Pemancing Tewas Terseret Ombak di Bangka Selatan Saat Berusaha Selamatkan Teman

Tim SAR Evakuasi Jasad Pemancing yang Hanyut di Perairan Gunung Namak, Bangka Selatan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG)Aksi heroik seorang pemancing muda di Kabupaten Bangka Selatan, Ridho (23), berakhir tragis setelah ia ditemukan meninggal dunia usai terseret arus laut di perairan Pantai Gunung Namak. Tim SAR Gabungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi jasad korban pada Kamis (16/10/2025) pagi setelah melakukan pencarian intensif sejak Rabu sore. 

“Alhamdulillah, pagi ini korban berhasil ditemukan walau dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang, Made Oka Astawa, di Pangkalpinang, Kamis (16/10).

banner 336x280

Menurut Made, laporan mengenai kejadian itu diterima Kantor SAR Pangkalpinang pada Rabu (15/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Informasi awal datang dari warga setempat yang melaporkan adanya dua orang pemancing terseret ombak saat memancing di sekitar bebatuan Pantai Gunung Namak, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan.

Dari hasil keterangan saksi bernama Ilham, yang merupakan rekan korban, peristiwa itu berawal saat keduanya mencoba menyeberang ke area bebatuan di seberang pantai untuk mencari lokasi memancing yang lebih baik. Namun, keduanya tidak bisa berenang dan tiba-tiba terpeleset akibat ombak besar.

“Korban sempat berdiri di atas batu karang, tetapi ketika melihat rekannya terseret arus, ia spontan berusaha menolong. Sayangnya, upaya itu justru membuat korban terseret ombak dan tenggelam ke tengah laut,” jelas Made.

Ilham yang selamat kemudian segera menghubungi keluarga dan warga sekitar untuk meminta bantuan. Tak lama berselang, laporan resmi diterima oleh Kantor SAR Pangkalpinang, dan tim penyelamat langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Basarnas mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR (USS) Toboali, lengkap dengan peralatan pencarian air dan dukungan logistik. Lokasi pencarian ditetapkan berdasarkan koordinat 3°6’30.38″S, 106°31’51.72″E, yang merupakan titik terakhir korban terlihat.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Pangkalpinang, Damkar Toboali, BPBD Toboali, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat. Tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai hingga ke area laut menggunakan perahu karet Basarnas dan speedboat Polairud.

Namun, pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi gelap dan jarak pandang yang terbatas. Tim tetap berjaga dan melanjutkan pemantauan di area pesisir hingga dini hari untuk memastikan tidak ada tanda-tanda korban terbawa arus lebih jauh.

“Pukul 05.30 WIB, korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Made.

Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Evakuasi berjalan lancar dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar yang ikut membantu sejak awal pencarian.

Made Oka Astawa menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di pesisir, agar lebih berhati-hati terhadap kondisi cuaca dan ombak tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mempergunakan alat keselamatan seperti pelampung. Jangan memaksakan diri bila kondisi ombak sedang besar,” pesan Made.

Pantai Gunung Namak diketahui merupakan salah satu lokasi favorit bagi warga Toboali untuk memancing maupun bersantai di akhir pekan. Namun, kawasan tersebut juga dikenal memiliki arus laut yang cukup kuat, terutama saat angin timur berhembus.

Warga sekitar mengaku peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemancing dan wisatawan untuk selalu waspada terhadap kondisi alam.

“Ombak di sini kadang tiba-tiba besar, apalagi kalau sore menjelang malam. Harus hati-hati,” ujar warga setempat, Baharudin.

Dengan ditemukannya jasad Ridho, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup. Tim SAR Gabungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi korban berlangsung dengan aman dan lancar. (Sumber : VOI, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *