Alur Sungai Rusak Akibat TI, Banjir Lumpuhkan Jalur Lubuk Besar–Bangka Selatan

Sedimentasi Tambang Timah Jadi Biang Kerok Banjir di Lubuk Besar

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA) – Banjir parah kembali melanda wilayah Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejumlah desa dan ruas jalan utama terendam air akibat meluapnya sungai yang mengalami pendangkalan parah. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Lubuk Lingkuk, Jumat (9/1/2026), dan menegaskan bahwa aktivitas tambang timah inkonvensional menjadi salah satu pemicu utama bencana tersebut. Sabtu (10/1/2026)

Dalam peninjauan tersebut, Algafry menyebut pendangkalan alur sungai akibat sedimentasi dari aktivitas tambang membuat daya tampung sungai berkurang drastis. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi serta pasang air laut yang terjadi secara bersamaan dalam beberapa hari terakhir.

banner 336x280

“Jadi memang siklus hujan hari ini agak deras airnya, pasang surut air laut juga mempengaruhi. Tapi juga dipengaruhi belokan air yang tadinya lurus dan berjalan semestinya, sekarang terganggu karena ada galian-galian bekas TI,” ujar Algafry di lokasi banjir.

Menurutnya, aktivitas tambang timah inkonvensional di sekitar aliran sungai telah mengubah struktur alami sungai. Endapan pasir dan lumpur dari bekas galian membuat aliran air tersendat, sehingga air meluap ke permukiman warga dan fasilitas umum saat hujan deras turun.

Sebagai langkah awal penanganan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah akan segera melakukan pengerukan dan pelebaran alur sungai di sejumlah titik rawan. Algafry menyebut pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk bergerak cepat setelah kondisi pasang air laut mereda.

“Setelah pasang surut ini reda, akan ada beberapa titik yang kita lakukan pengerukan, terutama di daerah Lubuk Pabrik. Kita akan lakukan pelebaran alur sungai supaya air bisa mengalir lebih lancar,” katanya.

Pemkab Bangka Tengah juga menyiapkan dua unit alat berat jenis PC milik Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUTRP) untuk mempercepat proses normalisasi sungai. Pengerjaan difokuskan pada jalur air yang saat ini terhimpit dan mengalami penyempitan akibat sedimentasi.

“Kita siapkan dua unit PC untuk segera ke lokasi. Tujuannya memperluas jalur air yang saat ini terhambat, agar potensi banjir bisa diminimalisir, terutama di puncak musim hujan seperti sekarang,” tambah Algafry.

Banjir yang terjadi sejak Jumat pagi tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu aktivitas transportasi. Jalur penghubung antara Kabupaten Bangka Tengah dan Bangka Selatan, tepatnya di Jembatan Desa Nibung, Kecamatan Koba, sempat tergenang dengan arus cukup deras.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Lubuk Besar, khususnya di ruas jalan Desa Lubuk Pabrik. Ketinggian air yang bervariasi dengan arus kuat membuat banyak pengendara memilih berhenti dan menunggu air surut. Sebagian lainnya terpaksa memutar arah demi keselamatan.

Salah seorang pengemudi truk, Een, mengaku terpaksa berhenti selama berjam-jam karena khawatir kendaraannya terseret arus. Ia berhenti di depan SMA Negeri 1 Lubuk Besar sejak pagi hari.

“Saya dari Pangkalpinang bawa barang. Sudah berhenti di sini lebih dari tiga jam, dari sekitar jam 10 tadi. Airnya tinggi dan arusnya kuat, jadi tidak berani menerobos,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga menertibkan aktivitas tambang timah ilegal di sekitar sungai. Mereka menilai tanpa penertiban serius, banjir serupa akan terus berulang setiap musim hujan dan semakin merugikan masyarakat. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *