Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka » Tambang Timah Ilegal Jade Bahrin Kisruh, Nama Oknum Aparat dan Wartawan Diseret

Tambang Timah Ilegal Jade Bahrin Kisruh, Nama Oknum Aparat dan Wartawan Diseret

  • account_circle putri utami
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – Ratusan unit tambang timah ilegal kembali beroperasi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jade Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Aktivitas ini berlangsung pada Senin (22/9/2025) pagi, meski jelas-jelas bertentangan dengan hukum dan berpotensi merusak lingkungan. Selasa (23/9/2025)

Pantauan media di lapangan memperlihatkan deretan ponton apung berjejer di sepanjang aliran sungai. Suara mesin penyedot pasir timah meraung-raung, menandakan aktivitas tambang berjalan tanpa rasa takut meskipun statusnya ilegal. Keberadaan tambang tersebut juga mengganggu aktivitas nelayan dan warga yang selama ini memanfaatkan sungai untuk mencari ikan, kepiting, serta udang.

Kisruh di Lapangan

Informasi mengenai aktivitas tambang ilegal ini sebelumnya disampaikan oleh seorang pria bernama Candra. Melalui sambungan telepon kepada media sekitar pukul 07.00 WIB, Candra meminta agar pemberitaan soal tambang tersebut “dihandle” terlebih dahulu karena kondisi di lapangan tengah memanas.

“Saya ini kan ada ponton kerja di situ, ada yah As telepon, soalnya tadi dia marah-marah. Tolonglah handle dulu berita itu, nanti saya negosiasi dengan masyarakat,” kata Candra.

Candra, yang juga dikenal berprofesi dan mengaku sebagai wartawan, bahkan meminta agar rekaman pemberitaan mengenai tambang ilegal itu dihapus dari grup-grup media. Ia berdalih, kondisi sedang kisruh karena masyarakat marah dan nama seorang oknum aparat ikut dibawa-bawa.

“Jadi ku minta tolong, tolong di-cancel dulu. Kalau sudah kerja bisa lah saya atur. Sekarang paling banyak 50 unit, mungkin tidak sampai. Kemarin kami stop karena ada razia, tolong yah berita itu dihapus dulu,” ujar Candra.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penambang yang beroperasi di lokasi bisa ditemui melalui seseorang bernama Sadiman yang berada di pos penjagaan tambang.

Dugaan Keterlibatan Oknum

Dalam percakapan itu, Candra juga menyebut nama seorang oknum anggota TNI berinisial As. Namun saat dikonfirmasi, As membantah keras tuduhan tersebut.

“Saya tidak pernah ada di situ, keterlibatan saya itu tidak benar. Mereka itu bawa-bawa nama saya saja. Sudah aku tegaskan ke masyarakat, jangan bawa nama ku, aku dak mau ikut campur,” kata As.

As menegaskan, dirinya tidak memiliki kepentingan apa pun di tambang tersebut. Menurutnya, masyarakat yang bersikeras ingin tetap menambang di lokasi itulah yang menyebabkan situasi memanas.

“Setau ku masyarakat yang nek berkeras mau begawe di situ bang. Ya, pada intinya kita dak pacak ngelarang. Hanya ku madah kalau ikak nak begawe silahkan, ku dak de urusan ku dan tidak mau terlibat,” tambahnya.

Koordinator Lapangan dan Kolektor Timah

Dari keterangan warga setempat, aktivitas tambang ilegal di DAS Jade Bahrin diduga terkoordinasi dengan rapi. AK (42), warga Jade Bahrin, menyebut ada beberapa pihak yang ikut bermain, mulai dari oknum aparat hingga sosok yang mengaku wartawan.

“Ada wartawan juga di sini dapat jatah Rp 2 ribu per kilogram, namanya Candra. Sementara dari oknum TNI-nya namanya As,” kata AK.

Lebih jauh, AK mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan di lapangan dikendalikan oleh seorang kolektor timah berinisial Kamal. Kamal disebut-sebut merupakan kaki tangan dari seorang bos alat berat terbesar di Kabupaten Bangka berinisial Hfu.

“Ini semua Hfu yang atur, tapi tidak tahu benar atau tidaknya. Semua itu Kamal yang tahu. Karena di lapangan yang beli timahnya Kamal dengan harga Rp135 ribu ke penambang,” jelasnya.

Informasi serupa juga disampaikan oleh AM, warga lainnya. Ia menyebutkan ada beberapa nama lain yang ikut menampung timah hasil tambang ilegal tersebut.

“Yang nampung timah itu ada Milui sama Rungul. Nanti juga ada grup baru, Buyung, warga Kabupaten Bangka. Harga yang dibeli sekitar Rp135 ribu per kilogram. Jadi penambang langsung setor ke mereka,” ungkap AM.

Ancaman Kerusakan Lingkungan

Selain persoalan hukum, aktivitas tambang apung ini juga menimbulkan kekhawatiran besar terhadap lingkungan. Sungai Jade Bahrin dikenal sebagai habitat buaya ganas. Dengan adanya aktivitas tambang, ekosistem perairan semakin terganggu, bahkan meningkatkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar.

Sedimentasi akibat pengerukan pasir timah dikhawatirkan mencemari air sungai. Padahal, sungai tersebut sehari-hari dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti menangkap ikan dan udang.

“Kalau dibiarkan terus, bukan hanya lingkungan yang rusak, tapi juga bisa timbul konflik sosial. Bahkan bisa terjadi konflik antara buaya dengan manusia,” kata seorang warga.

Dugaan Adanya Jaringan Terstruktur

Keberadaan ratusan ponton di sungai ini sebenarnya sangat mencolok. Namun hingga kini, aktivitas tambang ilegal tetap berjalan seakan tanpa hambatan. Dugaan pun muncul bahwa ada jaringan terstruktur yang membekingi kegiatan tersebut.

Mulai dari penambang di lapangan, pengepul atau kolektor, hingga oknum yang mengaku wartawan serta disebut-sebutnya nama aparat keamanan.

Masyarakat Jade Bahrin berharap pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga TNI bisa bersikap tegas. Selain menertibkan tambang ilegal, warga juga meminta agar jaringan kolektor dan pihak-pihak yang diduga membekingi kegiatan ini diusut tuntas.

“Kalau hanya penambang kecil yang ditindak, sementara kolektor besar dibiarkan, masalah ini tidak akan selesai. Harus dari hulu ke hilir ditertibkan,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Aktivitas tambang ilegal di DAS Jade Bahrin kini menjadi sorotan karena menyangkut banyak aspek: hukum, lingkungan, sosial, hingga integritas aparat. Tanpa penanganan serius, bukan hanya ekosistem sungai yang rusak, tetapi juga wibawa negara dalam menegakkan hukum akan dipertaruhkan. (Sumber: jejakkasusmisterius.com, Editor: KBO Babel)

  • Penulis: putri utami

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPMS dan Profesionalisme Pers Digital: Pedoman yang Wajib Dipahami Wartawan

    PPMS dan Profesionalisme Pers Digital: Pedoman yang Wajib Dipahami Wartawan

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Perkembangan media siber yang begitu cepat menuntut wartawan dan pengelola media tidak hanya piawai menyajikan informasi secara cepat, tetapi juga memahami aturan yang menjadi landasan dalam setiap pemberitaan. Rabu (26/8/2026) Salah satu pedoman penting yang wajib dipahami insan pers adalah Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS). Pedoman ini menjadi acuan dalam menjalankan […]

  • Penggerebekan Tambang Ilegal Tanjung Ratu, Polisi Amankan 10 Mesin Tambang

    Penggerebekan Tambang Ilegal Tanjung Ratu, Polisi Amankan 10 Mesin Tambang

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Air Anyir) – Aktivitas tambang timah ilegal kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bangka. Kawasan Hutan Lindung Tanjung Ratu, Air Anyir, Kecamatan Merawang, digerebek oleh polisi, Rabu sore (21/1/2026), setelah lama menjadi lokasi operasi tambang ilegal yang kerap luput dari pengawasan aparat penegak hukum. Kamis (22/1/2026) Informasi yang dihimpun tim redaksi, sejak lama tambang […]

  • RDP Bahas Pemotongan TPP, BPKAD Sebut Bisa Hemat Rp42 Miliar

    RDP Bahas Pemotongan TPP, BPKAD Sebut Bisa Hemat Rp42 Miliar

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) – Rencana pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bangka Barat kembali mencuat dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Bangka Barat dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Senin (8/9/2025) malam. Selasa (9/9/2025) Rapat yang digelar secara tertutup tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD […]

  • Aliansi Relawan Prabowo Gibran Akan Gelar Konsolidasi Akbar Agustus 2025, Bahas Capaian Keberhasilan dan Evaluasi Pemerintah

    Aliansi Relawan Prabowo Gibran Akan Gelar Konsolidasi Akbar Agustus 2025, Bahas Capaian Keberhasilan dan Evaluasi Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Sekitar 72 Organisasi Relawan Prabowo Gibran tergabung dalam Aliansi Relawan Prabowo Gibran (ARPG) akan menggelar ‘Konsolidasi Akbar Relawan’. Rencananya kegiatan penting ini akan dilaksanakan, Agustus 2025 mendatang dengan mendatangkan seluruh Ketua Umum dan Sekjen Relawan Prabowo Gibran. Rabu (11/6/2025) Hal ini disampaikan Syafrudin Budiman, SIP Ketua Umum Barisan Pembaharuan 08 yang […]

  • Nuklir Dalam Peta Diplomasi Energi Masa Kini

    Nuklir Dalam Peta Diplomasi Energi Masa Kini

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM – Setiap era memiliki sumber kekuatan baru. Dulu kekuatan ekonomi ditentukan oleh siapa yang memiliki minyak, namun kini peta dunia bergeser dan energi bersih menjadi kunci geopolitik abad ke-21. Di tengah perubahan ini, energi nuklir kembali muncul sebagai sumber daya strategis, bukan hanya untuk listrik, tetapi juga untuk kedaulatan dan posisi global sebuah […]

  • Pemkab Bangka Barat Dorong Bidan Tempuh S1 Demi Pelayanan Kesehatan Berkualitas

    Pemkab Bangka Barat Dorong Bidan Tempuh S1 Demi Pelayanan Kesehatan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Mentok) – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Bangka Barat) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan, melalui peningkatan profesionalisme dan jenjang pendidikan para bidan. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Sapi’i Rangkuti, S.IP., dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-5 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Bangka Barat, […]

expand_less