KBOBABEL.COM (BANGKA) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat tidak hanya menyasar siswa sekolah, tetapi juga kelompok rentan di masyarakat. Di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, program ini telah menjangkau ribuan penerima dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD yang dikenal sebagai kelompok 3B. Sabtu (21/2/2026)
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mencatat sebanyak 3.075 orang dari kelompok 3B telah menerima manfaat program MBG hingga pertengahan Februari 2026. Program ini dinilai penting dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat sejak masa kehamilan hingga awal pertumbuhan anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Anggia Murni, menjelaskan bahwa data tersebut berasal dari laporan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di sejumlah wilayah.
“Dari laporan SPPG yang sudah berjalan, total ada sebanyak 3.075 orang kelompok 3B yang menerima layanan MBG,” ujar Anggia, Jumat (20/2/2026).
Sebaran Penerima di Berbagai Wilayah
Program MBG untuk kelompok 3B disalurkan melalui beberapa titik layanan SPPG yang tersebar di Kabupaten Bangka. Setiap SPPG melayani jumlah penerima yang berbeda sesuai kondisi wilayah dan jumlah sasaran.
Rinciannya, SPPG 1 Pemali melayani 299 orang penerima, SPPG Parit Pekir sebanyak 287 orang, dan SPPG Air Hanyut sebanyak 334 orang. Sementara itu, SPPG Imam Bonjol melayani 457 penerima.
Di wilayah lain, SPPG Air Ruay mencatat 460 orang penerima, SPPG Parit Padang Takatuf sebanyak 237 orang, serta SPPG Kuto Panji sebanyak 40 orang. SPPG Bukit Ketok Belinyu melayani 100 orang, sedangkan SPPG Bangka Belinyu Kuto Panji 2 juga mencatat 100 penerima.
Adapun SPPG Bangka Sungailiat 3 melayani 278 orang, dan SPPG Batu Rusa menjadi salah satu yang terbesar dengan 483 penerima dari kelompok 3B.
Anggia menambahkan, distribusi makanan bergizi dilakukan secara rutin setiap hari kerja, sama seperti layanan MBG untuk siswa sekolah.
“MBG untuk kelompok 3B ini juga disalurkan setiap hari, kecuali hari libur,” jelasnya.
Fokus pada Pencegahan Stunting
Pemerintah menilai intervensi gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan langkah strategis dalam mencegah stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dan awal kehidupan anak dapat berdampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik maupun kognitif.
Melalui MBG, pemerintah berupaya memastikan kelompok rentan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, seimbang, dan aman dikonsumsi. Menu yang diberikan disusun berdasarkan standar kebutuhan gizi, termasuk protein, vitamin, dan mineral penting.
Program ini juga diharapkan mampu membantu keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan menyediakan makanan bergizi secara konsisten.
Jumlah Penerima Diperkirakan Terus Bertambah
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka memastikan jumlah penerima manfaat dari kelompok 3B akan meningkat dalam waktu mendatang. Hal ini seiring rencana penambahan jumlah SPPG di wilayah tersebut.
Saat ini, Kabupaten Bangka direncanakan memiliki total 31 SPPG. Sebagian sudah beroperasi, sementara lainnya masih dalam tahap pembangunan maupun persiapan operasional.
“Penerimanya pasti bertambah karena masih ada beberapa SPPG yang belum melaporkan jumlah kelompok 3B yang menerima MBG, termasuk yang masih dalam proses pembangunan,” kata Anggia.
Penambahan fasilitas layanan gizi tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.
Dukungan terhadap Program Nasional
Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain untuk siswa sekolah, perluasan sasaran ke kelompok 3B menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam menangani masalah gizi dari hulu hingga hilir.
Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten berperan penting dalam pendataan sasaran, koordinasi distribusi, serta pengawasan kualitas layanan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan cakupan yang terus diperluas, pemerintah berharap MBG dapat memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ketahanan gizi keluarga.
Program ini juga menjadi harapan baru bagi ribuan keluarga di Kabupaten Bangka agar generasi mendatang tumbuh lebih sehat, kuat, dan produktif. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

















