Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka » Akses Warga Terancam, Jembatan Kayu di Riausilip Diduga Sengaja Dibakar, Pemkab Bangka Buru Kejelasan Pelaku

Akses Warga Terancam, Jembatan Kayu di Riausilip Diduga Sengaja Dibakar, Pemkab Bangka Buru Kejelasan Pelaku

  • account_circle Farraz Prakasa
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – Dugaan aksi pembakaran fasilitas umum terjadi di Desa Mapur, Kecamatan Riausilip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebuah jembatan kayu yang menjadi salah satu akses masyarakat dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran aktivitas warga. Kamis (29/10/2026)

Peristiwa tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka. Pasalnya, jembatan merupakan fasilitas publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan kegiatan masyarakat setempat.

Bupati Bangka Fery Insani bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bangka Achmad Suherman dan Camat Riausilip turun langsung meninjau lokasi kejadian.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi jembatan setelah terbakar, memastikan situasi keamanan tetap terkendali, serta menindaklanjuti dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.

Api Masih Membakar Jembatan Saat Petugas Tiba

Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, peristiwa pembakaran diduga terjadi sejak Rabu (28/10/2026) dini hari.

Petugas Satpol PP yang mendatangi lokasi sekitar pukul 11.00 WIB masih menemukan kobaran api pada bagian struktur jembatan kayu tersebut.

Melihat kondisi itu, anggota Satpol PP bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mapur langsung berupaya memadamkan api agar tidak semakin meluas.

“Anggota kami tiba di TKP sekitar pukul 11.00 WIB dan mendapati kobaran api masih membakar struktur jembatan. Petugas Satpol PP bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mapur langsung bergerak cepat bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya,” kata Achmad Suherman dalam keterangannya.

Upaya pemadaman dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi. Langkah tersebut bertujuan mencegah kerusakan lebih lanjut pada fasilitas yang digunakan masyarakat.

Pemkab Bangka Resmi Laporkan Kejadian ke Polisi

Achmad Suherman menyebut pihaknya menemukan indikasi bahwa kebakaran jembatan tersebut bukan semata-mata disebabkan faktor alam maupun kejadian yang tidak disengaja.

Menurutnya, terdapat dugaan kuat bahwa jembatan kayu tersebut sengaja dibakar oleh orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Atas dasar itu, Satpol PP Kabupaten Bangka langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Polres Bangka.

“Kami tidak tinggal diam. Kejadian ini sudah resmi kami laporkan ke Polres Bangka agar ditindak tegas. Kami minta kepolisian mengusut tuntas siapa pelakunya dan apa motif di balik pembakaran ini,” tegas Suherman.

Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan pihak-pihak yang mengetahui kejadian.

Meski terdapat dugaan unsur kesengajaan, penyebab pasti kebakaran dan identitas pihak yang bertanggung jawab masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Kerusakan Fasilitas Publik Jadi Perhatian Pemerintah

Pemkab Bangka menilai dugaan pembakaran jembatan merupakan persoalan serius karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Kerusakan fasilitas umum berpotensi menghambat akses transportasi, mobilitas penduduk, serta kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada keberadaan jembatan tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah meminta agar penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengungkap motif di balik dugaan pembakaran.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Satpol PP, situasi di kawasan Desa Mapur setelah kejadian telah dinyatakan kondusif.

Namun, pemerintah daerah tetap mengharapkan pengusutan hukum berjalan cepat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat informasi resmi mengenai identitas terduga pelaku, hasil penyelidikan kepolisian, maupun nilai kerugian akibat kebakaran.

Pemkab Bangka menegaskan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas publik dan meminta masyarakat turut menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat berwenang. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: Farraz Prakasa
  • Editor: Sri Rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less