Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tinjau Dampak Bencana di Aceh, Mendikdasmen: Sekolah Rusak Berat Dibangun Ulang

Tinjau Dampak Bencana di Aceh, Mendikdasmen: Sekolah Rusak Berat Dibangun Ulang

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (ACEH) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan negara hadir dalam pemulihan layanan pendidikan pascabencana di Provinsi Aceh. Senin (9/2/2026)

Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Aceh Tamiang, Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak sekadar menambal, melainkan membangun ulang sekolah yang rusak berat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, tidak boleh ada lagi sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi tidak layak. Kita pastikan rehabilitasi tuntas bertahap hingga 2026,” tegas Abdul Mu’ti saat meninjau lokasi, Jumat (30/01/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan proses belajar mengajar kembali normal dan aman. Selama masa transisi pembangunan, Kemendikdasmen tetap memfasilitasi kelas darurat lengkap dengan dukungan mebeler agar siswa tidak kehilangan hak belajarnya.

Kucurkan Rp2,4 Triliun

Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp2,4 triliun khusus untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Khusus di Aceh, per 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi tahap pertama. Rinciannya meliputi 93 SMK, 20 SLB, dan 58 SKB/PKBM.

“Total nilai PKS yang telah diproses untuk Aceh saat ini mencapai Rp274,18 miliar. Ini bukti gerak cepat pemerintah bersinergi dengan Dinas Pendidikan Aceh,” jelas Mu’ti.

Sebagai simbol dimulainya pemulihan, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi 53 sekolah di dataran tinggi Gayo yang dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Aceh Tengah, serta peresmian di SMA Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara.

Menteri Jadi Guru

Tak hanya bicara infrastruktur fisik, Abdul Mu’ti juga menyentuh aspek psikososial siswa. Di SMAN 1 Baktiya dan SMPN 22 Takengon, Mendikdasmen masuk ke kelas dan mengajar langsung para siswa.

Momen ini dilakukan untuk memompa kembali semangat belajar siswa dan guru yang sempat terguncang akibat bencana. “Pendidikan bukan hanya soal gedung, tapi soal mental dan harapan masa depan,” ujarnya.

Dampak revitalisasi ini langsung dirasakan pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Timang Gajah, Marhamah, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Dulu keterbatasan sarana menghambat kami. Kini, berkat perhatian Bapak Presiden dan Pak Menteri, kami punya ruang belajar dan laboratorium yang aman. Ini memicu semangat kerja kami,” ungkap Marhamah.

Senada, Kepala SLB Negeri Selinara Angkut, Yusbida, berharap program ini berkelanjutan agar pemerataan fasilitas pendidikan layak di daerah, khususnya bagi siswa berkebutuhan khusus, dapat terwujud. (Published : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less