Sekolah Rakyat di Pangkalpinang Disiapkan, Fokus untuk Anak Putus Sekolah

Pemkot Pangkalpinang Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem mulai diterjemahkan ke dalam langkah nyata di daerah. Pemerintah Kota Pangkalpinang memilih jalannya melalui sektor pendidikan dengan menggagas pembangunan Sekolah Rakyat sebagai ruang belajar partisipatif, inklusif, serta berbasis kearifan lokal. Rabu (17/9/2025)

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, bersama sejumlah kepala dinas terkait seperti Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) melakukan audiensi ke Kementerian Sosial RI, Jumat (12/9/2025). Proposal pembangunan Sekolah Rakyat secara resmi diserahkan kepada Alif Kamal, Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Pengembangan dan Pelatihan Aparatur, di Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat.

banner 336x280

Menurut Mie Go, Pemerintah Kota telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, untuk pembangunan sekolah tersebut. Lahan itu, katanya, sudah sesuai dengan prototipe ideal yang dirancang oleh Kementerian PUPR.

“Harapan kami, pembangunan bisa dimulai pada 2026 dan berlanjut hingga 2027. Lahan yang kami siapkan berada di lokasi strategis dan representatif untuk menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,” jelas Mie Go.

Sasaran Anak Putus Sekolah

Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang menambahkan, Sekolah Rakyat nantinya akan menampung jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Fokus utamanya adalah anak-anak yang belum bersekolah maupun yang sudah putus sekolah.

“Program ini memang diarahkan untuk mereka yang selama ini berada di kelompok masyarakat Desil I dan Desil II. Anak-anak dari keluarga miskin kerap terpinggirkan dari sistem pendidikan formal, sehingga Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi nyata,” ujarnya.

Selain pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga akan memadukan pembelajaran berbasis keterampilan hidup dan kearifan lokal. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya memperoleh ilmu akademik, tetapi juga bekal keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Apresiasi dari Kementerian Sosial

Alif Kamal dari Kementerian Sosial RI memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Pangkalpinang. Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan secara bertahap di kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi unggul. Pendidikan menjadi instrumen utama agar kemiskinan tidak diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” kata Alif.

Menurutnya, Presiden menekankan agar setiap daerah memiliki model pendidikan alternatif yang menjangkau kelompok masyarakat paling miskin.

“Semoga program ini menjadi harapan baru dalam memberikan pendidikan gratis bagi keluarga prasejahtera di Indonesia,” tambahnya.

Harapan Baru

Di lahan delapan hektare yang disiapkan itu, sebuah cita-cita besar sedang dipupuk. Sekolah Rakyat diharapkan bukan hanya menjadi bangunan fisik semata, melainkan simbol kesungguhan pemerintah untuk menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan.

“Sekolah Rakyat adalah wujud ikhtiar kita semua agar kemiskinan tidak lagi diwariskan, dan pendidikan tetap menjadi jalan terang masa depan,” tutup Mie Go.

Upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam menghubungkan Instruksi Presiden dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Harapan besar kini bertumpu pada sinergi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan agar program tersebut benar-benar bisa terwujud dan memberikan manfaat nyata. (Sumber : Babel Hebat, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *