Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hati-Hati Parkir Liar, KUHP Baru Siapkan Sanksi Penjara hingga 9 Tahun

Hati-Hati Parkir Liar, KUHP Baru Siapkan Sanksi Penjara hingga 9 Tahun

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (PALEMBANG) – Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mulai berlaku pada 2026 membawa perubahan signifikan dalam penegakan hukum di ruang publik. Salah satu praktik yang kini berada di bawah sorotan serius adalah aktivitas juru parkir (jukir) liar yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena dianggap meresahkan, tidak tertib, dan sarat pungutan ilegal. Senin (9/2/2026)

Dalam rezim hukum pidana yang baru, juru parkir liar tidak lagi sekadar berhadapan dengan sanksi administratif, penertiban, atau pembinaan dari pemerintah daerah. Jika perbuatannya memenuhi unsur pidana tertentu, khususnya pemerasan atau pungutan liar (pungli), pelaku dapat terancam hukuman penjara hingga sembilan tahun.

Fenomena parkir liar memang menjadi persoalan klasik di berbagai kota besar maupun daerah. Jukir liar kerap beroperasi di pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, rumah sakit, pasar tradisional, hingga fasilitas umum. Mereka memungut biaya parkir tanpa dasar hukum yang jelas, menetapkan tarif sepihak, tidak memberikan karcis resmi, bahkan dalam sejumlah kasus disertai intimidasi kepada pengguna kendaraan.

Seiring diberlakukannya KUHP baru, pendekatan terhadap praktik tersebut berubah secara mendasar. Meski istilah “juru parkir liar” tidak disebutkan secara eksplisit dalam KUHP, perbuatan yang dilakukan dapat dijerat melalui sejumlah pasal pidana, terutama yang mengatur pemerasan, pemaksaan, dan penguasaan sesuatu secara melawan hukum.

Salah satu pasal yang paling sering dikaitkan dengan praktik jukir liar adalah Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Pasal ini menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan sesuatu, dapat dipidana dengan hukuman penjara paling lama sembilan tahun.

Dalam konteks parkir liar, unsur pemerasan dapat terpenuhi apabila jukir memaksa pengendara membayar dengan cara menghalangi kendaraan keluar, mengancam akan merusak kendaraan, bersikap agresif, atau memberikan tekanan verbal maupun fisik. Dalam kondisi tersebut, pungutan parkir tidak lagi dipandang sebagai pelanggaran ringan, melainkan tindak pidana serius.

Selain Pasal 368, jukir liar juga berpotensi dijerat pasal lain dalam KUHP baru, seperti pasal tentang pemaksaan, perbuatan tidak menyenangkan, atau perbuatan yang menimbulkan rasa takut dan tertekan pada orang lain. Apalagi jika praktik tersebut dilakukan secara berkelompok, terorganisir, dan berlangsung terus-menerus.

Penegakan hukum terhadap jukir liar juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam memberantas pungli dan meningkatkan ketertiban di ruang publik. Selama ini, banyak masyarakat enggan melapor karena menganggap praktik tersebut “sepele” atau takut berhadapan langsung dengan pelaku. Dengan ancaman pidana yang lebih tegas, aparat penegak hukum diharapkan memiliki landasan kuat untuk bertindak.

Namun demikian, sejumlah pengamat hukum menilai penegakan aturan ini harus dilakukan secara proporsional. Tidak semua juru parkir dapat serta-merta dipidana berat. Unsur pemaksaan, ancaman, atau kekerasan harus dibuktikan secara jelas dalam proses hukum. Jika pungutan dilakukan tanpa intimidasi, pendekatan administratif dan penataan oleh pemerintah daerah tetap menjadi langkah utama.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga dituntut untuk berbenah. Penataan sistem parkir resmi, penyediaan lapangan kerja alternatif, serta pembinaan bagi masyarakat kecil menjadi faktor penting agar penegakan hukum tidak semata-mata bersifat represif.

Dengan berlakunya KUHP baru, masyarakat diimbau semakin sadar hukum dan berani melaporkan praktik pungli di ruang publik. Sementara bagi para juru parkir liar, aturan ini menjadi peringatan keras bahwa praktik memungut uang dengan cara memaksa bukan lagi pelanggaran ringan, melainkan kejahatan yang dapat berujung hukuman penjara panjang. (Sumber : Sumeks.co, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sindikat BBM Subsidi Skala Besar di Bangka: Nama Afuk dan Sermi Chandra Disorot

    Sindikat BBM Subsidi Skala Besar di Bangka: Nama Afuk dan Sermi Chandra Disorot

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Pulau Bangka disinyalir masih marak dan berjalan secara masif serta terorganisir. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, aktivitas ilegal ini diduga dikendalikan oleh dua pengusaha besar di wilayah Belinyu, Kabupaten Bangka, yakni Afuk Belinyu dan Sermi Chandra. Rabu (26/11/2025) Afuk dikenal sebagai pengusaha […]

  • All New Sirion Resmi Meluncur Di Indonesia

    Daihatsu Santai Penjualan Sirion Kalah Jauh dari Mobil LCGC

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2018
    • account_circle Ari Bowo
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Advertisements Selain mobil low cost green car, masyarakat Indonesia kini disajikan beragam model mobil perkotaan. Dari sisi harga, city car umumnya dibanderol lebih mahal daripada LCGC yang saat ini tersedia dalam pilihan model hatchback maupun MPV. Menurut Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, meski hampir serupa, pihaknya tidak khawatir city car akan tergerus […]

  • Ada Tambang Ilegal di Belakang Kantor Pemkab Bangka Barat Terkuak, Alat Berat Beraksi di Lahan Pemerintah

    Ada Tambang Ilegal di Belakang Kantor Pemkab Bangka Barat Terkuak, Alat Berat Beraksi di Lahan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Bangka Barat) — Sebuah temuan mencengangkan menggegerkan publik Kabupaten Bangka Barat. Di belakang Gedung Diklat BKPSDM, Jalan Keramat—tepat di jantung wilayah administrasi Pemkab—satu unit ekskavator terekam sedang bebas mengeruk tanah milik pemerintah tanpa pengamanan hukum sama sekali. Jum’at (11/7/2025). Investigasi tim media independen pada Kamis, 10 Juli 2025, mengungkap praktik tambang ilegal yang […]

  • Perairan Pasir Padi Kembali Disorot, Dugaan Tambang Ilegal Mitra PT Timah Diminta Diusut Tuntas

    Perairan Pasir Padi Kembali Disorot, Dugaan Tambang Ilegal Mitra PT Timah Diminta Diusut Tuntas

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – PT Timah Tbk menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan dalam mengusut dugaan penyimpangan tata kelola pertambangan timah yang terjadi di perairan Pasir Padi, Kota Pangkalpinang. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Unit Area Bangka Selatan (ABS) PT Timah Tbk, Nopi Kohirozi, di tengah mencuatnya berbagai informasi mengenai dugaan aktivitas penambangan timah di luar wilayah […]

  • PT TIMAH-PMI Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Stok Darah bagi Masyarakat

    PT TIMAH-PMI Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Stok Darah bagi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM, PANGKALPINANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang secara konsisten digelar dalam berbagai momentum, termasuk rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH. Kamis (3/9/2026) Dalam rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH […]

  • Masyarakat Sempan Minta PT Timah Libatkan Warga Lokal dalam Penambangan di Kepala Burung

    Masyarakat Sempan Minta PT Timah Libatkan Warga Lokal dalam Penambangan di Kepala Burung

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA) – Aktivitas penambangan bijih timah di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Gunung Maras Lestari (GML) yang berada di wilayah program plasma perkebunan sawit Desa Sempan, Kabupaten Bangka, memunculkan reaksi dari masyarakat sekitar. Warga dari delapan desa yang terdampak menyampaikan keberatan lantaran merasa tidak dilibatkan dalam proses pembukaan tambang yang berada dalam […]

expand_less