Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Karsono Klaim Tak Bersalah Usai Diamankan TNI AL, Kasus Kabel Laut Belitung Jadi Sorotan

Karsono Klaim Tak Bersalah Usai Diamankan TNI AL, Kasus Kabel Laut Belitung Jadi Sorotan

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) – Kasus dugaan pencurian kabel laut di perairan Belitung yang menyeret nama seorang pria bernama Karsono menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, setelah sempat diamankan oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL), Karsono dikabarkan dibebaskan meski disebut-sebut terlibat langsung dalam aktivitas pemotongan kabel bawah laut—aset vital yang menjadi bagian penting infrastruktur komunikasi nasional. Jumat (7/11/2025)

Peristiwa ini bermula dari operasi patroli laut yang dilakukan oleh satuan TNI AL beberapa hari lalu. Tim patroli mendeteksi aktivitas mencurigakan di salah satu kawasan perairan strategis yang menjadi jalur jaringan kabel bawah laut milik negara. Dari hasil pemantauan, terlihat adanya perahu kecil yang kerap beroperasi di malam hari dengan membawa sejumlah peralatan selam dan potongan kabel besar.

Sumber internal yang ditemui awak media, Senin (3/11/2025), mengungkapkan bahwa praktik pencurian itu dilakukan secara manual oleh sejumlah penyelam lokal.

“Mereka menyelam ke dasar laut, memotong kabel dengan alat khusus, lalu mengangkut potongan itu ke permukaan menggunakan perahu kecil,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Setelah berhasil diangkut ke darat, potongan kabel hasil curian kemudian dibakar di tepi pantai. Tujuannya untuk memisahkan lapisan luar dari logam tembaga dan aluminium yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran besi tua.

“Setelah diangkat dari laut, kabel dibakar di pinggir pantai supaya kulit luarnya terkelupas. Hasil pembakaran itulah yang dijual ke pengepul,” jelas sumber tersebut.

Lebih lanjut, sumber itu menyebutkan aktivitas pembakaran dilakukan secara berpindah-pindah agar tidak mudah terdeteksi aparat. Lokasi terakhir yang digunakan disebut berada di pesisir Jembore, Desa Juru Seberang, Belitung.

“Awalnya di pesisir Teluk Dalam, sekarang sudah bergeser ke Jembore,” tambahnya.

Salah satu nama yang disebut-sebut menjadi pengendali aktivitas tersebut adalah Karsono. Pria yang dikenal sebagai nelayan dan memiliki aktivitas rutin di wilayah pesisir itu dikabarkan sempat diamankan oleh aparat TNI AL untuk dimintai keterangan.

Saat dikonfirmasi, Karsono tidak membantah bahwa dirinya pernah ditahan oleh pihak TNI AL. Ia bahkan membenarkan bahwa sempat diperiksa di Pos TNI AL Mendanau, namun kemudian dibebaskan.

“Aman, memang sempat ditahan di Pos AL, tapi sudah dilepas karena barangnya tidak bisa dibuktikan ilegal,” ujar Karsono saat ditemui wartawan, Selasa (4/12/2025) siang.

Karsono berdalih bahwa tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas aktivitas tersebut.

“Kalau maling kan harus ada yang dirugikan dan ada pelapornya, ini kan nggak ada. Jadi ya sudah, nggak ada masalah,” ujarnya santai.

Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya besar, terutama karena kabel laut bukanlah benda umum yang bisa dimiliki individu. Kabel bawah laut merupakan infrastruktur vital negara yang berfungsi menyalurkan data komunikasi, jaringan internet, hingga sistem kelistrikan antarwilayah.

Ahli kelautan dari Institut Teknologi Bangka Belitung (ITBB), Dr. Rendra Susilo, menegaskan bahwa pencurian kabel laut bisa berdampak luas.

“Kerugian negara bisa mencapai miliaran rupiah, belum lagi potensi gangguan terhadap konektivitas jaringan nasional. Aktivitas semacam ini sangat berisiko dan termasuk kategori kejahatan terhadap aset strategis negara,” jelasnya.

Rendra menambahkan, kabel laut yang tertanam di dasar perairan biasanya dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi atau lembaga pemerintah yang mengelola infrastruktur digital nasional.

“Jadi, meski tidak ada pelapor pribadi, barang itu tetap milik negara atau operator resmi. Tidak bisa dianggap tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Pos TNI AL Mendanau Belitung, Erick, membenarkan bahwa pihaknya memang melakukan tindakan pengamanan terhadap sejumlah individu yang dicurigai. Ia menyebut operasi tersebut dilakukan oleh tim Satgas Halilintar.

“Tim Satgas, cuma masih pemeriksaan minta keterangan. Soalnya Karsono belum terhubung juga sampai sekarang,” kata Erick singkat.

Namun, Erick belum menjelaskan lebih lanjut terkait alasan pembebasan Karsono. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dan pemeriksaan lanjutan dari instansi terkait, termasuk kemungkinan pelibatan aparat penegak hukum sipil untuk penyidikan lebih dalam.

Kasus dugaan pencurian kabel laut ini memunculkan kekhawatiran baru, mengingat wilayah perairan Belitung memang kerap menjadi lokasi aktivitas ilegal, mulai dari penambangan timah tanpa izin, penyelundupan, hingga pengangkatan barang-barang bawah laut tanpa izin resmi.

“Perairan di sini luas dan banyak titik yang sulit dijangkau. Kalau tidak ada pengawasan rutin, mudah sekali disalahgunakan,” ujar salah satu warga pesisir Juru Seberang.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI AL maupun aparat penegak hukum lain terkait status hukum Karsono. Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti secara transparan untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum terhadap aset vital negara. (Sumber : Babel Terkini, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Pangkalpinang Dukung Program Koperasi Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

    Wali Kota Pangkalpinang Dukung Program Koperasi Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah pusat yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah. Salah satu program yang kini menjadi perhatian serius adalah pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Senin (18/5/2026) Komitmen tersebut disampaikan Wali […]

  • PT TIMAH Bagikan Sembako Jelang Idulfitri, Warga Bangka Barat Sambut Hangat

    PT TIMAH Bagikan Sembako Jelang Idulfitri, Warga Bangka Barat Sambut Hangat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, PT TIMAH (Persero) Tbk terus bergerak menyalurkan bantuan paket sembako bagi masyarakat di wilayah Operasional Perusahaan. Rabu (11/3/2026) Bantuan paket sembako dari PT TIMAH ini merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat di bulan suci Ramadan dan mendukung ketahanan pangan warga. PT […]

  • Skandal Pasir Timah Pangkal Balam dan Sikap Bungkam Lanal Babel : Siapa Melindungi Siapa?

    Mafia Timah dan Diamnya Lanal Babel: Ketika Amanat Presiden Diabaikan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle kbobabelgroup@gmail.com
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Bangka Belitung) – Negeri ini berdiri di atas kekayaan alam yang luar biasa, tapi justru itu pula yang menjadikannya ladang empuk bagi para cukong, mafia, dan para penikmat rente. Di Bangka Belitung, aroma itu makin terasa menyengat ketika kasus penyelundupan 47 ton pasir timah di Muara Pelabuhan Pangkal Balam menyeruak ke publik—namun hingga […]

  • Penertiban Tambang di Hutan Lindung Sarang Ikan Berujung Adu Mulut Penambang dan Satgas PKH

    Penertiban Tambang di Hutan Lindung Sarang Ikan Berujung Adu Mulut Penambang dan Satgas PKH

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Masyarakat Kabupaten Bangka Tengah dihebohkan dengan beredarnya sejumlah potongan video yang memperlihatkan ketegangan antara kelompok penambang dengan sejumlah pria berbadan tegap yang mengaku sebagai anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan tambang inkonvensional yang berada di Hutan Lindung Sarang Ikan, Desa Lubuk Besar, Kecamatan […]

  • Kabar Baik! Gubernur Babel Pastikan 260 IPR Segera Disahkan untuk Dongkrak Ekonomi

    Kabar Baik! Gubernur Babel Pastikan 260 IPR Segera Disahkan untuk Dongkrak Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memastikan Peraturan Daerah (Perda) terkait Izin Pertambangan Rakyat (IPR) akan segera disahkan dalam waktu dekat. Hal tersebut disampaikannya usai agenda silaturahmi Idulfitri di Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah, Senin (23/3/2026) malam. Selasa (24/3/2026) Menurut Hidayat Arsani, pembahasan Perda IPR saat ini telah memasuki tahap […]

  • Prabowo Soal Kereta Cepat Whoosh: Saya yang Tanggung Jawab, Tak Perlu Diributkan!

    Prabowo Soal Kereta Cepat Whoosh: Saya yang Tanggung Jawab, Tak Perlu Diributkan!

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proyek kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh tidak perlu menjadi polemik publik. Ia memastikan bahwa seluruh tanggung jawab terkait proyek tersebut berada di pundaknya sebagai Presiden Republik Indonesia. Rabu (5/11/2025) Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025). Dalam kesempatan […]

expand_less