Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka » BNN Bangka Gandeng MTsS Plus Bahrul Ulum, Perkuat Peran Duta Sebaya Anti Narkoba

BNN Bangka Gandeng MTsS Plus Bahrul Ulum, Perkuat Peran Duta Sebaya Anti Narkoba

  • account_circle Eqi Fitri Marehan
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka kembali memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kali ini, BNN Bangka bekerja sama dengan MTsS Plus Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat dalam kegiatan Implementasi Pendidik Sebaya Anti Narkoba Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan pada Rabu (4/11/2026) di Gedung Serba Guna kompleks Islamic Centre.

Kegiatan ini dihadiri oleh para asatidz dan ustadzah serta santri dan santriwati MTsS Plus Bahrul Ulum, Perwakilan BNNK Kabupaten Bangka , tim monev IPM BNNK Kabupaten Bangka, serta tiga santri yang telah ditetapkan sebagai Duta Sebaya Anti Narkoba, yaitu Asyifa Putri Cafli, Gaza Guevara Aulia, dan Amsyar Asyfaq. Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, dipandu langsung oleh Penyuluh Narkoba BNN, Dita Febriani, S.Ikom.


Sebelum para Duta Sebaya memberikan paparan materi, pihak MTs Plus Bahrul Ulum terlebih dahulu menyerahkan cendramata kepada tim monev IPM BNNK Kabupaten Bangka sebagai tanda terima kasih dan apresiasi atas kunjungan serta kerja sama yang terjalin. Penyerahan berlangsung secara hangat dan penuh keakraban di tengah suasana kegiatan.

Kepala MTsS Plus Bahrul Ulum: Investasi Terbaik adalah Melindungi Generasi
Kepala MTsS Plus Bahrul Ulum Islamic Centre, Ustadz Ali Mafrohim, menyambut baik kerja sama ini. Baginya, membentengi santri dari bahaya narkoba adalah bagian dari menjaga amanah pendidikan yang diemban pesantren.

“Kami sangat mengapresiasi BNN Kabupaten Bangka yang telah melibatkan lembaga kami dalam program strategis ini. Mendidik bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga menjaga keselamatan jiwa dan masa depan anak-anak kami. Menjadikan santri sebagai pendidik sebaya adalah langkah yang sangat tepat karena pengaruh antar-teman sangat besar. Kami berharap ketiga santri ini tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menginspirasi teman-temannya untuk menjauhi segala bentuk bahaya narkoba,” ujar Ustadz Ali Mafrohim.


Bondan : Duta Sebaya Garda Terdepan Pencegahan Narkoba
Perwakilan BNNK Kabupaten Bangka, Bondan menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh pihak pondok pesantren dalam mendukung program pencegahan narkoba.

“Kehadiran dan dukungan lingkungan pendidikan sangat penting agar pesan bahaya narkoba dapat sampai dan dipahami dengan benar oleh anak-anak muda. Duta Sebaya bukan sekadar gelar, melainkan garda terdepan yang berbicara dari hati ke hati dengan teman-temannya sendiri. Pengaruh positif dari sesama teman sering kali lebih efektif dibandingkan sekadar penyuluhan biasa,” ungkap Bondan.

Dita Febriani: Edukasi Sebaya Punya Kekuatan Besar
Sementara itu, Dita Febriani, S.Ikom., selaku Penyuluh Narkoba BNN yang mendampingi kegiatan ini, menekankan bahwa pendekatan melalui pendidikan sebaya merupakan strategi yang sangat efektif di kalangan remaja.

“Anak muda lebih terbuka berbicara dengan sesamanya. Oleh karena itu, Duta Sebaya perlu dibekali pemahaman yang benar, tidak hanya tentang bahaya narkoba, tetapi juga cara menyampaikannya dengan santun dan persuasif. Kami berharap ketiga duta sebaya ini mampu menjadi teladan sekaligus teman yang bisa dipercaya untuk berbagi informasi yang benar di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar,” ujar Dita Febriani.


Suara Duta Sebaya: Siap Menebar Kebaikan
Tiga santri yang dipercaya memikul amanah ini menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad kuat untuk menjalankan peran barunya.

Amsyar Asyfaq menyampaikan, “Kami menyadari bahwa tugas ini bukanlah hal yang ringan. Namun, kami siap belajar dan berjuang bersama-sama. Semoga kehadiran kami bisa menjadi pengingat bagi teman-teman semua untuk selalu menjauhi narkoba dan memilih jalan yang lebih baik untuk masa depan.”

Asyifa Putri Cafli menambahkan, “Sebagai sesama remaja, kami ingin teman-teman tahu bahwa masa depan itu jauh lebih berharga daripada sesaat kesenangan yang ditawarkan narkoba. Kami siap menjadi pendengar dan teman yang bisa dipercaya. Kalau ada yang ingin bertanya atau berdiskusi, jangan ragu untuk datang kepada kami.”

Gaza Guevara Aulia menegaskan komitmennya, “Kami tidak sendirian. Ada guru, ada BNN, dan ada dukungan semua pihak. Mari kita jaga lingkungan kita tetap bersih dari narkoba, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan terdekat kita.”

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal langkah nyata dalam membangun benteng perlindungan generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar Sungailiat, dari ancaman bahaya narkoba.

  • Penulis: Eqi Fitri Marehan
  • Editor: Sri Rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less