KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) semakin menunjukkan daya tariknya di mata investor asing. Dua perusahaan besar asal Hongkong dan Singapura menyatakan minat untuk menanamkan modal di sejumlah sektor strategis di wilayah kepulauan tersebut. Kabar ini disambut antusias oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Selasa (21/10/2025)
Pertemuan resmi antara Gubernur Hidayat Arsani dan calon investor dari kedua negara tersebut berlangsung di ruang kerja gubernur, Kantor Gubernur Babel, Senin (20/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, pihak investor memaparkan rencana investasi yang mencakup sektor perikanan, perkebunan, pertambangan, properti, dan pariwisata.
Salah satu perusahaan yang menyatakan minat serius adalah Wellrich International Holdings Limited, perusahaan berbasis di Hongkong dengan pengalaman luas dalam pengembangan sektor sumber daya alam dan properti berkelanjutan. Perusahaan ini berencana menanamkan investasi di Babel dengan pendekatan ekonomi hijau yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut, selama tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Tugas saya sebagai pimpinan daerah, bersama wali kota dan bupati di Bangka Belitung, adalah terus mencari cara untuk membuka peluang bagi masyarakat agar ekonomi dapat tumbuh dan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Hidayat Arsani.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menarik investasi besar, tetapi juga memastikan agar setiap proyek investasi membawa manfaat langsung bagi masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, serta perputaran ekonomi di tingkat kabupaten dan kota.
Menurut Hidayat, pihak Wellrich International Holdings Limited berencana mengirimkan tim teknis khusus dalam waktu dekat untuk melakukan survei lapangan di beberapa wilayah potensial. Tim tersebut akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal untuk memastikan sinergi yang baik dalam pelaksanaan investasi.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan investor untuk menindaklanjuti hasil pertemuan hari ini. Kami akan mendampingi setiap prosesnya agar berjalan transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Hidayat.
Dari pihak investor, perwakilan perusahaan asal Hongkong, Mr. Tu, menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama yang akan dibangun bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia menilai Babel memiliki potensi besar, baik dari segi sumber daya alam maupun lokasi strategis yang menjanjikan.
“Melalui pemanfaatan teknologi modern dan sumber daya manusia yang terampil, kami yakin ekonomi Bangka Belitung dapat semakin maju. Kami melihat peluang besar dalam sektor perikanan, pertambangan yang berkelanjutan, serta pengembangan properti ramah lingkungan,” ujar Mr. Tu.
Selain membahas rencana investasi di sektor primer, pertemuan tersebut juga menjadi ajang promosi potensi wisata unggulan Bangka Belitung. Gubernur Hidayat Arsani bersama Pj. Sekretaris Daerah Babel, Fery Afriyanto, dan Asisten Setda Tarmin, mempresentasikan peluang pengembangan pariwisata dan properti di kawasan Pantai Pasir Padi yang menjadi salah satu aset wisata andalan Babel.
Dalam presentasi itu, Hidayat menayangkan video singkat yang menampilkan panorama indah Pantai Pasir Padi serta peluang investasi di sektor pariwisata berbasis ekowisata. Setelah pemaparan, rombongan investor dari Hongkong dan Singapura diajak melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat potensi pengembangan kawasan tersebut.
“Bangka Belitung tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki pesona wisata yang luar biasa. Kami ingin menjadikan Babel sebagai destinasi investasi yang terintegrasi antara ekonomi, pariwisata, dan keberlanjutan lingkungan,” jelas Hidayat.
Menurutnya, langkah strategis seperti ini sangat penting untuk memperluas basis ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada sektor tambang. Pemerintah provinsi tengah fokus memperkuat sektor perikanan, perkebunan, pariwisata, serta industri pengolahan agar ekonomi Babel lebih stabil dan berdaya saing tinggi.
Hidayat Arsani menambahkan, Pemprov Babel berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses perizinan, kepastian hukum, dan berbagai fasilitas pendukung bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Babel. Hal ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah provinsi untuk menjadikan Bangka Belitung sebagai kawasan investasi unggulan di kawasan Asia Tenggara.
“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif dengan tata kelola yang profesional dan transparan. Kami ingin para investor merasa aman, nyaman, dan percaya bahwa Babel adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi,” tegasnya.
Dengan kehadiran calon investor dari Hongkong dan Singapura ini, diharapkan geliat ekonomi Babel terus meningkat, baik di sektor primer, sekunder, maupun tersier. Pemerintah berharap investasi ini tidak hanya membawa keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Langkah konkret yang dilakukan Gubernur Hidayat Arsani tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menarik investasi asing. Babel kini tidak hanya menjadi daerah penghasil timah, tetapi juga tengah bertransformasi menjadi pusat investasi baru berbasis ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia bagian barat. (Sumber : SUARABAHANA.COM, Editor : KBO Babel)
















