Sempat Hilang Terseret Arus, Aditya Ditemukan Meninggal di Pantai Teluk Uber

Nelayan Temukan Jasad Pemuda yang Hilang di Pantai Teluk Uber, Operasi SAR Ditutup

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – Misteri hilangnya Aditya (19), seorang pemuda yang dilaporkan terseret arus di Pantai Teluk Uber, Kabupaten Bangka, akhirnya terjawab. Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban pada Rabu (pagi), sekaligus mengakhiri operasi pencarian di perairan tersebut. Rabu (14/1/2026)

Aditya sebelumnya dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di Pantai Teluk Uber. Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Pangkalpinang, TNI, Polri, nelayan setempat, serta unsur masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menyisir area laut dan pesisir pantai. Upaya pencarian dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang laut.

banner 336x280

Penemuan jasad korban menjadi titik terang sekaligus kabar duka bagi pihak keluarga yang sejak awal menunggu dengan penuh harap. Jasad Aditya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar Pantai Teluk Uber, tidak jauh dari lokasi awal korban dilaporkan terseret arus laut.

Informasi awal penemuan korban berasal dari seorang nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Nelayan tersebut melihat sesosok tubuh mengapung di permukaan air laut, sekitar 50 meter dari titik awal insiden. Menyadari hal tersebut, nelayan segera melaporkan temuannya kepada Tim SAR Gabungan yang tengah bersiaga di sekitar pantai.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan bergerak cepat menuju lokasi penemuan. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah Aditya, pemuda yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret ombak.

Proses evakuasi jasad korban dilakukan pada pukul 06.30 WIB menggunakan perahu karet jenis Landing Craft Rubber (LCR) milik Basarnas. Petugas SAR mengevakuasi korban dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi gelombang laut yang masih cukup tinggi pada pagi hari.

Meski menghadapi tantangan cuaca, proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antar unsur SAR. Setelah berhasil dibawa ke daratan, jasad Aditya selanjutnya dievakuasi menuju rumah duka yang berada di Kelurahan Keramat, Kota Pangkalpinang, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan korban dan menyampaikan bahwa operasi SAR resmi dihentikan setelah jasad korban ditemukan.

“Alhamdulillah, korban yang dilaporkan tenggelam kemarin telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah korban dievakuasi, operasi SAR kami nyatakan selesai dan ditutup,” ujar Mikel.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari personel Basarnas, TNI, Polri, nelayan, relawan, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

“Terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah terlibat. Sinergi ini sangat membantu kelancaran operasi SAR hingga korban dapat ditemukan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Mikel mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pesisir dan laut, terutama ketika kondisi cuaca tidak bersahabat. Ia mengingatkan bahwa arus laut dan gelombang dapat berubah sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri beraktivitas di laut jika kondisi cuaca tidak mendukung,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di laut maupun wilayah perairan lainnya. Masyarakat dapat menghubungi layanan SAR melalui Call Center 115 atau nomor 0811-7810-115 yang aktif selama 24 jam.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dan kesadaran akan keselamatan saat berada di kawasan pantai dan laut. Duka mendalam pun menyelimuti keluarga Aditya, sementara masyarakat diimbau untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Sumber : Sorotan Bangka.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *