KBOBABEL.COM – Pernahkah ibu mengalami anak yang susah makan? Meskipun sudah disiapkan berbagai macam makanan, anak malah hanya mau makan itu-itu saja. picky eater adalah hal yang umum terjadi pada anak usia toddler 1 hingga 3 tahun dan seringkali membuat ibu khawatir tentang gizi serta tumbuh kembang anak. picky eater adalah kondisi di mana anak sangat selektif dalam memilih makanan hanya mau makan sedikit jenis makanan menolak untuk mencoba makanan yang baru dan mempunyai kepekaan terhadap tekstur bau bentuk pada makanan. picky eater umumnya terjadi pada saat usia anak-anak. Namun apabila para Ibu terus membiarkan hal ini terjadi dan cenderung menuruti makanan yang hanya diinginkan oleh anak, maka kebiasaan picky eater dapat berlanjut hingga remaja maupun dewasa.
Menurut studi bertajuk “Overcoming picky eating. Eating enjoyment as a central aspect of children’s eating behaviors” di jurnal Appetite, sekitar 14–50 persen anak usia dini menunjukkan perilaku picky eating atau fussy eating ini. National Health Service (NHS) menyebutkan normal jika anak berusia di bawah lima tahun atau balita menolak makan atau merasakan makanan baru. Yang penting anak tetap aktif, tampak sehat, dan berat badannya bertambah. Walau begitu, jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa bertahan hingga dewasa dan meningkatkan risiko malnutrisi.
Mengapa Anak Cenderung Memilih Makanan?
Menjadi picky eater (pilih-pilih makan) adalah bagian dari fase hidup seorang toddler dan hal ini sebagai bagian dari normal. Dalam masa pertumbuhan, anak mengembangkan kebutuhan fisiologis untuk lebih banyak nutrisi yang diikuti dengan tahap neophobia yaitu keengganan untuk mencoba makanan baru atau tidak familiar ketika anak mencoba untuk menegaskan kemerdekaan dan otonomi pada dirinya.
Banyak anak-anak bersikap pilih-pilih makanan bukan hanya karena mereka keras kepala, tetapi juga karena mereka secara alami bereaksi keras terhadap rasa, aroma, dan tampilan makanan. Seiring pertumbuhan mereka, kebutuhan untuk melakukan segala sesuatu sendiri membuat mereka menggunakan makanan untuk mengambil alih, bahkan dengan menolak apa yang diberikan kepada mereka. Cara bertindak ini seringkali diperkuat oleh apa yang mereka lihat di sekitar mereka; ketika orang dewasa pilih-pilih makanan, anak-anak biasanya akan bersikap sama. Tidak diperlihatkan banyak makanan yang berbeda sejak dini saat mulai makan makanan padat juga membuat anak-anak sulit menyukai makanan baru. Selain itu, hal-hal buruk yang terjadi seperti tersedak, muntah, atau dipaksa makan dapat
membuat mereka berpikir buruk tentang makanan, sehingga waktu makan menjadi sesuatu yang ingin mereka hindari.
picky eater terbagi menjadi dua yaitu, picky eater normal yaitu fase dimana anak-anak akan menjalani fase tersebut dengan persentase sekitar 50%, dimana di dalam 50% tersebut terdapat 30% anak yang mengalami picky eater yang tidak normal. picky eater yang normal merupakan kondisi dimana anak lebih suka memakan makanan yang ia sangat sukai seperti contoh memakan telur goreng akibat dari memakan yang terlalu sering anak biasanya menjadi bosan sehingga tidak mau untuk makan telur goreng lagi. Sedangkan picky eater yang tidak normal ditandai dengan beberapa kondisi masalah, yang pertama yaitu masalah kesehatan (TBC,gerd) yang menyebabkan anak mengalami kesusahan untuk makan, masalah sensori (anak yang geli dengan tekstur makanannya), masalah Oromotor (lidah anak tidak bisa memindahkan makanannya), Psikologis (trauma akan dipaksa makan).
Cara Jitu Menghadapi Anak Yang picky eater :
Apakah ibu sudah pernah mendengar metode food chaining? Metode food chaining merupakan trik untuk mengenalkan makanan baru pada anak dengan mengelompokkan makanan berdasarkan gambaran yang sama. Contohnya tekstur, warna, rasa, bentuk dan suhu yang sama yang bertujuan untuk membentuk hubungan antara makanan yang anak sukai dan yang mau ia makan dengan makanan baru yang belum pernah mau ia makan sebelumnya. Hal yang pertama harus ibu lakukan yaitu dengan membuat list makanannya terlebih dahulu apabila perlu ditulis, supaya Ibu bisa mengelompokkan dan tidak merasa bingung pada saat melakukan metode food chaining. Ataupun Ibu bisa membuat kelompok-kelompok makanan berdasarkan kelompok pangan misalnya karbohidrat jenis makanan karbohidrat apa saja yang anak mau makan misalnya (nasi, mie, ubi), protein dari (ikan goreng, telur rebus). Sebagai contoh misalnya ibu mau mengenalkan ikan goreng namun, anak ini lebih suka dengan nugget ayam (fast food). Jadi bagaimana cara mengenalkannya pada anak?. Jadi caranya ibu bisa membuat sebuah bagan misalnya nugget ayam (fast food) ini diganti dengan nugget ayam buatan sendiri, kemudian ibu kenalkan lagi dengan nugget ikan buatan sendiri, kenalkan secara perlahan sampai akhirnya anak yang awalnya hanya suka nugget ayam kini menjadi suka dengan ikan goreng. Cara ini juga bisa digunakan di berbagai jenis makanan yang ibu mau kenalkan pada anak-anak. Ibu juga harus menghindari sikap memaksa anak saat makan, karena perilaku tersebut bisa menyebabkan anak trauma akan makan, sehingga nafsu makan si anak ini menjadi menurun. (Red)














