Tragedi di Laut Bangka: Pemancing Meninggal, Tim SAR Evakuasi Jenazah

Agung Mulyana Meninggal Saat Memancing, Tim SAR Amankan Jenazah di Dermaga TPI Pangkalbalam

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seorang pemancing bernama Agung Mulyana (27) yang meninggal dunia saat berada di atas kapal di Perairan Pantai Tanjung Pesona, Kabupaten Bangka, pada Senin (15/12/2025). Jenazah korban berhasil dibawa ke dermaga dan diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Selasa (16/12/2025)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa operasi evakuasi dimulai dari laporan darurat medis yang diterima tim SAR. Rekan korban menginformasikan bahwa Agung mengalami kondisi kritis di tengah laut, sementara lokasi kejadian berada di area tanpa sinyal atau blank spot.

banner 336x280

Peristiwa tragis ini bermula saat Agung bersama tiga rekannya berangkat memancing dari Dermaga TPI Pangkalbalam menuju fishing ground di Perairan Tanjung Pesona pada Minggu (14/12/2025) pukul 09.00 WIB. Sepanjang perjalanan, aktivitas memancing berjalan normal hingga malam hari, ketika korban mengeluhkan sakit dada dan sesak napas.

“Korban sempat menggunakan minyak angin untuk meredakan gejala sesaknya dan memutuskan tidur sementara rekan-rekannya melanjutkan aktivitas memancing,” ujar Mikel.

Keesokan paginya, pada pukul 07.00 WIB, rekan-rekan korban membangunkan Agung, namun tubuhnya sudah kaku dan tidak merespons. Menyadari kondisi darurat di tengah laut, rekan korban segera memindahkan kapal mendekati Pantai Tanjung Pesona untuk memperoleh sinyal dan menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang guna meminta bantuan evakuasi.

Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue diberangkatkan menggunakan kapal cepat RBB (Rigid Buoyancy Boat) milik Basarnas menuju koordinat 1° 52.168’S 106° 20.866’E. Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Rescuer Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, Satpolairud Polres Pangkalpinang, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK).

Setibanya di lokasi, tim medis dari BKK segera melakukan pemeriksaan fisik terhadap korban. Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah Agung dievakuasi ke kapal Basarnas dan dibawa menuju Dermaga TPI Pangkalbalam.

Di dermaga, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Mikel Rachman Junika menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini.

“Terima kasih kepada segenap unsur SAR Gabungan yang telah mendukung pelaksanaan operasi ini. Dengan selesainya proses evakuasi, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup,” kata Mikel.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut, terutama pemancing dan nelayan, agar selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, membawa peralatan komunikasi dan obat-obatan darurat sangat disarankan agar kondisi kritis dapat segera ditangani.

Operasi SAR ini menunjukkan kesiapsiagaan tim gabungan dalam menangani insiden di laut, termasuk kondisi darurat medis di area tanpa sinyal. Koordinasi antara Basarnas, kepolisian, dan instansi terkait terbukti efektif dalam mengevakuasi korban dengan cepat dan aman.

Kakansar Pangkalpinang juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan aktivitas memancing atau berlayar jika mengalami gejala sakit atau kelelahan. Kesadaran akan protokol keselamatan di laut menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. (Sumber : RRI, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *