KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan komitmen serius dalam mempercepat transformasi digital di sektor pengelolaan keuangan daerah. Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menekankan pentingnya peningkatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk mendukung transparansi, efisiensi, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Kamis (16/10/2025)
Hal tersebut disampaikan Yus Derahman pada Rapat Rekonsiliasi PAD Triwulan III 2025 dan High Level Meeting ke-2 TP2DD, yang berlangsung di Operational Room I Setda Bangka Barat, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bank Indonesia, serta perwakilan perbankan lokal.
Dalam sambutannya, Yus Derahman mengapresiasi pendampingan dan dukungan yang diberikan oleh Bank Indonesia. Dukungan tersebut mencakup bimbingan teknis penyusunan laporan ETPD serta fasilitasi program digitalisasi transaksi keuangan daerah.
“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan pendampingan dan dukungan penuh kepada Pemkab Bangka Barat. Kami berharap kolaborasi yang baik ini terus berlanjut sehingga target peningkatan indeks ETPD dan transaksi non tunai di masyarakat dapat tercapai secara optimal,” ujar Yus Derahman.
Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah memerlukan komitmen seluruh OPD. Seluruh perangkat daerah diharapkan menerapkan sistem pembayaran non tunai secara konsisten, baik dalam transaksi internal pemerintah maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Yus, penerapan sistem non tunai tidak hanya meningkatkan efisiensi dan keamanan administrasi, tetapi juga memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah. Sistem digital ini diharapkan menjadi sarana edukasi masyarakat untuk terbiasa menggunakan teknologi dalam transaksi keuangan.
“Saya mengajak seluruh ASN menjadi teladan dalam pembayaran pajak dan retribusi secara non tunai. Selain itu, mari bersama-sama memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat agar terbiasa menggunakan sistem digital dalam transaksi keuangan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Yus Derahman menyampaikan apresiasi kepada PT Bank Sumsel Babel Cabang Mentok serta Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dukungan yang diberikan meliputi penyediaan layanan, pendampingan teknis, penguatan infrastruktur informasi, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya transaksi non tunai.
Menurut Yus, sinergi yang baik antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan implementasi ETPD. Dengan dukungan tersebut, Pemkab Bangka Barat optimis dapat meningkatkan tingkat transaksi non tunai dan mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang modern, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, peningkatan ETPD diyakini akan mendorong pertumbuhan PAD secara signifikan. Semakin banyak masyarakat yang melakukan pembayaran pajak dan retribusi secara digital, semakin tinggi potensi pendapatan daerah yang bisa dialokasikan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
Bupati menekankan bahwa digitalisasi keuangan daerah juga merupakan bagian dari strategi nasional dalam mendorong efisiensi dan transparansi anggaran. Implementasi ETPD tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan pemerintah.
“Transformasi digital dalam pengelolaan keuangan adalah keniscayaan. Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat, kita bisa menciptakan sistem keuangan daerah yang efisien, transparan, dan berkelanjutan,” tutup Yus Derahman.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menegaskan arah kebijakan ke depan, yakni mewujudkan tata kelola keuangan modern dan transparan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membangun budaya digital di masyarakat. (Zulfikar/KBO Babel)















