KBOBABEL.COM (BANGKA) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meresmikan Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi Stasi Baturusa yang berlokasi di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, pada Minggu (3/5/2026). Peresmian ini menjadi simbol penting penguatan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selasa (5/5/2026)
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran tokoh lintas agama dan pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak hanya dimaknai sebagai fasilitas ritual keagamaan semata, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral dan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan.
“Gereja bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat pembinaan karakter dan wadah persemaian nilai kasih serta kepedulian sosial. Gereja juga harus menjadi ruang dialog yang inklusif serta sarana edukasi bagi masyarakat luas,” ujar Hidayat.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan institusi keagamaan di Bangka Belitung merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial. Di tengah kemajemukan yang ada, peran aktif seluruh umat beragama sangat dibutuhkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Gubernur mengajak umat Katolik di wilayah tersebut untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia berharap gereja yang baru diresmikan dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.
“Saya berharap umat Katolik semakin bersemangat dalam meningkatkan kualitas iman serta menjadikan gereja ini sebagai pusat kegiatan sosial yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Romo Yustinus Talaleng, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Gubernur beserta jajaran Forkopimda. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah dalam peresmian tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kehidupan beragama yang harmonis.
“Kehadiran Bapak Gubernur merupakan penghiburan dan kebanggaan bagi kami. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap umat Katolik di Bangka Belitung. Semoga Tuhan senantiasa memberkati bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.
Romo Yustinus juga menegaskan bahwa peresmian gereja ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan momentum peneguhan iman umat. Ia menyebut gereja sebagai “bahtera pengharapan” yang menjadi simbol perjalanan iman dan kebersamaan umat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Gereja ini adalah bukti bahwa harapan tidak pernah sia-sia. Ini adalah buah dari kerja keras, doa, dan gotong royong seluruh umat,” katanya.
Peresmian Gereja Santo Yohanes Pemandi ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Hidayat Arsani. Prosesi tersebut turut didampingi oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM., serta jajaran pastor, suster, dan umat Katolik yang hadir.
Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan ini antara lain unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Forkopimda Kabupaten Bangka, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka, anggota DPRD Provinsi, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, serta para kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga toleransi serta memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
Dengan diresmikannya gereja ini, diharapkan keberadaan Gereja Santo Yohanes Pemandi Stasi Baturusa dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus sosial yang mampu mempererat hubungan antarwarga. Lebih dari itu, gereja ini diharapkan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di Bangka Belitung.
Momentum peresmian ini sekaligus menegaskan bahwa semangat gotong royong, toleransi, dan persatuan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun daerah yang damai, sejahtera, dan berkeadilan. (Mung Harsanto/KBO Babel)











