“Saya Mayor, Bukan Kapten”: Wahyu Klarifikasi Namanya Diseret ke Tambang Ilegal Bangka Tengah

Nama “Wahyu” Mencuat di Tambang Merbuk, Akui Mayor Aktif Tapi Bantah Terlibat Tambang Ilegal

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Aktivitas tambang timah ilegal di kawasan Merbuk, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan. Di tengah ramainya suara mesin Ponton Isap Produksi (PIP) yang beroperasi di wilayah Merbuk, Kenari, dan Pungguk, muncul nama seorang oknum yang disebut-sebut berasal dari kalangan militer, yakni “Wahyu”. Selasa (28/10/2025)

Beberapa sumber di lapangan menyebut adanya sosok “Kapten Wahyu” yang diduga ikut bermain dalam aktivitas tambang timah ilegal di bekas wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Koba Tin. Namun, belakangan muncul klarifikasi dari pihak yang bersangkutan, yang membantah tudingan tersebut.

banner 336x280

“Izin Bang, mohon dibantu klarifikasi terkait hal-hal yang mungkin mencatut nama saya tapi beda pangkat. Karena status saya di sini cuma cuti,” ujar seseorang yang mengaku Mayor Wahyu saat dikonfirmasi tim media ini, Selasa (28/10/2025).

Menurut pengakuannya, dirinya sedang mengambil cuti karena istrinya—yang merupakan warga asli Koba—baru saja melahirkan. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di kawasan Merbuk.

“Nama kami bukan Kapten Wahyu. Kami Mayor Wahyu, dan tidak pernah menjadi pengurus lokasi tambang itu,” tegasnya.

Wahyu menjelaskan bahwa ia saat ini masih berstatus sebagai anggota aktif TNI dan telah berdinas di Papua selama 12 tahun. Ia pun membenarkan sempat diajak untuk ikut berinvestasi di bidang pertambangan, tetapi menolak dengan alasan tidak memiliki modal dan masih fokus mendampingi keluarga.

“Pernah diajak dalam arti disuruh modal untuk bergerak di bidang timah, tapi saya bilang kalau saat ini tidak bisa karena fokus lahiran dan status saya belum pindah satuan,” jelasnya.

Meski demikian, di lapangan masih terdengar kabar adanya “ponton Wahyu” yang disebut-sebut tetap beroperasi meski sempat dilakukan penertiban beberapa waktu lalu. Narasumber lain menyebut ponton tersebut kini dikelola oleh seseorang yang dikenal dengan julukan “Tokek Simper”, sosok yang disebut menjadi koordinator lapangan tambang di wilayah itu.

Sejumlah pihak mendesak agar dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang ilegal ini segera ditelusuri oleh Polisi Militer (POM) TNI. Mereka menilai klarifikasi resmi dari institusi TNI sangat dibutuhkan untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI terkait klarifikasi Mayor Wahyu maupun dugaan keterlibatan aparat dalam aktivitas tambang di kawasan Merbuk, Kenari, dan Pungguk. Aktivitas tambang di wilayah tersebut sendiri masih berlangsung, tanpa penindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Publik kini menunggu langkah nyata dari pihak berwenang, baik dari kepolisian maupun institusi militer, untuk memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu. (Sumber: Suaranusantara.online, Editor: KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *