Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka Barat » Kasus Meja Goyang di Mentok, Oknum Anggota Polres Bangka Barat Diduga Ikut Bermain

Kasus Meja Goyang di Mentok, Oknum Anggota Polres Bangka Barat Diduga Ikut Bermain

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (MENTOK) — Dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam aktivitas ilegal pengolahan pasir timah atau “meja goyang” di Dusun Pait, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, semakin mencuat ke permukaan. Informasi yang diperoleh media mengungkapkan, selain seorang pelaku bernama Taycoi yang lebih dulu diamankan, dua nama lain, yakni Salam dan Ag, diduga turut berperan dalam kegiatan tersebut. Yang mengejutkan, Ag diketahui merupakan anggota aktif Polres Bangka Barat. Rabu (5/11/2025)

Berdasarkan informasi lapangan, ketiga nama itu telah lama menjalankan bisnis meja goyang — istilah lokal yang digunakan masyarakat Bangka untuk menyebut proses pencucian ulang pasir timah (tailing) guna memisahkan mineral timah dari material pengotor. Aktivitas ini dilakukan secara tradisional menggunakan alat sederhana berupa meja kayu berlapis karpet, yang digoyang manual untuk mendapatkan konsentrat timah dengan kadar tinggi.

Kegiatan pengolahan itu diduga dilakukan hampir setiap hari sebelum akhirnya terendus oleh aparat penegak hukum. Material yang digunakan berasal dari limbah atau sisa produksi Wasri PT Timah Mentok yang memiliki kadar timah (Sn) cukup tinggi. Limbah tersebut kemudian ditambang ulang oleh warga dan dibawa ke lokasi pengolahan menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda tiga.

“Yang mereka goyang itu semua tanah limbah Wasri PT Timah. Kadar Sn-nya bisa sampai enam lebih karena bekas produksi timah. Ada tiga kelompok pemain di sini, termasuk milik Taycoi,” ungkap salah satu sumber di lapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber tersebut menuturkan, ketika aparat melakukan penggerebekan terhadap lapak milik Taycoi, dua lapak lain yang disebut milik Salam dan Ag justru dalam keadaan tidak beroperasi. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa informasi penindakan telah bocor sebelum aparat datang ke lokasi.

“Waktu penggerebekan meja goyang Taycoi, lapak Salam dan Ag ini tidak jalan. Mungkin sudah dapat info dulu karena Ag ini anggota Polres Bangka Barat,” lanjut sumber tersebut.

Sementara itu, upaya konfirmasi resmi kepada Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, telah dilakukan oleh redaksi sejak Senin (3/11/2025) pukul 18.18 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan pada Selasa (4/11/2025) pukul 14.58 WIB, belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tersebut.

Aktivitas pengolahan pasir timah menggunakan metode meja goyang memang telah lama menjadi persoalan di Bangka Belitung, termasuk di wilayah Bangka Barat. Meski dilakukan dengan cara tradisional, kegiatan ini tetap melanggar hukum karena memanfaatkan sisa hasil tambang (tailing) tanpa izin resmi dari instansi terkait.

Menurut ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral wajib memiliki izin usaha dari pemerintah. Tanpa izin tersebut, kegiatan seperti meja goyang termasuk dalam kategori pertambangan ilegal yang dapat dikenakan sanksi pidana.

Warga sekitar Belo Laut mengaku resah dengan maraknya aktivitas meja goyang yang berlangsung secara sembunyi-sembunyi. Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, kegiatan itu juga kerap menimbulkan kecemburuan sosial karena sebagian pelaku diduga mendapat perlindungan dari oknum aparat.

“Kalau mau bersih, semua harus ditindak, jangan pandang bulu. Siapa pun yang terlibat harus diproses,” tegas salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Warga berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan tersebut dengan langkah konkret dan transparan. Mereka juga meminta agar dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam aktivitas ilegal itu diselidiki secara tuntas.

“Selama ini kami hanya bisa melihat. Kalau rakyat kecil langsung ditangkap, tapi kalau yang punya pangkat malah dibiarkan. Kami ingin keadilan,” ujar warga lainnya.

Media ini juga berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak-pihak yang disebut, termasuk Salam dan Ag, untuk mendapatkan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas pengolahan timah ilegal tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan.

Kasus ini menjadi sorotan publik di Bangka Barat, mengingat sebelumnya aparat telah berulang kali menertibkan aktivitas tambang dan pengolahan timah ilegal, namun praktik serupa masih terus terjadi. Pengungkapan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tersebut diharapkan dapat menjadi momentum bagi penegakan hukum yang lebih tegas dan adil.

Dengan munculnya dugaan ini, masyarakat menantikan langkah tegas dari kepolisian dan pemerintah daerah dalam menindak semua pihak yang terlibat, tanpa tebang pilih. Penanganan yang transparan dinilai penting agar kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum tetap terjaga. (Sumber : Buletin Expres, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Dibayar, Selesai!” Purbaya Buka Suara soal Perusahaan yang Meremehkan Aturan RI

    “Dibayar, Selesai!” Purbaya Buka Suara soal Perusahaan yang Meremehkan Aturan RI

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Pernyataan keras Purbaya Yudhi Sadewa soal perusahaan asing yang dinilai meremehkan aturan Indonesia kembali menjadi sorotan. Dengan nada tegas, Purbaya mengaku terusik lantaran ada pihak perusahaan yang menganggap regulasi di Indonesia dapat diselesaikan hanya dengan membayar pihak tertentu. Selasa (15/9/2026) Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri rapat bersama Komite IV DPD […]

  • PT TIMAH Tbk Dorong Transformasi Kepemimpinan Lewat TINS Executive Leadership Program

    PT TIMAH Tbk Dorong Transformasi Kepemimpinan Lewat TINS Executive Leadership Program

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas kepemimpinan internal sebagai bagian dari transformasi perusahaan menuju tata kelola yang profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui Division Human Capital, PT TIMAH Tbk menggelar TINS Executive Leadership Program (TELP) Series 1 bertajuk “Leading Transformation for Sustainable Enterprise Value” yang berlangsung di Graha […]

  • Agat, Cukong Timah di Balik Tambang Ilegal Jalan Laut Sungailiat

    Agat, Cukong Timah di Balik Tambang Ilegal Jalan Laut Sungailiat

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA) – Aktivitas tambang timah ilegal kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Bangka Belitung. Kali ini, sorotan tajam tertuju ke kawasan alur sungai Jalan Laut dan Lingkungan Nelayan II, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Meski telah diusir oleh sekelompok nelayan, 7 dari 14 unit ponton tambang ilegal justru kembali beroperasi seolah-olah kebal hukum. Rabu […]

  • Politik Harga Sawit: Mengapa Petani Tetap Menjadi Pihak yang Paling Lemah? (Opini)

    Politik Harga Sawit: Mengapa Petani Tetap Menjadi Pihak yang Paling Lemah? (Opini)

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Bangka Belitung) – Kelapa sawit telah menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Setiap tahun, jutaan ton minyak sawit diekspor ke berbagai negara dan menghasilkan devisa yang tidak sedikit. Di balik keberhasilan tersebut, terdapat jutaan petani sawit rakyat yang berperan sebagai pemasok utama bahan baku industri. Namun, […]

  • Ribuan SPPG Dihentikan Operasi, BGN Tekankan Pentingnya Standar Higiene

    Ribuan SPPG Dihentikan Operasi, BGN Tekankan Pentingnya Standar Higiene

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia mengalami penghentian operasional sementara hingga Rabu (25/3/2026). Kebijakan ini diambil sebagai langkah pengawasan untuk memastikan standar pelayanan gizi kepada masyarakat tetap terjaga, khususnya dalam aspek higiene dan sanitasi. Sabtu (28/3/2026) Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi […]

  • Verifikasi Daerah Resapan Air di Desa Pergam Diwarnai Klaim Lahan Warga dan Aktivitas Sawit

    Verifikasi Daerah Resapan Air di Desa Pergam Diwarnai Klaim Lahan Warga dan Aktivitas Sawit

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tengah melakukan inventarisasi dan verifikasi penetapan daerah resapan air di Desa Pergam, Kecamatan Airgegas. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/11/2025) itu dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangka Selatan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekologis sekaligus menyelesaikan potensi […]

expand_less