KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 akan dimeriahkan dengan atraksi udara yang melibatkan puluhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari berbagai unsur. Rabu (12/8/2026)
Sebanyak 74 pesawat dijadwalkan turut ambil bagian dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI. Armada tersebut tidak hanya berasal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU), tetapi merupakan gabungan dari sejumlah institusi negara.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana membenarkan pengerahan 74 pesawat tersebut. Menurut dia, unsur yang terlibat mencakup TNI AU, TNI Angkatan Darat (AD), TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
“Benar, sebanyak 74 pesawat gabungan dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, dan Basarnas,” ujar Nyoman saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2026).
Meski demikian, Nyoman belum merinci jenis maupun jumlah masing-masing pesawat yang akan dikerahkan dalam perayaan tersebut. Ia hanya menyebut sejumlah kategori pesawat yang dipastikan menjadi bagian dari kegiatan.
“ Terdiri dari pesawat tempur, angkut, helikopter, dan latih,” katanya.
Kehadiran berbagai jenis pesawat tersebut diperkirakan menjadi salah satu atraksi utama dalam peringatan HUT ke-81 RI. Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, keterlibatan berbagai unsur juga menunjukkan sinergi antarlembaga dalam mendukung agenda kenegaraan.
Persiapan peringatan HUT ke-81 RI sendiri telah dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Istana Merdeka mulai menggelar persiapan awal melalui geladi parsial upacara pada Selasa (11/8/2026).
Geladi tersebut dipantau langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Sejumlah unsur yang terlibat dalam upacara, mulai dari pasukan TNI, Polri, Paskibraka hingga Korps Drumband, mengikuti latihan bersama.
Latihan dilakukan setelah masing-masing unsur sebelumnya menjalani persiapan secara terpisah. Geladi parsial menjadi tahap awal untuk menyatukan seluruh rangkaian pelaksanaan upacara agar berjalan sesuai dengan susunan acara yang telah ditentukan.
“Meskipun masih parsial ya, masih terpisah-pisah. Setelah masing-masing selama beberapa waktu terakhir berlatih sendiri, tim upacara berlatih sendiri, hari ini sudah mulai kita latihan bersama di Istana,” kata Prasetyo.
Selain kesiapan petugas dan peserta upacara, persiapan fisik kawasan Istana Merdeka juga mulai terlihat. Sejumlah atribut bernuansa merah putih telah dipasang di area halaman Istana.
Bendera Merah Putih dan layar berukuran besar menghiasi lokasi yang akan digunakan untuk rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan. Salah satu layar menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto dengan pesan persatuan bangsa.
“Kita adalah bangsa besar. Bangsa yang rukun dalam keberagaman,” demikian tulisan yang terpampang pada layar tersebut.
Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti langsung upacara HUT RI di Istana. Tingginya jumlah pendaftar membuat pemerintah memutuskan menambah kapasitas tamu undangan.
Prasetyo mengatakan, tambahan tersebut mencapai sekitar 3.400 undangan untuk masyarakat. Penambahan dilakukan dengan membuka satu blok tambahan yang nantinya dapat digunakan untuk menampung masyarakat dalam pelaksanaan upacara pagi maupun sore.
“Karena antusiasme pendaftar, jadi kami memutuskan menambah satu blok, memperbesar jumlah undangan bagi masyarakat yang sudah mendaftar,” ujar Prasetyo.
Dengan persiapan yang terus dilakukan, peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 dipastikan tidak hanya menjadi momentum upacara kenegaraan, tetapi juga menghadirkan berbagai atraksi yang melibatkan unsur pertahanan, keamanan, dan pelayanan publik.
Pengerahan 74 pesawat dari TNI AU, TNI AD, TNI AL, Polri, dan Basarnas menjadi salah satu rangkaian yang dinantikan masyarakat. Kehadiran pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga pesawat latih akan memperkuat kemeriahan perayaan sekaligus menampilkan kemampuan dan sinergi berbagai institusi negara dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

















