
KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Suasana penuh kebahagiaan terlihat di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026), saat ratusan pemudik bersiap berangkat menuju kampung halaman di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program mudik gratis yang difasilitasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ini menggunakan kapal perang KRI Semarang-594 sebagai sarana transportasi bagi para pemudik. Senin (16/3/2026)
Sebanyak 1.239 peserta mudik, termasuk pengendara kendaraan roda dua, diberangkatkan dari Jakarta menuju Bangka Belitung dalam program mudik gratis Lebaran 2026. Pelepasan para pemudik dipimpin langsung oleh Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL), Yayan Sofiyan.

Dalam keterangannya, Yayan Sofiyan mengatakan bahwa program mudik gratis yang digelar TNI AL tahun ini mendapat sambutan sangat tinggi dari masyarakat, khususnya warga Bangka Belitung yang merantau di Pulau Jawa.
“Animo masyarakat cukup tinggi. Tercatat ada 1.239 peserta beserta kendaraan roda dua yang telah terdaftar mengikuti program mudik gratis ini,” ujar Yayan dalam keterangan pers di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa kapal perang KRI Semarang-594 berangkat dari Jakarta pada 15 Maret 2026 dan dijadwalkan tiba di Pulau Bangka pada 16 Maret 2026. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Belitung dan diperkirakan tiba pada 17 Maret 2026.
Selain melayani perjalanan mudik menuju kampung halaman, kapal tersebut juga akan melayani arus balik bagi para pemudik setelah perayaan Idulfitri. Rute perjalanan kembali menuju Jakarta dijadwalkan dimulai pada 27 Maret 2026 dari Pulau Bangka, kemudian tiba di Belitung pada 28 Maret 2026, dan kembali bersandar di Jakarta pada 29 Maret 2026.
Menurut Yayan, program mudik gratis menggunakan kapal perang ini merupakan salah satu bentuk dukungan TNI AL terhadap kebijakan pemerintah dalam memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Ia juga menyebutkan bahwa program ini menjadi pengalaman pertama bagi masyarakat, khususnya pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, untuk dapat melakukan perjalanan mudik menggunakan kapal perang milik TNI AL.
“Ini merupakan kali pertama bagi masyarakat pengendara kendaraan roda dua dapat mengikuti program mudik menggunakan kapal perang KRI Semarang-594,” jelasnya.
Sebagian besar peserta mudik yang mengikuti program ini merupakan warga Bangka Belitung yang bekerja di berbagai kota di Pulau Jawa. Selain pekerja, terdapat pula pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa.
Bagi para perantau tersebut, program mudik gratis ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga.
Yayan menegaskan bahwa keikutsertaan TNI AL dalam program mudik gratis ini merupakan bentuk implementasi dukungan terhadap arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar institusi TNI turut berperan aktif dalam program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Program mudik gratis TNI AL ini merupakan implementasi dukungan terhadap kebijakan pemerintah, sesuai arahan Presiden agar TNI turut melaksanakan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Muhammad Ali, di kesempatan terpisah menyampaikan harapannya agar pelaksanaan program mudik gratis ini dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga seluruh pemudik tiba di tujuan masing-masing.
Menurutnya, program ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat sekaligus menekan potensi kecelakaan selama periode mudik Lebaran.
“Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat mengurangi kemacetan dan kecelakaan di jalan raya, serta mendukung kelancaran arus mudik Lebaran,” ujar Muhammad Ali.
Dalam program ini, TNI AL juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi masyarakat yang ingin mengikuti mudik gratis menggunakan kapal perang. Persyaratan tersebut antara lain menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), fotokopi surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB).
Selain itu, para peserta juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan kesediaan untuk mematuhi seluruh peraturan dinas yang berlaku selama berada di dalam kapal perang.
Untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik, pihak penyelenggara juga menyiapkan berbagai fasilitas selama perjalanan. Di antaranya penyediaan makanan sahur dan buka puasa bagi para penumpang, mengingat perjalanan mudik tahun ini berlangsung pada bulan suci Ramadan.
Di sisi lain, pemerintah memprediksi bahwa arus mudik Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyebutkan bahwa jumlah perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan.
Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14 hingga 15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026, serta gelombang kedua pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Pemerintah juga memperkirakan pergerakan masyarakat terbesar selama periode mudik Lebaran tahun ini akan menuju sejumlah provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, wilayah Sulawesi Selatan juga diperkirakan menjadi salah satu tujuan mudik terbesar.
Melalui program mudik gratis yang melibatkan berbagai instansi, termasuk TNI AL, pemerintah berharap mobilitas masyarakat selama periode Lebaran dapat berlangsung dengan lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pemudik. (Sumber : Kompas.com, Editor : KBO Babel)















