KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Sebanyak 291 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Pangkalpinang dipastikan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Para jemaah tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 7 dan kloter 9, dengan jadwal keberangkatan berbeda menuju Madinah, Arab Saudi. Sabtu (25/4/2026)
Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan seluruh rangkaian pemberangkatan, mulai dari pelepasan resmi, transportasi menuju Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga pengangkutan koper para jemaah.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pangkalpinang, Emiliya, menjelaskan bahwa total 291 calon jemaah haji tersebut terdiri dari 245 orang yang tergabung dalam kloter 7 dan 46 orang lainnya masuk dalam kloter 9.
“Sebanyak 291 calon jemaah haji Kota Pangkalpinang tahun ini terbagi dalam dua kloter, yaitu kloter 7 sebanyak 245 orang dan kloter 9 sebanyak 46 orang,” ujar Emiliya, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, sebaran calon jemaah haji berdasarkan kecamatan menunjukkan dominasi dari Kecamatan Gerunggang dengan jumlah 74 orang. Disusul Kecamatan Rangkui sebanyak 72 orang, Kecamatan Bukit Intan 42 orang, Kecamatan Gabek 41 orang, Kecamatan Pangkal Balam 28 orang, Kecamatan Tamansari 19 orang, dan Kecamatan Girimaya sebanyak 15 orang.
Menurut Emiliya, jemaah kloter 7 dijadwalkan masuk Asrama Haji Provinsi Bangka Belitung pada 30 April 2026. Setelah menjalani proses administrasi dan persiapan akhir, mereka akan diberangkatkan menuju Madinah pada 1 Mei 2026.
“Sementara untuk jemaah kloter 9 dijadwalkan masuk asrama haji pada 3 Mei 2026 dan akan diberangkatkan ke Madinah pada 4 Mei 2026,” jelasnya.
Rangkaian pelepasan resmi untuk kloter 7 akan dilaksanakan di Masjid Agung Kubah Timah Pangkalpinang pada 30 April 2026, dimulai setelah salat Zuhur hingga menjelang Ashar. Setelah acara pelepasan selesai, seluruh jemaah akan langsung diberangkatkan menggunakan bus menuju Asrama Haji Provinsi Babel.
Sedangkan untuk kloter 9, mekanisme pelepasan sedikit berbeda. Setelah mengikuti pelepasan awal, para jemaah akan kembali ke rumah masing-masing terlebih dahulu sebelum melanjutkan tahapan berikutnya.
“Untuk kloter 9, setelah pelepasan awal mereka akan pulang ke rumah, kemudian melanjutkan proses pengantaran koper pada 2 Mei, dan pelepasan menuju asrama haji dilakukan pada 3 Mei,” katanya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang juga memastikan seluruh kebutuhan transportasi para jemaah telah disiapkan secara maksimal. Fasilitas ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah agar proses keberangkatan berlangsung lancar dan nyaman.
Untuk kloter 7, Pemkot Pangkalpinang menyiapkan 18 unit bus khusus untuk mengangkut jemaah menuju asrama haji, serta 12 unit kendaraan tambahan untuk pengangkutan koper dan perlengkapan jemaah.
Sementara itu, untuk kloter 9 yang berjumlah lebih sedikit, disiapkan dua unit bus guna mengangkut seluruh jemaah menuju asrama haji.
“Seluruh biaya transportasi dan pelepasan ditanggung oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai bentuk dukungan dan pelayanan kepada para calon jemaah haji,” ujar Emiliya.
Menurutnya, dukungan penuh dari pemerintah daerah ini diharapkan dapat meringankan beban para jemaah, sehingga mereka dapat lebih fokus mempersiapkan diri secara spiritual, fisik, dan mental sebelum menjalankan ibadah haji.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya kepada seluruh calon jemaah haji yang tahun ini mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Ia menilai kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh jemaah agar menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Kesempatan berhaji adalah panggilan istimewa dari Allah SWT. Oleh karena itu, saya berharap seluruh calon jemaah dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya, menjaga niat, serta saling membantu selama menjalankan ibadah,” ujar Saparudin.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik mengingat pelaksanaan ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat. Selain itu, para jemaah diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas haji dan menjaga kebersamaan antar sesama jemaah.
Ia berharap seluruh calon jemaah haji asal Pangkalpinang dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Musim haji 2026 menjadi momentum penting bagi ratusan warga Pangkalpinang yang telah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan seluruh proses pemberangkatan hingga kepulangan nanti dapat berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan. (Yulian Andryanto)

















