur. (Okta Saktianto/KBO Babel)











