Dinkes Pangkalpinang Keluarkan Imbauan di Tengah Kabut Asap, Warga Diminta Waspadai Gejala ISPA

Kabut Asap Masih Menyelimuti Pangkalpinang, Dinkes Minta Warga Jangan Abaikan Kesehatan

banner 468x60
Advertisements
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah menyusul kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan saluran pernapasan. Jum’at (16/10/2026)

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya di kawasan dengan paparan kabut asap yang cukup pekat. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan paparan partikel asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih terjadi. Warga diharapkan tidak mengabaikan upaya perlindungan diri, terutama ketika harus melakukan kegiatan di luar ruangan.

banner 336x280

“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar, terutama di daerah-daerah yang banyak asap,” kata Hisar kepada Bangkapos.com, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar rumah merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak di luar rumah disarankan membatasi kegiatan, terutama ketika kondisi udara terlihat semakin pekat.

Paparan asap dapat menimbulkan keluhan kesehatan dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang. Gangguan yang perlu diwaspadai antara lain batuk, pilek, sesak napas, serta iritasi pada mata.

Hisar meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap. Pemeriksaan diperlukan agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien.

“Segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan kesehatan akibat asap, seperti batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi mata karena terkena asap,” ujarnya.

Imbauan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di luar rumah, termasuk pekerja lapangan, pengendara, pedagang, dan kelompok masyarakat lainnya. Mereka diharapkan lebih memperhatikan kondisi lingkungan serta mengambil langkah perlindungan ketika berada di kawasan yang terpapar asap.

Masyarakat juga perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh selama beraktivitas. Apabila muncul keluhan pernapasan atau iritasi mata, warga disarankan tidak memaksakan diri melanjutkan kegiatan di luar ruangan dan segera mencari pertolongan medis apabila diperlukan.

Kasus ISPA Menurun

Di tengah kondisi kabut asap tersebut, Dinkes Kota Pangkalpinang mencatat jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) belum mengalami peningkatan pada periode pemantauan terakhir.

Berdasarkan data pekan ke-40 tahun 2026, jumlah kasus ISPA di Pangkalpinang tercatat sebanyak 779 kasus. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pekan ke-39 yang mencapai 952 kasus.

Pekan ke-40 dalam pencatatan tersebut berlangsung pada 28 September hingga 4 Oktober 2026.

Dengan demikian, jumlah kasus ISPA tercatat turun sebanyak 173 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, atau sekitar 18,2 persen. Meski menunjukkan penurunan, data tersebut tidak serta-merta berarti risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap telah hilang.

Hisar tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan terus menerapkan langkah pencegahan selama kondisi udara masih terganggu. Kewaspadaan diperlukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya keluhan kesehatan, terutama pada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Dinkes Pangkalpinang menekankan tiga langkah utama yang perlu diperhatikan warga, yakni menggunakan masker ketika berada di luar rumah, membatasi aktivitas di kawasan yang banyak asap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengganggu.

Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan lebih disiplin menjaga kesehatan dan tidak hanya mengandalkan penurunan angka kasus ISPA sebagai indikator keamanan kondisi udara.

Pemerintah melalui Dinkes juga mengingatkan bahwa pencegahan dan deteksi dini tetap menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. Selama kabut asap masih menyelimuti Pangkalpinang, warga diminta terus memperhatikan kondisi lingkungan dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *