KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang mulai merealisasikan program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu pada tahun ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan. Senin (29/6/2026)
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengatakan program bantuan tersebut dijadwalkan mulai disalurkan pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Program ini sebelumnya menjadi salah satu komitmen pasangan Wali Kota Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna saat kampanye.
Menurut Saparudin, bantuan tidak diberikan kepada seluruh peserta didik, melainkan diprioritaskan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu berdasarkan data kesejahteraan masyarakat yang dimiliki pemerintah daerah.
“Untuk pemberian seragam sekolah dan perlengkapan sekolah pada tahun ajaran baru ini, insyaallah kita rencanakan sekitar bulan Juli. Memang tidak semua peserta didik menerima karena skemanya masih kita atur,” kata Saparudin, Senin (29/6/2026).
Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini masih memfinalisasi mekanisme dan kriteria penerima bantuan. Salah satu acuan yang digunakan adalah kategori desil ekonomi yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Saparudin menjelaskan bahwa peserta didik yang berasal dari kelompok ekonomi terbawah akan menjadi prioritas utama. Pemerintah tengah membahas apakah penerima bantuan berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 5.
“Yang paling membutuhkan akan kita prioritaskan. Kemungkinan besar penerimanya berasal dari kelompok desil 1 sampai desil 5,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pakaian seragam sekolah, tetapi juga mencakup perlengkapan penunjang pendidikan lainnya. Pemerintah daerah menyiapkan tas sekolah dan perlengkapan alat tulis guna mendukung kebutuhan belajar siswa.
Menurut Saparudin, seluruh kebutuhan tersebut telah dipersiapkan setelah pemerintah melakukan pendataan terhadap calon penerima di seluruh kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang.
“Baju seragam sekolah, tas hingga perlengkapan alat tulis sudah kita siapkan. Data penerimanya juga sudah kita kumpulkan dari seluruh kecamatan,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, sekitar 2.000 peserta didik diproyeksikan menerima bantuan pada tahap awal pelaksanaan program. Jumlah tersebut dapat berkembang sesuai dengan hasil verifikasi data penerima yang dilakukan pemerintah daerah.
Program bantuan pendidikan ini diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi tingginya kebutuhan biaya pendidikan menjelang tahun ajaran baru. Selama ini, pengadaan seragam, tas, dan perlengkapan sekolah menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi orang tua siswa.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menilai bahwa bantuan tersebut dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat yang berada pada kelompok rentan dan berpenghasilan rendah.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan mengurangi potensi anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Pemkot Pangkalpinang menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan akan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Data penerima akan diverifikasi berdasarkan data kesejahteraan dan hasil pendataan di tingkat kecamatan.
Program seragam sekolah gratis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Pemerintah berharap seluruh anak di Pangkalpinang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
Dengan dimulainya penyaluran bantuan pada tahun ajaran baru 2026/2027, Pemkot Pangkalpinang berharap program tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu kebutuhan dasar pendidikan warga. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)











