KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menghadiri pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang digelar di halaman parkir Bangka City Hotel, Rabu (8/7/2026) malam. Kamis (9/7/2026)
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri ratusan masyarakat dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus perayaan keberagaman melalui berbagai kegiatan sosial, bazar UMKM, pertunjukan seni, hingga pencarian bakat bagi generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua Dekranasda Kota Pangkalpinang Susanti, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pengurus INTI Pusat, pengurus INTI Bangka Belitung, kepala perangkat daerah, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memadati area bazar dan panggung hiburan.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Prof. Udin menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga besar INTI Bangka Belitung atas usia organisasi yang memasuki tahun ketiga.
Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang.
“Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang dan seluruh masyarakat Pangkalpinang, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada INTI Bangka Belitung dalam peringatan hari ulang tahunnya yang ketiga tahun 2026 ini,” ujar Prof. Udin.
Menurutnya, selama tiga tahun terakhir INTI Bangka Belitung telah menunjukkan kiprah yang positif melalui berbagai program sosial dan kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Berbagai kegiatan yang digagas organisasi tersebut dinilai tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Prof. Udin memberikan apresiasi kepada Ketua INTI Bangka Belitung Hendi Suwandi beserta seluruh jajaran pengurus yang dinilai berhasil membawa organisasi semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai kepengurusan INTI Babel tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, tetapi juga mulai memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda melalui berbagai ajang kreativitas.
Dalam rangkaian HUT ke-3 INTI Babel, misalnya, digelar sejumlah perlombaan dan pencarian bakat di bidang seni, menyanyi, hingga fashion yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Menurut Prof. Udin, kegiatan semacam itu menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
“Kegiatan pencarian bakat seperti seni, menyanyi, dan fashion merupakan langkah yang sangat baik. Anak-anak kita memiliki ruang untuk menunjukkan kreativitas dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Selain mendukung pengembangan sumber daya manusia, rangkaian HUT INTI Babel juga menghadirkan bazar UMKM yang diikuti puluhan pelaku usaha lokal.
Berbagai produk kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga produk unggulan khas Bangka Belitung dipasarkan kepada masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Prof. Udin menilai keberadaan bazar tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mendapat kesempatan memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Kegiatan seperti bazar pada malam hari ini memberikan dampak yang luar biasa, terutama dampak ekonomi kepada usaha-usaha kecil dan menengah yang ada di Kota Pangkalpinang maupun di Bangka Belitung,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang melibatkan pelaku UMKM.
Menurutnya, semakin banyak ruang promosi dan pemasaran yang tersedia bagi pelaku usaha lokal, semakin besar pula peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah siap bersinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun komunitas yang ingin menyelenggarakan kegiatan produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami memberikan dorongan dan tentunya apa yang bisa kami bantu dari Pemerintah Kota Pangkalpinang sehingga kegiatan bazar, UMKM, festival, dan kegiatan ekonomi masyarakat semakin hari semakin aktif,” katanya.
Prof. Udin meyakini aktivitas masyarakat yang terorganisasi dengan baik akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Tidak hanya meningkatkan transaksi jual beli, kegiatan seperti festival dan bazar juga mampu menggerakkan sektor jasa, kuliner, transportasi, hingga pariwisata lokal.
“Ketika ada kegiatan-kegiatan dan aktivitas masyarakat yang terorganisir dan terstruktur, pasti akan menimbulkan peningkatan ekonomi dan pergerakan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun perekonomian daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia berharap INTI Bangka Belitung terus mempertahankan semangat kebersamaan serta memperluas program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-3 INTI Bangka Belitung juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat Bangka Belitung.
Dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan aspek sosial, budaya, ekonomi, dan pengembangan generasi muda, perayaan HUT INTI Babel diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan kreativitas masyarakat, serta memperkuat semangat persatuan di Negeri Serumpun Sebalai. (Budi Yanto/KBO Babel)

















