KBOBABEL.COM (BELITUNG) — PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pascatambang menjadi kawasan pertanian produktif. Kali ini, perusahaan menggandeng Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau dan Kelompok Danau Nujau Gantung untuk mengembangkan budidaya jagung di lahan reklamasi milik perusahaan. Kamis (5/2/2026)
Program penanaman jagung tersebut dilaksanakan di Kawasan Perkebunan Terintegrasi, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PT TIMAH Tbk dalam mengoptimalkan lahan bekas tambang agar kembali memberikan nilai tambah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, PT TIMAH Tbk tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada kelompok tani. Dukungan tersebut meliputi penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan lahan, proses penanaman, hingga pendampingan selama masa perawatan dan panen. Pendekatan ini dilakukan agar hasil pertanian dapat optimal meskipun berada di lahan pascatambang yang memiliki karakteristik tanah berbeda dengan lahan pertanian pada umumnya.
Sebelumnya, PT TIMAH Tbk bersama kelompok tani setempat juga telah mengembangkan pertanian nanas Badau di kawasan yang sama. Keberhasilan budidaya nanas tersebut menjadi modal awal bagi kelompok tani untuk mengembangkan komoditas pertanian lainnya, termasuk jagung.
Ketua Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau, Suhari, mengungkapkan bahwa pada panen kali ini pihaknya berhasil memanen jagung sebanyak 1,5 ton. Ia menyebutkan, potensi panen sebenarnya dapat lebih tinggi apabila tidak terjadi gangguan cuaca ekstrem.
“Potensi panen sebenarnya bisa lebih tinggi, namun sebagian tanaman mengalami kerusakan akibat angin puting beliung,” ujar Suhari.
Ia menjelaskan, sebelum proses penanaman dilakukan, kelompok tani melakukan pengelolaan lahan secara intensif. Hal ini penting mengingat kondisi tanah pascatambang membutuhkan perlakuan khusus agar dapat mendukung pertumbuhan tanaman.
“Penggunaan pupuk harus lebih banyak karena tanah pascatambang. Persiapan lahan kami lakukan sekitar tiga minggu sebelum tanam, mulai dari pembajakan hingga pemupukan,” jelasnya.
Ke depan, setelah panen jagung, kelompok tani berencana mengembangkan tanaman cabai di lokasi tersebut. Program lanjutan ini akan mendapatkan pendampingan dari PT TIMAH Tbk yang bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Suhari berharap kerja sama dengan PT TIMAH Tbk dapat terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh kelompok tani.
“Harapannya, kerja sama ini bisa terus berjalan sehingga mampu menunjang perekonomian kelompok tani,” katanya.
Sementara itu, Camat Badau, Azhari, mengapresiasi langkah PT TIMAH Tbk yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan lahan pascatambang. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi dan perubahan pola pikir.
Ia berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada sektor pertambangan. Ke depan, lahan tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk budidaya cabai dengan cakupan area yang lebih luas.
“Langkah ini berpotensi mendukung stabilitas harga pangan dan berdampak pada pengendalian inflasi di Kabupaten Belitung,” ujar Azhari.
Program pemanfaatan lahan pascatambang ini sejalan dengan upaya PT TIMAH Tbk dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Perusahaan berharap ke depan program serupa dapat dimasifkan dengan melibatkan berbagai instansi terkait agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (Sumber: PT Timah Tbk, Editor: KBO Babel)











