Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka Barat » Ribuan Warga Padati Perang Ketupat Tempilang, Tradisi Leluhur Bangka Barat yang Sarat Makna

Ribuan Warga Padati Perang Ketupat Tempilang, Tradisi Leluhur Bangka Barat yang Sarat Makna

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan Pantai Pasir Kuning, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (8/2/2026). Mereka datang untuk menyaksikan dan terlibat langsung dalam Festival Perang Ketupat, sebuah tradisi adat leluhur masyarakat Tempilang yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era 1800-an. Senin (9/2/2026)

Cuaca cerah dengan hembusan angin sepoi-sepoi serta kondisi laut yang tenang menambah semarak pelaksanaan tradisi tahunan tersebut. Perang Ketupat menjadi puncak rangkaian adat bulan ruwah atau Sya’ban, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam kegiatan ini. Tampak Bupati Bangka Barat Markus, Wakil Bupati Yus Derahman, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Ahmad Patoni, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, Sekretaris Daerah Bangka Barat M Soleh, Komandan Kodim 0431 Bangka Barat Letkol CZI Fadil, Wakapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Murry Mirranda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.

Tradisi Perang Ketupat dipercaya masyarakat Tempilang sebagai ritual adat untuk membersihkan kampung, menolak bala, serta sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain memiliki nilai spiritual, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan memperkuat identitas budaya lokal.

Sebelum prosesi utama Perang Ketupat dimulai, rangkaian ritual adat terlebih dahulu ditampilkan. Salah satunya adalah tradisi Penimbongan, yang diawali dengan ritual adat ngancak penimbong oleh tim adat setempat. Prosesi ini menjadi simbol permohonan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Tempilang. Tarian Serimbang yang dibawakan Sanggar Lima’e Purot tampil memukau, diikuti ritual taber kampung, di mana dua orang tim adat ngambin batu taber memutari penimbong, lalu menuju pemangku adat dan menabur berkah kepada para tamu.

Tak hanya itu, tarian Kedidi yang telah dikenal luas sebagai tarian khas Bangka Belitung turut dipentaskan. Selain itu, ditampilkan pula tradisi Seramo adat berupa pertarungan dua pendekar pencak silat dari perguruan Mawar Putih, yang melambangkan keberanian, ketangkasan, dan nilai-nilai sportivitas dalam budaya lokal.

Menjelang prosesi Perang Ketupat, tim adat memimpin doa arwah dan doa selamat. Doa ini ditujukan untuk mengenang para leluhur serta memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat Tempilang.

Puncak acara pun tiba. Puluhan pria mengenakan pakaian serba hitam berkumpul di tengah lapangan. Di tengah arena telah disiapkan tumpukan ketupat yang menjadi “senjata” utama dalam tradisi ini. Begitu aba-aba dimulai, para peserta saling berebut ketupat dan melemparkannya satu sama lain.

Sorak sorai penonton pun pecah saat ketupat mulai berterbangan di udara. Ketupat-ketupat yang dilempar dengan cukup keras menghantam tubuh para peserta, namun suasana tetap berlangsung penuh keceriaan. Tak sedikit peserta yang tertawa sambil berusaha menghindari lemparan dengan menutupi kepala atau membalikkan badan.

Menariknya, Perang Ketupat tidak hanya diikuti oleh masyarakat Tempilang, tetapi juga melibatkan para tamu kehormatan dari kalangan pejabat Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, serta masyarakat umum. Para pejabat pun tampak larut dalam suasana, saling melempar ketupat dengan ekspresi serius namun diselingi tawa.

Festival Perang Ketupat kini telah menjadi agenda wisata budaya tahunan Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini rutin digelar setiap bulan ruwah atau Sya’ban dan selalu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan, tradisi Perang Ketupat merupakan ritual adat yang memiliki makna mendalam dan harus terus dilestarikan. Menurutnya, tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, tolak bala, sekaligus ajang mempererat persaudaraan.

“Perang Ketupat ini mengandung makna yang sangat dalam. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, juga sebagai ritual tolak bala dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kami sangat mengapresiasi masyarakat Tempilang yang terus menjaga dan melestarikan tradisi ini,” ujar Markus usai acara.

Ia menambahkan, Perang Ketupat telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI). Pengakuan tersebut ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2014. Selain itu, beberapa budaya Tempilang lainnya juga telah diakui, seperti tari Kedidi pada 2015 dan tari Serimbang pada 2019.

“Adat istiadat ini sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Tempilang. Kami berharap event ini semakin dikenal di tingkat nasional dan menjadi daya tarik wisata unggulan Bangka Barat,” harapnya.

Secara historis, Markus menjelaskan, tradisi Perang Ketupat pertama kali dilaksanakan pada era 1800-an di kawasan Benteng Kota Tempilang. Hingga kini, tradisi tersebut tetap lestari dan menjadi agenda budaya yang selalu dinantikan masyarakat.

Terpisah, Penerus Adat Perang Ketupat, Keman, menuturkan bahwa Perang Ketupat bukan sekadar perayaan adat, melainkan juga sarana mengenang sejarah dan nilai-nilai luhur para leluhur.

“Makna perang ketupat mengingat sejarah leluhur. Ketupat itu sendiri punya filosofi, K itu kehidupan, E etika, P perilaku, A agamis, dan T tradisi. Nilai-nilai ini harus ditanamkan kepada anak cucu agar memiliki adab dan etika,” jelas Keman.

Ia menambahkan, selain nilai filosofi, Perang Ketupat juga mengandung unsur seni bela diri dan seni pertunjukan yang perlu terus dijaga. Keman berharap ke depan, perayaan ini dapat dikemas semakin meriah dengan menambahkan lebih banyak kesenian tradisional.

“Supaya budaya lokal ini tidak hilang ditelan zaman. Kalau bisa, tarian-tarian tradisional ditambah lagi agar acara semakin semarak,” tutupnya.

Festival Perang Ketupat pun kembali membuktikan bahwa tradisi lokal bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga aset budaya dan pariwisata yang berharga bagi Bangka Barat dan Bangka Belitung. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT TIMAH Bersama Masyarakat Sukseskan MTQ Desa Sawang Laut, Perkuat Syiar Islam

    PT TIMAH Bersama Masyarakat Sukseskan MTQ Desa Sawang Laut, Perkuat Syiar Islam

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (KARIMUN) – Upaya membina generasi Qurani sekaligus memperkuat syiar Islam terus dilakukan melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial keagamaan tersebut, PT TIMAH (Persero) Tbk memberikan bantuan untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Kamis (2/7/2026) Selain menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, MTQ […]

  • Uzbekistan Letakkan Batu Pertama PLTN, Indonesia Segera Menyusul

    Uzbekistan Letakkan Batu Pertama PLTN, Indonesia Segera Menyusul

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Uzbekistan resmi memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertamanya pada 4 Juni 2026. Peresmian proyek tersebut dilakukan oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dalam sebuah seremoni yang menandai dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar dalam sejarah negara Asia Tengah tersebut. Senin (15/6/2026) Bagi Uzbekistan, proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur […]

  • Kemiri Cup 2025 Sukses Digelar, Bupati Markus Apresiasi Semangat Olahraga dan Kebersamaan

    Kemiri Cup 2025 Sukses Digelar, Bupati Markus Apresiasi Semangat Olahraga dan Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Bangka Barat) – Turnamen sepak bola Kemiri Cup 2025 yang berlangsung di Gelora Bung Unggel, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, resmi ditutup dengan meriah pada Minggu (8/6/2025). Turnamen ini diikuti oleh 108 tim dari berbagai desa di Kabupaten Bangka Barat dan mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Senin (9/6/2024) Bupati Bangka Barat, Markus, hadir […]

  • Division Area Kundur PT Timah Tbk Gelar Apel dan Pungut Sampah Plastik untuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Division Area Kundur PT Timah Tbk Gelar Apel dan Pungut Sampah Plastik untuk Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (KUNDUR) – Division Area Kundur PT Timah Tbk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan menggelar berbagai kegiatan, termasuk apel, penanaman pohon cemara, dan aksi bersih pantai. Acara tersebut berlangsung pada Rabu (4/6/2025) di Pantai Teluk Dalam, Kabupaten Karimun, Provinsi Riau. Kamis (5/6/2025) Peringatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan serupa yang sebelumnya juga dilakukan […]

  • Hasil Verifikasi Faktual Kesatu, Dukungan Eka Mulya Putra-Radmida Dawam Belum Memenuhi Syarat

    Hasil Verifikasi Faktual Kesatu, Dukungan Eka Mulya Putra-Radmida Dawam Belum Memenuhi Syarat

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang mengumumkan hasil verifikasi faktual kesatu terhadap dukungan bakal pasangan calon independen Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang 2025, Eka Mulya Putra dan Radmida Dawam. Berdasarkan rekapitulasi, berkas dukungan pasangan tersebut dinyatakan belum memenuhi syarat. Selasa (13/5/2025) Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Sobarian, menjelaskan bahwa […]

  • Bupati Markus Resmi Jabat Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Bangka Barat 2025–2030

    Bupati Markus Resmi Jabat Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Bangka Barat 2025–2030

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Bupati Bangka Barat, Markus, S.H., resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bangka Barat untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Kepulauan Bangka Belitung dan berlangsung khidmat di Gedung Pertemuan Pramuka Kodim 0431/BB, Selasa pagi (30/9/2025). Rabu (1/10/2025) Selain melantik Bupati Markus […]

expand_less