KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Selain menyiapkan bantuan seragam sekolah gratis untuk tahun ajaran 2026/2027, pemerintah kota juga menghadirkan program Tabungan Pelajar yang dapat dimanfaatkan siswa untuk memenuhi berbagai kebutuhan sekolah. Kamis (9/7/2026)
Program tersebut diharapkan mampu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan peserta didik memiliki perlengkapan belajar yang memadai saat memasuki tahun ajaran baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, mengatakan program Tabungan Pelajar merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan Bank Sumsel Babel.
Melalui kerja sama tersebut, siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu akan memperoleh bantuan dalam bentuk saldo tabungan yang dapat digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Kalau seragam sekolah kami berikan langsung dalam bentuk seragam. Tetapi untuk kebutuhan lain seperti tas, sepatu, buku, dan alat tulis akan diberikan melalui Tabungan Pelajar yang bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel,” kata Darwin, Kamis (9/7/2026).
Menurut Darwin, pola bantuan dalam bentuk tabungan dipilih agar penyaluran bantuan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, kebutuhan setiap peserta didik berbeda-beda. Ada siswa yang sudah memiliki tas sekolah tetapi membutuhkan sepatu baru, sementara siswa lainnya justru memerlukan buku, alat tulis, atau perlengkapan belajar lainnya.
Karena itu, pemerintah memilih memberikan bantuan dalam bentuk saldo tabungan sehingga orang tua maupun siswa dapat menentukan sendiri barang yang paling dibutuhkan.
“Karena kami tidak tahu kebutuhan masing-masing anak, maka bantuan itu kami berikan dalam bentuk tabungan. Nanti mereka bisa menarik uangnya untuk membeli perlengkapan sekolah yang memang dibutuhkan,” ujarnya.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat secara maksimal dan tidak menimbulkan pemborosan akibat pemberian barang yang belum tentu dibutuhkan seluruh penerima.
Selain memberikan fleksibilitas kepada penerima manfaat, sistem tabungan juga dinilai lebih praktis dalam proses penyaluran bantuan.
Pemerintah bersama pihak perbankan akan membuka rekening bagi peserta didik penerima bantuan sehingga dana dapat disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing.
Darwin mengatakan hingga saat ini besaran bantuan yang akan diterima setiap siswa masih dalam tahap pembahasan.
Pemerintah Kota Pangkalpinang masih melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Sumsel Babel, guna menentukan nominal yang dianggap ideal dan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
“Nominalnya masih dalam pembahasan karena masih proses rapat koordinasi, jadi belum bisa kami sampaikan sekarang,” jelasnya.
Ia memastikan setelah seluruh pembahasan selesai, pemerintah akan segera mengumumkan besaran bantuan beserta mekanisme penyalurannya kepada masyarakat.
Program ini menjadi pelengkap kebijakan bantuan seragam sekolah gratis yang sebelumnya telah disiapkan Pemkot Pangkalpinang untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu menghadapi tahun ajaran baru.
Dengan adanya dua bentuk bantuan tersebut, pemerintah berharap hambatan ekonomi tidak lagi menjadi alasan bagi anak-anak untuk tidak memperoleh pendidikan yang layak.
Darwin menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mengurangi beban biaya yang harus ditanggung orang tua.
Tidak hanya berorientasi pada bantuan pendidikan, program Tabungan Pelajar juga dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter, khususnya dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini.
Menurut Darwin, setelah dana bantuan digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, rekening tabungan tersebut tetap dapat dimanfaatkan oleh peserta didik sebagai rekening pribadi.
Dengan demikian, siswa diharapkan mulai mengenal pentingnya menabung, mengatur pengeluaran, serta menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk kebutuhan di masa mendatang.
“Harapannya, tabungan ini tidak hanya dipakai untuk membeli kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi awal bagi anak-anak untuk belajar menabung sejak dini,” katanya.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
Melalui kepemilikan rekening sejak dini, peserta didik diharapkan semakin terbiasa menggunakan layanan perbankan secara bijak dan memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.
Di sisi lain, keberadaan Tabungan Pelajar juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa dalam memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah.
Dengan menentukan sendiri kebutuhan yang akan dibeli, siswa diharapkan lebih memahami skala prioritas dan belajar menggunakan dana secara efektif.
Pemkot Pangkalpinang menargetkan program bantuan seragam gratis dan Tabungan Pelajar dapat mulai direalisasikan bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran 2026/2027.
Melalui dua program tersebut, pemerintah berharap seluruh peserta didik, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan lebih percaya diri karena telah memiliki perlengkapan sekolah yang memadai.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, program ini juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, serta menciptakan generasi muda yang lebih mandiri dan cerdas dalam mengelola keuangan sejak usia sekolah. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)













