
KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) — Proses hukum terhadap Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana, kini memasuki babak krusial. Perkara dugaan penipuan yang menyeret namanya dipastikan berlanjut ke tahap persidangan di Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Penetapan jadwal sidang ini sekaligus menandai bahwa Hellyana akan duduk sebagai terdakwa dan harus berhadapan langsung dengan majelis hakim untuk mempertanggungjawabkan dugaan perbuatannya. Sabtu (15/11/2025)
Publik Babel pun menaruh perhatian besar, mengingat kasus ini melibatkan pejabat nomor dua di pemerintahan provinsi. Banyak pihak menyebut bahwa perkara ini akan menjadi ajang pembuktian sejauh mana keberanian aparat penegak hukum dalam menindak pejabat elit.

Aparat Diapresiasi: Hukum Jangan Tebang Pilih
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyatakan apresiasinya atas langkah tegas aparat penegak hukum yang tetap melanjutkan kasus Hellyana hingga ke meja hijau. Ia menilai hal ini menunjukkan bahwa proses hukum tidak tunduk pada jabatan, pengaruh politik, ataupun tekanan pihak mana pun.
“Kami mengapresiasi aparat yang konsisten membawa kasus ini ke persidangan. Ini bukti bahwa penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Semua harus diproses secara profesional,” ujar Rahmad tegas.
Menurutnya, publik membutuhkan jaminan bahwa hukum tidak hanya tajam untuk rakyat kecil, tetapi juga berani menyentuh pejabat tinggi. Persidangan terbuka, lanjutnya, menjadi momentum penting untuk menguji alat bukti secara objektif di hadapan publik.
“Siapa pun yang diduga melakukan pelanggaran wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya. Biarkan majelis hakim bekerja independen tanpa tekanan,” tambahnya.
Ajak Publik Tenang dan Hormati Praduga Tak Bersalah
Rahmad juga mengimbau agar masyarakat dan pihak-pihak tertentu tidak memancing kegaduhan dengan menyebarkan spekulasi sebelum proses persidangan berjalan. Ia menegaskan pentingnya menghormati asas praduga tak bersalah, mengingat Hellyana baru akan diuji kebenaran keterlibatannya di ruang sidang.
“Jangan ada opini liar yang bisa memperkeruh suasana. Kita hormati proses hukum. Fakta akan dibuka di persidangan, dan keputusan akhir ada pada majelis hakim,” kata Rahmad.
Ia menambahkan bahwa persidangan merupakan ruang paling tepat bagi publik untuk melihat secara transparan apakah dugaan penipuan yang disangkakan kepada Hellyana benar adanya.
Publik Berhak Mengawasi Jalannya Persidangan
Rahmad menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk mengawasi jalannya persidangan. Transparansi, menurutnya, menjadi prinsip utama agar tidak ada upaya pengaburan fakta, apalagi mengingat Hellyana memiliki posisi strategis sebagai Wakil Gubernur Babel.
“Masyarakat berhak memantau dan memastikan tidak ada intervensi. Negara harus hadir menjamin prosesnya jujur dan terbuka,” tegasnya.
Sejumlah pegiat hukum dan aktivis antikorupsi di Babel juga mulai menyatakan kesiapan untuk mengawal kasus ini. Mereka menilai bahwa persidangan Hellyana akan menjadi barometer penegakan hukum di daerah, terlebih setelah beberapa kasus besar sebelumnya dinilai melambat di tahap tertentu.
Dampak Politik: Reputasi Dipertaruhkan
Kasus ini tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi mempengaruhi dinamika politik di Bangka Belitung. Hellyana sebagai pejabat publik tentu memikul konsekuensi reputasi. Para pengamat menilai bahwa publik akan menilai bagaimana integritas seorang pejabat saat berhadapan dengan persoalan hukum.
Meskipun demikian, sebagian pihak juga menilai bahwa putusan akhir nantinya harus sepenuhnya mengacu pada bukti dan fakta, bukan pada tekanan politik. Sidang terbuka dipandang sebagai panggung terbaik untuk menilai apakah dugaan penipuan tersebut benar terbukti atau tidak.
Menanti Fakta di Ruang Sidang
Dengan dijadwalkannya persidangan Hellyana, masyarakat kini menunggu bagaimana jaksa memaparkan dakwaan, bagaimana saksi-saksi memberikan keterangan, serta bagaimana tim penasihat hukum Wagub Babel itu membela diri.
Persidangan ini diperkirakan akan menyedot perhatian besar dari publik Bangka Belitung, mengingat posisi Hellyana sebagai pejabat yang memiliki pengaruh di struktur pemerintahan provinsi.
Publik berharap majelis hakim dapat bekerja secara independen, objektif, dan bebas dari intervensi siapa pun. Mereka juga menuntut agar jaksa menghadirkan seluruh alat bukti secara lengkap sehingga perkara ini benar-benar diuji secara maksimal di meja hijau.
Penutup: Ujian Ketegasan Penegak Hukum
Kasus ini menjadi ujian berat bagi aparat penegak hukum sekaligus pembuktian bahwa hukum tidak boleh tumpul ke atas. BPI KPNPA RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya persidangan hingga putusan inkrah.
Apakah Hellyana terbukti bersalah atau justru bebas dari semua tuduhan—semua itu kini menjadi tugas majelis hakim untuk mengungkap berdasarkan fakta.
Publik Babel hanya berharap satu hal: hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. (Sumber : Asatu Online, Editor : KBO Babel)













