KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung melalui Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui di Kota Pangkalpinang, Selasa (13/10/2026). Rabu (14/10/2026)
Kegiatan pengawalan dan pengamanan (walpam) tersebut bertujuan memastikan proyek yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bangka Belitung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, berjalan sesuai ketentuan hukum, memenuhi standar mutu konstruksi, serta selesai tepat waktu.
Pengawasan ini juga menjadi langkah untuk mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung penataan alur sungai dan pengelolaan risiko banjir di kawasan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim PPS menaruh perhatian pada sejumlah aspek penting, mulai dari kepatuhan terhadap ketentuan hukum, pengendalian mutu pekerjaan, pelaksanaan kontrak, hingga pengadaan lahan dan dampak sosial yang berpotensi muncul selama proses pembangunan.
Kepala Satuan Kerja PJSA Babel, Agus Saputra, mengatakan pengawalan Tim PPS memiliki peran penting dalam memastikan proyek strategis tersebut terlaksana sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Menurutnya, pengawalan tidak hanya berfokus pada kelancaran administrasi, tetapi juga memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sesuai dengan perencanaan dan standar yang telah ditetapkan.
“Walpam PPS hadir untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan tepat mutu, tepat biaya, tepat waktu, dan tepat guna. Aspek legal dalam perjanjian kerja dan pelaksanaan di lapangan harus terjaga agar manfaat proyek ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Agus berharap koordinasi antara pihak terkait terus diperkuat agar setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani tanpa mengabaikan ketentuan hukum maupun kualitas hasil pekerjaan.
Kejati Babel Antisipasi Hambatan Proyek
Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Aco Rahmadi Jaya, menegaskan bahwa peran Tim PPS tidak terbatas pada pengawalan dan pengamanan proyek. Tim juga membantu mengidentifikasi serta mencari solusi atas berbagai ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan pembangunan.
Ia meminta seluruh pihak yang terlibat untuk terbuka dalam menyampaikan persoalan yang ditemukan selama pekerjaan berlangsung. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala diharapkan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kami hadir berdasarkan amanat undang-undang untuk mengawal proyek strategis nasional. Jangan ada keraguan untuk berkomunikasi secara terbuka. Sekecil apa pun potensi permasalahan, sampaikan agar dapat dicarikan solusi bersama dan proyek tetap berada pada koridor hukum yang benar,” kata Aco di Pangkalpinang, Selasa.
Aco menekankan pentingnya sinergi antara tim pengawas, pelaksana proyek, penyedia jasa konstruksi, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung sesuai ketentuan serta tidak menimbulkan persoalan yang menghambat target pembangunan.
Pengadaan Lahan dan Dampak Sosial Jadi Perhatian
Selain aspek hukum dan pelaksanaan kontrak, Tim PPS juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengadaan lahan. Tahapan tersebut perlu dilaksanakan sesuai ketentuan dengan memperhatikan hak pihak terkait serta dampak sosial yang mungkin timbul di tengah masyarakat.
Perencanaan pekerjaan di titik-titik krusial, terutama yang berada di sekitar kawasan permukiman, juga harus dipersiapkan secara matang. Hal ini penting agar kegiatan konstruksi tidak mengganggu akses masyarakat maupun aktivitas sehari-hari warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan.
Pelaksana proyek diharapkan memperhatikan kondisi lapangan dan melakukan koordinasi apabila terdapat pekerjaan yang berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat. Dengan demikian, proses pembangunan dapat terus berjalan tanpa mengabaikan kepentingan warga.
Pengelolaan dampak sosial menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena proyek infrastruktur di kawasan sungai berhubungan langsung dengan lingkungan permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Mutu Material Konstruksi Dipastikan Sesuai Spesifikasi
Pengawasan terhadap kualitas material konstruksi turut menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut. Pemeriksaan diperlukan mulai dari proses pengadaan, pendistribusian, hingga penggunaan material di lokasi pekerjaan.
Setiap material yang digunakan harus memenuhi spesifikasi teknis sesuai perencanaan. Pengujian material dan koordinasi dengan penyedia jasa konstruksi juga diperlukan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Pengujian material dan koordinasi dengan penyedia akan dilakukan untuk menjaga mutu hasil pekerjaan,” ujar Aco.
Pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam pembangunan tanggul dan normalisasi alur Sungai Rangkui. Kualitas konstruksi yang sesuai standar diharapkan mendukung fungsi infrastruktur secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan monev ini, Kejati Babel berharap seluruh pihak dapat meningkatkan koordinasi, menyelesaikan hambatan secara tepat, serta memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan hukum dan spesifikasi teknis.
Pembangunan tanggul dan normalisasi Sungai Rangkui diharapkan dapat mendukung penataan alur sungai serta membantu pengelolaan risiko banjir di wilayah sekitar. Namun, pencapaian tujuan tersebut tetap bergantung pada kualitas perencanaan, pelaksanaan konstruksi, dan pemeliharaan infrastruktur setelah proyek selesai.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut turut dihadiri Kasi IV Kejaksaan Tinggi Babel, Sukri; PPK PJSA, Teguh Prastowo; serta perwakilan penyedia jasa konstruksi dari PT Vanesa Citra Nusantara.
Pengawalan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan tertib, berkualitas, dan sesuai ketentuan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)











