Hari Lahir Pancasila 2026, Saparudin Tekankan Pentingnya Karakter dan Ideologi Bangsa

Pemkot Pangkalpinang Teguhkan Nilai Pancasila, Gotong Royong dan Kebersamaan Jadi Pesan Utama

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dengan menggelar upacara di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (1/6/2026). Peringatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selasa (2/5/2026)

Dalam upacara tersebut, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

banner 336x280

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis ataupun teks normatif yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila merupakan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, sekaligus arah pembangunan nasional yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Pancasila adalah jangkar moral bangsa dalam menghadapi turbulensi global. Indonesia bukan hanya penonton dalam percaturan dunia, tetapi memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Saparudin saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan perubahan global yang berlangsung cepat, bangsa Indonesia membutuhkan fondasi moral yang kuat agar tidak kehilangan jati diri. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter serta nilai-nilai kebangsaan.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila. Kaum muda diharapkan tidak hanya memahami Pancasila sebagai materi pelajaran atau hafalan semata, tetapi mampu menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Usai pelaksanaan upacara, Wali Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa yang telah merumuskan dasar negara Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945 merupakan tonggak sejarah penting dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. Para tokoh pendiri bangsa telah meletakkan fondasi yang kokoh bagi Indonesia melalui nilai-nilai yang mampu menyatukan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

“Hari ini kita memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945. Tentu kita mengenang para pencetus dan pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, serta tokoh-tokoh lainnya yang telah meletakkan dasar negara Indonesia,” katanya.

Menurut Saparudin, penghormatan terhadap jasa para pendiri bangsa harus diwujudkan melalui komitmen untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa perjuangan kemerdekaan. Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta derasnya penyebaran informasi melalui media digital menjadi tantangan baru yang memerlukan ketahanan ideologi dan karakter yang kuat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami secara mendalam makna setiap sila dalam Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda harus memahami secara mendalam makna Pancasila, kemudian mampu menerapkan dan menjalankan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya.

Saparudin menjelaskan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Sikap saling menghormati, toleransi terhadap perbedaan, gotong royong, solidaritas sosial, serta kemampuan bekerja sama merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Ia mencontohkan bahwa semangat persatuan harus terus dipelihara di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Menurutnya, keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dijaga untuk memperkokoh persatuan nasional.

“Kita ingin anak-anak muda kita bisa hidup berdampingan dengan baik, saling menghargai, saling membantu, kompak, dan mampu bekerja bersama. Nilai-nilai seperti ini sangat penting karena tantangan yang akan mereka hadapi ke depan semakin berat dan kompleks,” katanya.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa kemampuan berkolaborasi dan mengedepankan kepentingan bersama merupakan salah satu kunci menghadapi berbagai tantangan masa depan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia harus terus dipertahankan sebagai modal sosial dalam membangun daerah maupun bangsa.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur semata. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu memperkuat karakter bangsa serta menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap semangat Hari Lahir Pancasila dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun budaya gotong royong di berbagai bidang kehidupan.

Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, Pemkot Pangkalpinang optimistis akan lahir generasi muda yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan bermartabat di masa depan. (Daniel Johanes Luntungan/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *