KBOBABEL.COM (KELAPA) — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bobby Prima Sandi Muslim dan Leviyan, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang II 2026 di Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (15/05/2026). Sabtu (16/5/2026)
Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta kebutuhan yang selama ini dirasakan di lingkungan desa.
Sejumlah persoalan infrastruktur, pelayanan sosial, hingga sektor pendidikan menjadi topik utama yang disampaikan warga dalam dialog bersama kedua anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.
Salah satu aspirasi yang paling banyak disoroti masyarakat yakni terkait kebutuhan rehabilitasi siring atau saluran drainase di Desa Tugang. Warga menilai kondisi drainase saat ini sudah memerlukan perbaikan karena berpengaruh terhadap aliran air dan lingkungan sekitar permukiman masyarakat.
Menurut warga, terakhir kali perbaikan drainase dilakukan pada tahun 2023. Namun hingga memasuki tahun 2025 dan 2026, belum ada lagi program lanjutan untuk pembangunan maupun rehabilitasi siring di wilayah tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah dapat kembali mengusulkan pembangunan siring sepanjang kurang lebih 300 meter agar persoalan aliran air dan genangan saat musim hujan dapat diatasi.
“Kami sangat membutuhkan rehabilitasi siring dan bahkan sebagian masih belum ada. Kami berharap pembangunan sepanjang 300 meter dapat kembali diusulkan,” ujar salah satu warga saat menyampaikan aspirasi.
Selain persoalan drainase, aspirasi juga datang dari pengurus Masjid At-Taqwa yang berada di Dusun Kayu, Desa Tugang. Pengurus masjid berharap adanya dukungan bantuan pembangunan tambahan fasilitas teras masjid guna menunjang kenyamanan masyarakat saat melaksanakan ibadah maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Menurut pengurus masjid, fasilitas teras tambahan sangat dibutuhkan karena kapasitas area masjid saat ini dinilai sudah mulai terbatas, terutama ketika pelaksanaan salat berjamaah dan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak warga.
“Kami sangat membutuhkan tambahan pembangunan fasilitas teras itu, Pak, untuk kelancaran ibadah,” ungkap salah satu pengurus masjid.
Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah persoalan sosial lain yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Salah satunya terkait banyaknya kartu BPJS Kesehatan milik warga yang sudah tidak aktif sehingga menyulitkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.
Warga berharap adanya bantuan dan pendampingan dari pemerintah agar status kepesertaan BPJS yang nonaktif dapat kembali diaktifkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang sangat bergantung pada layanan kesehatan melalui program tersebut.
Selain itu, persoalan distribusi pupuk subsidi juga menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi warga yang berprofesi sebagai petani. Mereka berharap penyaluran pupuk subsidi dapat berjalan lebih merata dan tepat sasaran agar tidak menyulitkan petani dalam memenuhi kebutuhan pertanian.
Tak hanya itu, warga turut menyampaikan harapan agar sekolah dasar di desa yang sudah lama tutup dapat kembali dioperasikan. Menurut masyarakat, keberadaan sekolah sangat penting untuk mendukung akses pendidikan anak-anak di wilayah tersebut agar tidak harus menempuh jarak terlalu jauh untuk bersekolah.
Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat, Leviyan menyampaikan bahwa seluruh masukan warga akan menjadi bahan koordinasi dengan instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Mengenai rehabilitasi siring tersebut nanti akan kita koordinasikan kembali dengan dinas terkait karena masalah seperti ini memang sering menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Leviyan.
Sementara itu, Bobby Prima Sandi Muslim menegaskan bahwa kegiatan reses memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi langsung antara masyarakat dengan wakil rakyat.
Menurutnya, melalui reses, anggota DPRD dapat mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga aspirasi tersebut bisa diperjuangkan melalui jalur legislatif maupun koordinasi bersama pemerintah daerah.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Tugang akan dicatat dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Melalui kegiatan reses tersebut, Bobby dan Leviyan berharap kebutuhan masyarakat di Kecamatan Kelapa, khususnya Desa Tugang, dapat menjadi perhatian bersama demi mendukung pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bangka Barat. (Abdul Hamid/KBO Babel)

















