KBOBABEL.COM (BELITUNG) — Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, mencatat langkah penting dalam pengembangan energi bersih di wilayah kepulauan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama PT PLN (Persero) menghadirkan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit, sebuah ekosistem energi bersih yang dirancang menjadi percontohan pengembangan energi berkelanjutan untuk wilayah kepulauan di Indonesia. Senin (24/8/2026)
GEET Pulau Rengit diresmikan dan diluncurkan di Kabupaten Belitung, Sabtu (22/8/2026), oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Kehadiran GEET Pulau Rengit tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Ekosistem tersebut juga dirancang untuk mendorong pemanfaatan energi bersih sebagai penggerak aktivitas ekonomi, riset, pendidikan, dan pengembangan teknologi di wilayah kepulauan.
Gubernur Hidayat Arsani mengatakan, pembangunan GEET merupakan langkah nyata untuk menjawab persoalan keterbatasan pasokan listrik yang sebelumnya dihadapi masyarakat Pulau Rengit.
“Bagi kami, ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan. Ini adalah langkah nyata menghadirkan energi bersih di wilayah kepulauan, sekaligus menjawab tantangan pemenuhan energi di pulau-pulau kecil,” ujar Hidayat.
Menurutnya, ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan masyarakat di wilayah kepulauan. Dengan pasokan energi yang lebih stabil, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kegiatan sosial maupun ekonomi.
Integrasikan Berbagai Teknologi Energi Bersih
GEET Pulau Rengit mengintegrasikan sejumlah teknologi energi bersih dalam satu ekosistem. Teknologi tersebut meliputi pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan energi, turbin angin, hidrogen hijau, fuel cell, agrovoltaic, serta sistem manajemen energi.
Pengintegrasian berbagai teknologi tersebut menjadi salah satu keunggulan GEET karena energi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem energi yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah kepulauan.
Dengan konsep tersebut, Pulau Rengit diharapkan dapat menjadi lokasi pembelajaran dan pengembangan teknologi energi bersih yang dapat diterapkan di daerah kepulauan lainnya.
Salah satu manfaat yang dirasakan masyarakat adalah meningkatnya ketersediaan listrik. Pasokan listrik yang sebelumnya terbatas kini dapat tersedia selama 24 jam dengan sumber energi yang lebih bersih dan rendah emisi.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi.
Sektor perikanan menjadi salah satu bidang yang berpotensi mendapatkan manfaat. Ketersediaan listrik yang lebih andal dapat mendukung penggunaan fasilitas seperti cold storage untuk membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan.
Selain itu, konsep agrovoltaic juga membuka peluang pemanfaatan lahan secara lebih produktif dengan mengombinasikan kegiatan pertanian dan pembangkitan energi surya.
Energi Bersih Harus Mendorong Ekonomi
Gubernur Hidayat menegaskan bahwa pembangunan energi tidak boleh berhenti pada penyediaan listrik. Energi yang tersedia harus dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat.
Menurutnya, keberadaan energi bersih harus mampu memberikan nilai tambah dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Rengit.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat dari infrastruktur energi, tetapi juga ikut terlibat dalam pengembangan berbagai aktivitas ekonomi yang memanfaatkan energi tersebut.
Hidayat menilai konsep GEET dapat menjadi model yang dikembangkan di wilayah kepulauan lain yang menghadapi tantangan serupa.
“Model ini merupakan percontohan bagi pengembangan energi di seluruh Indonesia. Kita ingin model ini terus dikembangkan, dievaluasi, dan jika memungkinkan direplikasi ke pulau-pulau kecil lainnya di Bangka Belitung dan Indonesia,” tegasnya.
Didukung Kolaborasi Pemerintah dan PLN
Peresmian GEET Pulau Rengit turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di sektor energi.
Di antaranya Anggota Dewan Energi Nasional RI Sripeni Inten Cahyani, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI Eniya Listiani Dewi, serta Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra.
Dewan Energi Nasional memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta pulau-pulau kecil yang tersebar di Indonesia.
“Ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan energi daerah dapat mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Sripeni.
Sementara itu, Edwin Nugraha Putra menilai pembangunan ekosistem energi hijau di Pulau Rengit memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menyediakan listrik.
Menurutnya, energi bersih dapat menjadi bagian dari pengembangan sektor ekonomi masyarakat apabila dimanfaatkan secara tepat dan berkelanjutan.
Konsep tersebut sejalan dengan tujuan GEET yang dirancang sebagai ekosistem yang menggabungkan pemanfaatan teknologi, pengembangan ekonomi, edukasi dan riset.
Jadi Pusat Riset dan Edukasi
Selain menjadi percontohan energi bersih, GEET Pulau Rengit dirancang sebagai pusat riset, edukasi, demonstrasi teknologi serta pengembangan ekosistem kolaborasi.
Pemerintah Provinsi Babel menilai keberadaan pusat tersebut dapat membuka ruang kerja sama antara pemerintah, PLN, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga riset dan masyarakat.
Gubernur Hidayat menekankan bahwa kolaborasi menjadi faktor penting untuk memastikan GEET dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, teknologi energi bersih membutuhkan proses evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar teknologi yang diterapkan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah kepulauan.
“Semoga peresmian hari ini menjadi awal dari langkah yang lebih besar dalam membangun ekosistem energi bersih, mendorong kemandirian energi masyarakat, dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan,” pungkas Hidayat.
Dihadiri Berbagai Pemangku Kepentingan
Peresmian GEET Pulau Rengit turut dihadiri Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar pada Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN Jan Setiawan, Executive Vice President Teknologi dan Engineering PT PLN (Persero) Didik Fauzi Dakhlan, serta General Manager PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan Mochamad Soleh.
Hadir pula Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Cristyn Ferani, jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, unsur Forkopimda, pemangku kepentingan, jajaran manajemen PLN serta masyarakat Pulau Rengit.
Gubernur Hidayat Arsani dalam kesempatan tersebut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tarmin, Kepala Dinas ESDM Babel Reskiansyah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Babel Hardian, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel Yopi Wijaya.
Dengan hadirnya GEET Pulau Rengit, Belitung tidak hanya mendapatkan solusi atas kebutuhan energi masyarakat pulau kecil, tetapi juga memperoleh kesempatan menjadi salah satu lokasi pengembangan teknologi energi bersih.
Ke depan, keberhasilan ekosistem tersebut akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan pengelolaan, pemanfaatan energi secara produktif, serta konsistensi kolaborasi antara pemerintah, PLN, dunia pendidikan, pelaku usaha dan masyarakat.
Jika model tersebut mampu berjalan secara berkelanjutan, GEET Pulau Rengit berpotensi menjadi rujukan pengembangan ekosistem energi bersih di berbagai wilayah kepulauan Indonesia. (Dwi Frasetio/KBO Babel)

















