Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Tanjung Merun Diperluas hingga 20 Mil Laut

Nelayan Pancing Hilang di Laut Tanjung Merun, Tim Gabungan SAR Kerahkan Semua Peralatan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) — Operasi pencarian terhadap nelayan pancing bernama Sukri (48), warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, terus dimaksimalkan oleh Tim SAR Gabungan. Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (17/12/2025), area penyisiran resmi diperluas hingga radius 20 nautical mile dari titik lokasi kejadian perkara (LKP) di Perairan Tanjung Merun.

Perluasan area pencarian dilakukan setelah upaya pada hari pertama belum membuahkan hasil. Langkah tersebut diambil berdasarkan prosedur standar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di laut, khususnya untuk kasus orang jatuh ke laut atau man over board (MOB), yang diduga dialami oleh korban.

banner 336x280

Komandan Pos Unit Siaga SAR Toboali, Afrian Nur Fajar, mengatakan perluasan area pencarian mempertimbangkan berbagai faktor alam yang dapat memengaruhi pergerakan korban di laut. Faktor tersebut meliputi arah dan kecepatan arus, kecepatan angin, serta kondisi cuaca selama operasi berlangsung.

“Memasuki hari kedua, area pencarian kami perluas hingga 20 nautical mile dengan mempertimbangkan arah arus, kecepatan angin, serta kondisi cuaca di perairan,” ujar Afrian Nur Fajar kepada awak media, Rabu (17/12/2025).

Menurut Afrian, Tim SAR menilai terdapat kemungkinan besar korban terbawa arus laut menjauh dari titik awal kejadian. Oleh karena itu, pencarian tidak lagi terfokus pada satu titik, melainkan diperluas ke sejumlah sektor perairan di sekitar Tanjung Merun. Lokasi kejadian perkara berada pada koordinat 03°2.933’ Lintang Selatan dan 106°54.940’ Bujur Timur.

Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi area menjadi beberapa sektor penyisiran. Pembagian sektor dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan lebih sistematis dan menyeluruh, sekaligus memaksimalkan jangkauan pengamatan di lapangan.

Sejumlah sarana dan prasarana kembali dikerahkan dalam operasi pencarian ini. Di antaranya Kapal Polisi KP 1302 Type C3 milik Polairud, Rescue Car Dmax Type II, serta peralatan navigasi dan komunikasi. Penyisiran dilakukan dengan pola pencarian tertentu yang disesuaikan dengan kondisi gelombang, jarak pandang, dan keselamatan personel.

Berdasarkan laporan cuaca saat operasi berlangsung, kondisi perairan Tanjung Merun terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 12 knot yang bertiup dari arah barat ke timur. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar perhitungan perluasan area pencarian, mengingat arah angin dan arus berpotensi membawa korban menjauh dari lokasi awal.

“Dengan kondisi arus dan angin seperti ini, korban bisa saja terbawa cukup jauh dari titik awal, sehingga area pencarian harus diperluas,” jelas Afrian.

Kronologi Hilangnya Korban

Peristiwa hilangnya Sukri bermula saat korban melakukan aktivitas melaut menggunakan KM Sinar Surya. Informasi awal terkait kecelakaan laut tersebut diterima oleh Kantor SAR Pangkalpinang pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Laporan pertama disampaikan oleh perangkat Desa Pasir Putih.

Afrian Nur Fajar menjelaskan, kejadian diduga berlangsung pada dini hari ketika korban sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Tanjung Merun. Korban berangkat melaut pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB dari Pantai Pasir Putih bersama satu kapal nelayan lain milik Amir.

Kedua kapal tersebut menuju fishing ground di perairan Tanjung Merun. Namun pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 01.00 WIB, kapal milik Amir mendekati KM Sinar Surya dengan jarak kurang lebih 50 meter. Saat itu, Amir tidak melihat keberadaan Sukri di atas kapal.

“Menyadari korban tidak ada di kapal, saksi langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban tidak ditemukan,” ungkap Afrian.

Setelah upaya pencarian awal tidak membuahkan hasil, Amir kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Unit Siaga SAR Toboali segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 26 nautical mile dengan radial 97 derajat dari Unit Siaga SAR Toboali. Koordinasi cepat dilakukan dengan perangkat desa serta instansi terkait guna menyusun strategi pencarian di lapangan.

“Kami langsung melaksanakan operasi pencarian menggunakan sarana laut bersama unsur SAR terkait setelah koordinasi dilakukan,” kata Afrian.

Unsur SAR Gabungan

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi. Selain Basarnas melalui Unit Siaga SAR Toboali, operasi ini juga melibatkan Satpolairud Polres Bangka Selatan, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, PB-Damkar Bangka Selatan, BPBD Bangka Selatan, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.

Kepala Satpolairud Polres Bangka Selatan, Iptu Mulia Renaldi, mengatakan pihaknya menerima laporan orang hilang pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah laporan diterima, aparat kepolisian bersama instansi terkait langsung bergerak melakukan pencarian.

“Sekira pukul 09.00 WIB kami menerima laporan adanya nelayan pancing yang hilang. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dan turun ke lapangan,” ujar Mulia Renaldi.

Pencarian difokuskan di sekitar perairan Tukak Sadai dan wilayah sekitar koordinat yang dilaporkan. Selain penyisiran laut menggunakan armada, pemantauan juga dilakukan di sepanjang garis pantai untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke pesisir.

Hingga berita ini diturunkan, korban Sukri belum ditemukan. Operasi SAR dipastikan akan terus dilanjutkan dengan memperluas area pencarian sesuai prosedur dan perkembangan kondisi di lapangan.

Tim SAR Gabungan mengimbau kepada seluruh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan Tanjung Merun agar tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Selain itu, aparat juga mengingatkan nelayan dan pemancing untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan alat keselamatan, serta memberi tahu keluarga atau rekan sebelum melaut guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *