Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka » KI Babel Hadiri Lustrum IV UBB, Tiga Dosen Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

KI Babel Hadiri Lustrum IV UBB, Tiga Dosen Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) — Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menghadiri Rapat Terbuka Senat Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam rangka Lustrum IV, Pengukuhan Guru Besar, serta Peresmian Gedung Balai Utama De Universitaria yang mengusung tema “2 Dakde Berdikari Membangun Negeri”. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung De Universitaria, Kampus UBB, Balun Ijuk, Kabupaten Bangka, Senin (13/4/2026).

Kehadiran KI Babel diwakili langsung oleh jajaran komisioner, yakni Ketua Ita Rosita, Wakil Ketua Rikky Fermana, Koordinator Bidang Hubungan Kelembagaan Martono, Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Fahriani, serta Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Ahmad Tarmizi.

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim Bintang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam momentum penting tersebut. Ia menegaskan bahwa Lustrum IV menjadi refleksi perjalanan UBB dalam membangun kualitas pendidikan tinggi di Bangka Belitung.

“Terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, mulai dari para guru besar, rektor, Forkopimda se-Bangka Belitung, hingga perwakilan lembaga pemerintah dan non-pemerintah yang telah memberikan dukungan terhadap kemajuan UBB,” ujarnya.

Momentum Lustrum IV ini juga ditandai dengan pengukuhan tiga dosen UBB sebagai guru besar, yang menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik kampus.

Ketiga dosen yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si dengan kepakaran Ekonomi Pariwisata melalui disertasi berjudul “Pendekatan Blue Tourism (BT) pada Wilayah Kepulauan sebagai Fondasi Keilmuan Integrated Island Tourism Model (IITM)”. Kemudian Prof. Dr. Reniati, S.E., M.Si dengan kepakaran Manajemen SDM Strategik melalui disertasi “Membangun Resiliensi Organisasi & Bangsa di Era Digital”. Serta Prof. Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H yang mengangkat kepakaran Hukum Perusahaan Pertambangan melalui disertasi “Relasi Negara, Perusahaan dan Masyarakat dalam Lingkaran Pertambangan Indonesia: Krisis dan Rekonstruksi Extractive Legality”.

Mewakili Komisioner KI Babel, Martono menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian UBB dalam melahirkan guru besar baru. Ia menilai, pencapaian tersebut merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul di daerah.

“Selamat dan sukses kepada Universitas Bangka Belitung atas pengukuhan tiga guru besar. Ini merupakan pencapaian luar biasa dalam membangun kampus yang mampu melahirkan generasi muda yang berkualitas dan unggul dalam peradaban. Sekali lagi, sukses untuk UBB,” ujar Martono saat diwawancarai Jejaring Media KBO Babel.

Peresmian Gedung Balai Utama De Universitaria turut menjadi simbol komitmen UBB dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif dan modern. Diharapkan, keberadaan fasilitas tersebut dapat menunjang aktivitas akademik sekaligus memperkuat posisi UBB sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Bangka Belitung.

Dengan bertambahnya jumlah guru besar dan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, UBB kian optimistis dalam berkontribusi membangun daerah dan mencetak generasi penerus yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (Herwandi/KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT TIMAH Bersama Nelayan Jaga Laut, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

    PT TIMAH Bersama Nelayan Jaga Laut, Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat dukungannya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah operasional perusahaan melalui berbagai program pemberdayaan. Dukungan tersebut mencakup bantuan sarana tangkap, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas melaut hingga upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Senin (28/9/2026) Berbagai program yang dilaksanakan PT TIMAH untuk membantu meningkatkan produktivitas nelayan […]

  • KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Di tengah klaim keberhasilan penegakan hukum oleh Satgas Tricakti yang belakangan gencar menindak peredaran timah basa dan balok, ironi justru mencuat dari kawasan hutan lindung di Desa Nadi, Kabupaten Bangka Tengah. Jumat (13/2/2026). Aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut dilaporkan tetap berjalan tanpa hambatan, seakan hukum tak lagi memiliki daya cegah. Deru mesin ponton tambang inkonvensional (TI) terdengar siang dan malam. Lubang-lubang besar menganga membelah kawasan hutan lindung yang seharusnya menjadi benteng terakhir keanekaragaman hayati dan penyangga kehidupan masyarakat sekitar. Kerusakan ekologis kian nyata, sementara penindakan tak kunjung terlihat. Sejumlah sumber di lapangan menyebut aktivitas pertambangan ilegal itu berlangsung secara terorganisir dan sistematis. Bukan sekadar kerja sporadis masyarakat, melainkan diduga melibatkan jaringan yang lebih besar. Bahkan, mencuat dugaan keterlibatan dua oknum aparat dari kesatuan Denpom Pangkalpinang berinisial RMD dan NYMN yang disebut-sebut membekingi aktivitas tersebut. “Ponton bekerja tanpa rasa takut. Seolah-olah ada yang menjamin keamanan mereka. Kalau rakyat kecil yang kerja, cepat sekali aparat turun. Tapi ini berbeda,” ujar seorang warga Desa Nadi yang meminta identitasnya dirahasiakan. Keberanian para penambang ilegal beroperasi terang-terangan memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Di mana peran Satgas Tricakti? Bagaimana fungsi pengawasan PKH serta Balai Gakkum KLHK Wilayah Bangka Belitung dijalankan? Publik menilai, jika benar terjadi pembiaran, maka itu bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi lemahnya sistem pengawasan dan penegakan hukum. Keheningan aparat justru mempertebal kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tak beres. Padahal, kawasan hutan lindung memiliki fungsi vital sebagai penyangga tata air dan pencegah bencana. Hutan yang gundul bukan hanya menyisakan lanskap rusak, tetapi juga membuka pintu bagi ancaman longsor, banjir bandang, hingga krisis air bersih. Jika eksploitasi terus dibiarkan, masyarakat sekitar yang pertama akan menanggung dampaknya. Tak berhenti pada isu pembiaran, warga juga mempertanyakan alur distribusi hasil tambang ilegal tersebut. Ke mana timah itu dijual? Siapa yang membeli? Apakah ada pihak tertentu yang menyerap hasil tambang dari luar wilayah izin usaha pertambangan (IUP)? “Kalau memang timah itu keluar dari kawasan hutan lindung, pasti ada penadahnya. Tidak mungkin barang sebanyak itu hilang begitu saja,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat. Jika benar ada perusahaan atau pihak tertentu yang menerima timah dari luar IUP, maka persoalan ini berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap regulasi pertambangan dan kehutanan yang berlaku. Pengawasan terhadap rantai distribusi timah pun menjadi sorotan. Masyarakat Desa Nadi mendesak agar Satgas Tricakti, PKH, dan Balai Gakkum KLHK Wilayah Bangka Belitung segera mengambil langkah tegas dan transparan. Penindakan, menurut mereka, tidak boleh berhenti pada pekerja lapangan. Aktor intelektual, makelar, hingga oknum aparat yang diduga terlibat harus diproses sesuai hukum. “Kalau benar ada oknum aparat terlibat, harus dibuka secara terang. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas warga lainnya. Hingga berita ini dipublikasikan, jejaring media KBO Babel masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Komandan Denpom Pangkalpinang Letkol CPM Rivan terkait dugaan keterlibatan oknum anggotanya dalam aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan lindung Desa Nadi. Publik kini menunggu langkah konkret aparat penegak hukum. Apakah penindakan akan dilakukan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu, atau justru kawasan hutan lindung Desa Nadi akan menjadi simbol kegagalan pengawasan dan penegakan hukum di Bangka Belitung? Waktu terus berjalan. Sementara kerusakan kian meluas, kepercayaan publik terhadap aparat dipertaruhkan. Setiap hari yang berlalu tanpa tindakan berarti satu langkah lebih dekat menuju kehancuran ekologis yang mungkin tak lagi bisa dipulihkan. (KBO Babel)

    Oknum TNI Denpom Pangkalpinang Disebut Bekingi Tambang Ilegal Desa Nadi, Satgas Tricakti & PKH Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle kbobabelgroup@gmail.com
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Di tengah klaim keberhasilan penegakan hukum oleh Satgas Tricakti yang belakangan gencar menindak peredaran timah basa dan balok, ironi justru mencuat dari kawasan hutan lindung di Desa Nadi, Kabupaten Bangka Tengah. Jumat (13/2/2026). Aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut dilaporkan tetap berjalan tanpa hambatan, seakan hukum tak lagi memiliki daya cegah. […]

  • Urgensi Reformasi Polri

    Urgensi Reformasi Polri

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM – Membahas Reformasi Polri tanpa memahami belenggu realitas yang dihadapi bangsa selama ini, termasuk keberadaan UUD kita yang secara keilmuan masuk dalam kategori asistemik dan akonstitutif, niscaya akan salah sasaran. Di sisi lain, agar kontekstual Reformasi Polri tetap dalam koridor demokrasi, maka konsep Reformasi Internal ABRI 1998 sebagai sumber semangat dan tekad Pimpinan […]

  • Tangki Minyak Akan Dibangun di Tanjung Ular, Markus: Ekonomi Mentok Siap Bangkit

    Tangki Minyak Akan Dibangun di Tanjung Ular, Markus: Ekonomi Mentok Siap Bangkit

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (MENTOK) – Bupati Bangka Barat, Markus, menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan tangki minyak di kawasan Pelabuhan Tanjung Ular sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membangkitkan perekonomian daerah. Hal ini ia sampaikan dalam diskusi publik memperingati Hari Jadi ke-291 Kota Mentok yang berlangsung di rumah dinas bupati. Kamis (11/9/2025) Menurut Markus, pembangunan […]

  • Publik Mulai Bertanya, Mana Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Bangka?

    Publik Mulai Bertanya, Mana Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Bangka?

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Penanganan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Tahun 2022 kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga pertengahan Juni 2026, belum ada penetapan tersangka meskipun sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka menyatakan proses tersebut akan dilakukan setelah hasil perhitungan kerugian negara diterima. Selasa (9/6/2026) Kepala Kejaksaan […]

  • Tak Hanya Tambang, PT TIMAH Dorong Kemandirian Pangan Lewat Sektor Pertanian dan Perikanan

    Tak Hanya Tambang, PT TIMAH Dorong Kemandirian Pangan Lewat Sektor Pertanian dan Perikanan

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Mendukung ketahanan pangan membutuhkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH (Persero) Tbk mendorong pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di wilayah operasional perusahaan. Rabu (21/10/2026) Dukungan PT TIMAH diwujudkan melalui berbagai […]

expand_less