KBOBABEL.COM (Bangka) – Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus berkomitmen melestarikan adat dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah. Salah satunya melalui pelestarian tradisi Nujuh Jerami yang dijalankan masyarakat Suku Mapur di Kampong Adat Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu. Rabu (6/5/2026)
Tradisi Nujuh Jerami merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat Suku Mapur atas hasil panen padi yang diperoleh setiap tahun. Kegiatan adat ini telah diwariskan secara turun-temurun dan rutin dilaksanakan pada akhir April sebagai bagian dari kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Bupati Bangka, Fery Insani, mengatakan bahwa tradisi Nujuh Jerami memiliki nilai budaya yang sangat penting dan menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan alam serta leluhur mereka. Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat Suku Mapur yang tetap konsisten menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
“Saya memberikan apresiasi besar kepada masyarakat Suku Mapur yang hingga kini masih mempertahankan adat Nujuh Jerami sebagai warisan turun-temurun di tengah perkembangan era modern,” kata Fery Insani di Sungailiat, Selasa (5/5/2026)
Menurutnya, pelestarian adat dan budaya seperti ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat lokal. Tradisi tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Fery menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka mendukung penuh pelestarian berbagai tradisi dari suku-suku yang ada di daerah tersebut. Ia menilai keberagaman budaya merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan oleh generasi saat ini maupun yang akan datang.
“Tradisi di masyarakat memiliki makna yang luhur karena mampu mempererat hubungan sosial masyarakat,” ujarnya.
Selain sebagai warisan budaya, Bupati Bangka juga menilai bahwa adat Nujuh Jerami memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Menurutnya, budaya lokal menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Bangka, selain keindahan alam yang dimiliki daerah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa wisatawan tidak hanya mencari destinasi alam, tetapi juga pengalaman budaya yang unik dan autentik. Oleh karena itu, pelestarian tradisi seperti Nujuh Jerami dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Bangka.
“Wisatawan berkunjung ke suatu daerah tidak hanya ingin menikmati suasana keindahan alam, namun budaya di masyarakat menjadi daya tarik tersendiri,” kata Fery.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan pembangunan daerah yang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Dengan dukungan budaya dan potensi alam yang dimiliki, Kabupaten Bangka dinilai mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
“Saya yakin sektor pariwisata di Kabupaten Bangka yang didukung keindahan alam dan budaya masyarakat mampu bersaing dengan pariwisata lain di Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap tradisi Nujuh Jerami tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak punah di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. (Sumber : Antara Babel, Editor : KBO Babel)

















