KBOBABEL.COM (BANDAR LAMPUNG) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menghadiri Apel Akbar dan Kemah Bhakti Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Bumi Perkemahan Kota Bandar Lampung, Kamis (24/9/2026). Jum’at (25/9/2026)
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran Satlinmas dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung pembangunan dari tingkat desa.
Agenda Kemah Bhakti Satlinmas itu juga dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (ASLINMAS) serta Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS)/Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kota Bandar Lampung Tahun 2026.
Gubernur Hidayat Arsani dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa Satlinmas memiliki posisi strategis karena berada langsung di tengah masyarakat. Keberadaan Linmas dinilai tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan dan ketahanan masyarakat di tingkat desa.
Menurut Hidayat, desa merupakan fondasi penting dalam pembangunan. Karena itu, penguatan peran Linmas perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan desa secara lebih luas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow kami ke berbagai daerah, bulan kemarin tanggal 30 kami ada di Semarang. Tujuannya membangkitkan peran Linmas dan membangun desa lewat program ‘Jaga Desa’. Tugas Linmas dan Kamtibmas adalah menjaga desa, karena pembangunan itu mulainya dari desa,” ujar Hidayat.
Ia menjelaskan, keberadaan Linmas yang dekat dengan masyarakat membuat organisasi tersebut memiliki ruang yang besar untuk ikut mendukung berbagai program pembangunan.
Dengan penguatan koordinasi antara Linmas, pemerintah desa, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, peran Satlinmas diharapkan semakin konkret dalam membantu menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.
Hidayat juga menilai penguatan Satlinmas harus dilakukan secara terintegrasi. Artinya, personel Linmas tidak hanya dilibatkan ketika terjadi gangguan keamanan maupun dalam kegiatan perlindungan masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan yang berlangsung di desa.
Konsep tersebut, kata dia, telah diterapkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Personel Linmas diikutsertakan dalam berbagai sektor yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari perkebunan, pariwisata hingga kegiatan pembangunan dan ekonomi desa.
Pendekatan multisektor tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi Linmas. Dengan demikian, Satlinmas diharapkan tidak hanya dikenal sebagai unsur yang bertugas menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut mendukung keberlanjutan pembangunan.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang membuka kegiatan Kemah Bhakti Satlinmas, turut menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Satlinmas.
Raffi menilai Satlinmas mempunyai keunggulan karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan kepedulian di tengah lingkungan masyarakat.
“Satlinmas ini adalah kekuatan yang sangat kuat yang hadir di tengah-tengah kita semua, yang sangat membaur dengan masyarakat,” kata Raffi dalam sambutannya.
Menurutnya, kedekatan personel Satlinmas dengan warga dapat menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan sekaligus menjaga ketenteraman dan ketertiban di lingkungan permukiman.
Melalui kegiatan Kemah Bhakti Satlinmas, sinergi antardaerah dan organisasi yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat juga diharapkan semakin kuat. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, bertukar pengalaman serta membangun kesamaan langkah dalam menjalankan fungsi perlindungan masyarakat.
Kehadiran Gubernur Hidayat Arsani dalam agenda tersebut sekaligus menunjukkan upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun jejaring dan sinergi lintas daerah dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Penguatan Satlinmas diharapkan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan desa. Dengan peran yang semakin luas dan terkoordinasi, Linmas dapat menjadi salah satu unsur pendukung dalam menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tertib serta mampu mendukung aktivitas sosial dan ekonomi.
Bagi Pemprov Babel, pembangunan yang kuat perlu dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, desa dan unsur masyarakat di dalamnya menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan warga. (Putri Utami/KBO Babel)

















