KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama 2026. Senin (10/8/2026)
Penguatan kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Halaman Upacara Mapolda Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (10/8/2026).
Apel gabungan dipimpin langsung Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing beserta jajaran, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya, jajaran Forkopimda, serta pimpinan instansi vertikal.
Sejumlah pejabat terkait juga hadir mendampingi Gubernur, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Plt. Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kasatpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Gubernur Hidayat Arsani dalam amanatnya mengatakan apel gelar pasukan menjadi bentuk kesiapsiagaan sekaligus bukti sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla di Bangka Belitung.
Menurutnya, ancaman kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Diperlukan koordinasi lintas sektor, kecepatan informasi, kesiapan personel serta kemampuan melakukan tindakan sejak dini agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Cuaca Ekstrem dan Hotspot Jadi Perhatian
Gubernur menjelaskan, berdasarkan evaluasi penanganan bencana karhutla sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Bangka Belitung masih menghadapi tantangan berupa cuaca ekstrem dan munculnya titik panas atau hotspot.
Sejumlah wilayah dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, terutama kawasan lahan gambut, perkebunan dan lahan tidur.
Pengalaman penanganan karhutla pada 2025, kata Hidayat, harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak. Keterlambatan dalam mendeteksi maupun menangani titik api berpotensi membuat kebakaran meluas.
Dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat paparan asap dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Catatan kejadian pada tahun 2025 menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa keterlambatan penanganan dini dapat memicu meluasnya area kebakaran, mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, serta memukul aktivitas perekonomian daerah. Pada 2026 ini, dinamika perubahan iklim menuntut kita untuk tidak boleh lengah sedikit pun,” tegas Hidayat.
Ia menekankan bahwa deteksi dini dan tindakan cepat harus menjadi prioritas dalam penanganan karhutla. Setiap indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti agar api dapat dikendalikan sebelum meluas.
Empat Strategi Penanganan Karhutla
Dalam menghadapi ancaman karhutla, Gubernur menekankan empat langkah strategis yang harus dilaksanakan seluruh personel dan instansi terkait.
Pertama, meningkatkan deteksi dini dan patroli terpadu. Pemantauan hotspot harus dioptimalkan, sementara kehadiran personel di kawasan rawan kebakaran perlu ditingkatkan.
Kedua, memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Seluruh peralatan penanggulangan bencana harus diperiksa dan dipastikan berada dalam kondisi baik sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi kebakaran.
Ketiga, memperkuat komando terpadu. Koordinasi dan komunikasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Satpol PP dan unsur pendukung lainnya harus terus diperkuat.
Keempat, meningkatkan edukasi sekaligus penegakan hukum. Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Sementara terhadap pihak yang terbukti melanggar, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan profesional.
Langkah tersebut juga sejalan dengan visi RPJMD Babel Berdaya 2029 untuk mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung yang berdaya saing, berbudaya, mandiri dan sejahtera.
Pencegahan karhutla juga dinilai berkaitan langsung dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menekan emisi gas rumah kaca menuju net zero emission serta melindungi aset ekonomi masyarakat dari risiko bencana.
Polda Babel Siapkan Personel Gabungan
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi potensi karhutla, terutama memasuki periode musim kemarau.
Menurut Viktor, apel tersebut menjadi bagian dari persiapan seluruh personel sebelum menghadapi kemungkinan munculnya titik api di berbagai wilayah.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari persiapan kita menghadapi musim kemarau. Jika nantinya terdeteksi adanya titik api, inilah seluruh personel gabungan yang akan turun langsung melakukan penanganan di lapangan,” ujar Viktor.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Kapolda meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah secara sembarangan karena api dapat dengan cepat merambat dalam kondisi cuaca kering.
Menurutnya, pencegahan harus menjadi perhatian bersama karena penanganan kebakaran akan jauh lebih sulit apabila api telah meluas.
Luncurkan Platform Digital Babel Siaga
Dalam apel tersebut, Pemprov Babel juga memperkenalkan inovasi layanan publik berbasis teknologi berupa situs web Babel Siaga.
Platform tersebut dirancang sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan mengenai kejadian bencana secara cepat dan real-time kepada pihak berwenang.
Dengan sistem tersebut, informasi dari masyarakat diharapkan dapat diterima lebih cepat sehingga instansi terkait dapat menentukan langkah penanganan secara akurat dan terkoordinasi.
Kehadiran Babel Siaga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pemerintahan yang responsif, andal dan terpercaya. Sistem tersebut juga diharapkan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif dalam menghadapi berbagai kondisi kebencanaan.
Gubernur Hidayat Arsani memberikan apresiasi kepada Gias Oktario, putra daerah Bangka Belitung yang menggagas dan merancang platform tersebut.
“Kehadiran situs web Babel Siaga diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi dari masyarakat kepada pemerintah, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ungkap Hidayat.
Ia menyampaikan penghargaan kepada Gias karena telah memberikan kontribusi melalui inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah.
Pasukan Dinyatakan Siap Bertugas
Dengan digelarnya apel tersebut, Gubernur secara resmi menyatakan kesiapan Pasukan Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026 untuk menjalankan tugas di lapangan.
Kesiapan tersebut mencakup personel, sarana prasarana, koordinasi lintas instansi hingga sistem pelaporan masyarakat.
Pemerintah berharap seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat ketika terjadi indikasi kebakaran. Deteksi dini, respons cepat dan koordinasi terpadu menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla serta segera melaporkan kejadian maupun titik api yang ditemukan.
Dengan sinergi pemerintah, TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat, Bangka Belitung diharapkan mampu menekan kejadian karhutla sepanjang 2026 sekaligus menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi daerah. (Zulfikar/KBO Babel)











