Operasi SAR Tuntas, Kecelakaan ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Tujuh Hari Pencarian, Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan di Bulusaraung

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKEP) — Tim SAR gabungan akhirnya menuntaskan operasi pencarian seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Seluruh korban yang berjumlah 10 orang telah ditemukan setelah operasi pencarian intensif selama tujuh hari. Jum’at (23/1/2026)

Pesawat ATR 42-500 tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Lokasi jatuhnya pesawat kemudian teridentifikasi berada di kawasan pegunungan Bulusaraung yang dikenal memiliki medan ekstrem, curam, dan sulit dijangkau.

banner 336x280

Korban terakhir ditemukan pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 09.16 Wita. Penemuan korban ke-10 ini menandai berakhirnya proses pencarian seluruh penumpang dan kru pesawat. Korban ditemukan oleh tim Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV/Hasanuddin bersama unsur SAR gabungan.

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengatakan bahwa komunikasi detail mengenai posisi korban terakhir baru dapat dilakukan setelah tim memastikan koordinat lokasi secara akurat.

“Korban ke-10 telah ditemukan. Kepastian posisi dan koordinat baru bisa kami komunikasikan secara detail sekitar pukul 09.16 Wita,” ujar Dody kepada wartawan di Posko Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep.

Properti Pesawat dan Korban Berhasil Diidentifikasi

Dody menjelaskan, selama operasi pencarian, tim SAR gabungan tidak hanya berfokus pada pencarian korban, tetapi juga memastikan seluruh bagian penting pesawat berhasil ditemukan. Tim melakukan pemetaan ulang area lokasi kecelakaan untuk memastikan tidak ada korban maupun properti pesawat yang tertinggal.

“Kami lakukan plotting ulang dan konfirmasi langsung di lapangan. Posisi korban terakhir masih berada dalam satu areal dengan enam korban yang ditemukan sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh properti utama pesawat ATR 42-500 telah teridentifikasi di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses investigasi lanjutan yang akan dilakukan oleh pihak berwenang.

Evakuasi Terkendala Medan Curam

Meski seluruh korban telah ditemukan, proses evakuasi menghadapi tantangan besar. Lokasi korban berada di area cekungan tebing yang menyerupai jurang dengan aliran air. Kondisi ini menjadi sangat berbahaya, terutama jika terjadi hujan yang dapat memicu arus air deras.

“Lokasinya berada di cekungan tebing seperti jurang. Kalau hujan, tempat itu bisa menjadi aliran air, meski posisi korban berada di daratan,” jelas Dody.

Untuk mengevakuasi jenazah, tim SAR harus menggunakan teknik khusus dengan peralatan mountaineering dan sistem pengamanan berlapis. Proses ini dilakukan secara bertahap guna menghindari risiko tambahan terhadap personel di lapangan.

“Evakuasi dilakukan dengan teknik khusus dan sangat hati-hati. Satu areal saja sudah memiliki kontur turun-naik dengan karakter cekungan jurang,” tambahnya.

Dody menyebutkan, dari lima korban yang ditemukan lebih awal, dua korban telah berhasil dievakuasi mendekati titik penjemputan dan dibawa ke Lanud. Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian.

Tidak Ada Korban Selamat

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafi’i menegaskan bahwa tidak ada korban selamat dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.

“Tidak ada korban selamat. Meski demikian, kami tetap berharap adanya mukjizat hingga seluruh proses pencarian benar-benar selesai,” ujar Syafi’i saat memberikan keterangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus mengakhiri harapan adanya korban yang ditemukan dalam kondisi hidup, seiring ditemukannya seluruh korban.

Daftar Kru dan Penumpang

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut mengangkut total 10 orang yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang. Berikut daftar lengkap korban:

Kru Pesawat:

  • Capt Andy Dahananto (Pilot)

  • Farhan Gunawan (Co-Pilot)

  • Hariadi (Flight Operation Officer/FOO)

  • Restu Adi P (Engineer on Board/EOB)

  • Dwi Murdiono (Engineer on Board/EOB)

  • Florencia Lolita (Flight Attendant)

  • Esther Aprilita S (Flight Attendant)

Penumpang:

  • Deden

  • Ferry

  • Yoga

Dengan ditemukannya seluruh korban, fokus operasi SAR kini beralih pada proses evakuasi lanjutan dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Sementara itu, penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 akan dilakukan oleh otoritas terkait guna mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan tragedi tersebut. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *