Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mangkir Wajib Lapor, Dokter Richard Lee Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

Mangkir Wajib Lapor, Dokter Richard Lee Resmi Ditahan Polda Metro Jaya

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Dokter estetika sekaligus influencer terkenal, Richard Lee, resmi ditahan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Penahanan dilakukan setelah ia menjalani pemeriksaan intensif selama sekitar empat jam terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dalam bisnis kecantikannya. Sabtu (7/3/2026)

Kasus yang menjerat Richard Lee tersebut menjadi sorotan publik karena ia dikenal sebagai salah satu figur populer di industri kecantikan Indonesia dengan jutaan pengikut di media sosial.

Pemeriksaan terhadap Richard Lee dilakukan sejak pukul 13.00 hingga sekitar pukul 17.00 WIB di Polda Metro Jaya. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik melontarkan sebanyak 29 pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum dalam praktik bisnis kecantikan yang dijalankannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa penahanan terhadap Richard Lee dilakukan setelah penyidik mempertimbangkan sejumlah hal yang berkaitan dengan proses penyidikan yang sedang berjalan.

Menurut Budi Hermanto, salah satu alasan utama penahanan adalah karena Richard Lee sebelumnya tidak menghadiri pemeriksaan tambahan yang dijadwalkan oleh penyidik tanpa memberikan penjelasan yang jelas.

“Tersangka tidak hadir pada pemeriksaan tambahan tanpa memberikan penjelasan yang jelas. Namun pada hari tersebut diketahui sedang melakukan siaran langsung atau live di TikTok,” ujar Budi Hermanto.

Selain itu, penyidik juga mencatat bahwa Richard Lee tidak memenuhi kewajiban lapor yang telah ditentukan.

Ia diketahui tidak hadir dalam dua jadwal wajib lapor yang telah ditetapkan oleh penyidik, yakni pada 23 Februari 2026 dan 5 Maret 2026.

Ketidakhadiran tersebut menjadi salah satu pertimbangan penyidik untuk melakukan penahanan guna memastikan proses hukum dapat berjalan dengan lancar.

“Yang bersangkutan tidak hadir pada dua jadwal wajib lapor tanpa memberikan keterangan yang memadai kepada penyidik,” kata Budi.

Sebelum dilakukan penahanan, Richard Lee terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, serta kadar saturasi oksigen.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Richard Lee dalam keadaan normal sehingga dinyatakan layak untuk menjalani proses penahanan.

Setelah dinyatakan sehat, penyidik kemudian melanjutkan proses administrasi penahanan terhadap yang bersangkutan.

Dalam proses tersebut, sejumlah barang pribadi milik Richard Lee yang tidak berkaitan dengan penyidikan juga telah diserahkan kepada pihak kuasa hukumnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa hak-hak tersangka tetap dihormati selama menjalani proses hukum.

Kasus yang menjerat Richard Lee sendiri telah bergulir sejak awal tahun 2026.

Ia telah beberapa kali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dalam bisnis kecantikan yang dikelolanya.

Pemeriksaan pertama dilakukan pada 7 Januari 2026. Kemudian penyidik kembali melakukan pemeriksaan lanjutan pada 19 Februari 2026.

Pada pemeriksaan kedua tersebut, Richard Lee menjalani proses pemeriksaan yang cukup panjang, yakni hampir sembilan jam.

Seiring berjalannya proses penyidikan, penyidik kemudian menetapkan Richard Lee sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Penetapan status tersangka ini sempat dipersoalkan oleh pihak Richard Lee melalui upaya hukum praperadilan.

Ia mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tujuan menggugat penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Namun permohonan tersebut akhirnya ditolak oleh pengadilan.

Dalam putusannya, hakim tunggal Esthar Oktavi menyatakan menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh Richard Lee.

“Menolak permohonan praperadilan pemohon,” demikian bunyi putusan hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dengan ditolaknya permohonan praperadilan tersebut, maka status tersangka Richard Lee tetap dinyatakan sah secara hukum.

Penahanan terhadap Richard Lee pun menjadi perkembangan terbaru dalam proses hukum yang tengah berlangsung.

Kasus ini menarik perhatian luas dari masyarakat, terutama para pengikut Richard Lee di media sosial yang jumlahnya mencapai jutaan orang.

Sebagai dokter estetika yang dikenal aktif memberikan edukasi mengenai perawatan kulit dan kecantikan, Richard Lee memiliki pengaruh cukup besar di dunia digital.

Oleh karena itu, proses hukum yang menjeratnya turut menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial.

Hingga kini, penyidik Polda Metro Jaya masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.

Penyidikan dilakukan untuk mengumpulkan bukti serta mengungkap secara menyeluruh dugaan pelanggaran yang terjadi dalam bisnis kecantikan yang dijalankan oleh Richard Lee.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasus ini pun diperkirakan masih akan terus berkembang seiring dengan proses penyidikan yang sedang berlangsung. (Sumber : polopos.co.id, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPS Proses Klaim Nasabah, Daftar BPR Bangkrut di Indonesia Bertambah Jadi 22 Bank

    LPS Proses Klaim Nasabah, Daftar BPR Bangkrut di Indonesia Bertambah Jadi 22 Bank

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali mengumumkan pencabutan izin usaha salah satu bank perkreditan rakyat di Indonesia. Kali ini, giliran PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dwicahaya Nusaperkasa yang resmi dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Juli 2025. Senin (28/7/2025) BPR Dwicahaya Nusaperkasa yang beralamat di Jalan Sukarno Nomor […]

  • Resmi! PLTN Masuk RUPTL Nasional, Indonesia Bersiap Menyambut Era Energi Nuklir

    Resmi! PLTN Masuk RUPTL Nasional, Indonesia Bersiap Menyambut Era Energi Nuklir

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) kini resmi menjadi bagian dari arah kebijakan energi nasional. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, pemerintah untuk pertama kalinya memasukkan pembangkit nuklir ke dalam rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional dengan kapasitas awal 500 megawatt (MW), yang terdiri atas masing,masing 250 MW di Sumatera […]

  • PT TIMAH Fasilitasi Pembangunan Pos Kamling di Desa Kulur, Tingkatkan Keamanan dan Solidaritas Warga

    PT TIMAH Fasilitasi Pembangunan Pos Kamling di Desa Kulur, Tingkatkan Keamanan dan Solidaritas Warga

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendukung pembangunan masyarakat di wilayah operasional perusahaan terus berlanjut. Kali ini, perusahaan menyalurkan bantuan pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) bagi masyarakat Desa Kulur, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (26/6/2026). Senin (29/6/2026) Bantuan tersebut merupakan bagian dari program TJSL pada aspek sosial dan budaya kemasyarakatan […]

  • Gudang Besar Bos Popo di Belitung Diduga Jadi Pusat Penampungan Pasir Timah Ilegal

    Gudang Besar Bos Popo di Belitung Diduga Jadi Pusat Penampungan Pasir Timah Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BELITUNG) – Nama Bos Popo mencuat sebagai penampung dan penyuplai utama pasir timah ilegal dari Pulau Belitung ke Pulau Bangka. Bisnis ini disebut-sebut berlangsung selama satu tahun terakhir tanpa tersentuh hukum. Sabtu (14/6/2025) Bos Popo diketahui memiliki sebuah gudang besar di kawasan Pasar Berehun, Kelurahan Kampung Parit, Kabupaten Belitung. Gudang ini digunakan sebagai […]

  • Diduga Tutup Jalan Umum, Depo Afuk Dikecam Warga Belinyu hingga Picu Aksi Pembongkaran Portal

    Diduga Tutup Jalan Umum, Depo Afuk Dikecam Warga Belinyu hingga Picu Aksi Pembongkaran Portal

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Belinyu) – Puluhan hingga ratusan warga dari Kelurahan Tanjung Gudang dan Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, memprotes tindakan penutupan akses jalan oleh Depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Afuk. Aksi protes terjadi pada Sabtu malam (29/11/2025) ketika warga menemukan jalan setapak yang biasa digunakan menuju Pantai Putat ditutup portal oleh pihak […]

  • Seleksi Guru SMA Unggul Garuda di Beltim Diperkuat, Pemprov Babel Siapkan SDM Berkualitas

    Seleksi Guru SMA Unggul Garuda di Beltim Diperkuat, Pemprov Babel Siapkan SDM Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Transformatif Baru tahun 2026, khususnya melalui penguatan seleksi tenaga kependidikan untuk penempatan di Kabupaten Belitung Timur. Jum’at (27/3/2026) Dukungan tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Babel, Fery Afriyanto, dalam rapat […]

expand_less