KBOBABEL.COM (BANGKA) — Pelantikan Hariyadi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Bangka mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka. Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi, berharap kehadiran Sekda definitif dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan daerah. Senin (5/10/2026)
Hariyadi resmi dilantik sebagai Sekda Kabupaten Bangka oleh Bupati Bangka Fery Insani di Graha Maras, Kantor Bupati Bangka, Senin (5/10/2026) pagi.
Jumadi mengatakan, keberadaan Sekda definitif menjadi momentum penting untuk meningkatkan komunikasi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bangka. Menurutnya, hubungan kerja yang harmonis dibutuhkan agar berbagai persoalan pemerintahan dapat dibahas dan diselesaikan secara bersama-sama.
“Intinya ke depan diharapkan terjalin komunikasi yang lebih intensif dan baik antara eksekutif dan legislatif terkait berbagai hal yang perlu dikomunikasikan bersama,” tegas Jumadi.
Menurutnya, komunikasi antara kedua lembaga tidak hanya dibutuhkan dalam pembahasan kebijakan, tetapi juga menyangkut berbagai persoalan strategis daerah, termasuk pengelolaan anggaran dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Jumadi menilai DPRD dan Pemkab Bangka harus mampu membangun sinergi secara optimal, khususnya dalam pembahasan anggaran daerah. Hal tersebut penting agar setiap alokasi anggaran benar-benar diarahkan kepada program yang menjadi prioritas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Sudah saya sampaikan tadi, intinya komunikasi dengan baik antara DPRD dan Pemkab Bangka dalam segala hal,” ujarnya.
DPRD Soroti Jabatan Eselon II yang Masih Kosong
Selain persoalan komunikasi antara legislatif dan eksekutif, Jumadi juga menyoroti sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama atau Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka yang masih kosong.
Ia meminta Sekda yang baru dilantik segera memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Pengisian jabatan dinilai penting untuk memastikan roda organisasi pemerintahan berjalan optimal, terlebih terdapat sejumlah pejabat yang akan memasuki masa pensiun.
“Mengingat banyaknya posisi eselon II yang kosong, khususnya banyak yang mau pensiun dan perlu adanya pengisian jabatan,” kata Jumadi.
Menurutnya, kekosongan sejumlah jabatan strategis tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena dapat berdampak terhadap efektivitas pelaksanaan program dan pelayanan pemerintahan.
Sekda sebagai pejabat tertinggi dalam struktur birokrasi daerah memiliki peran penting dalam memastikan koordinasi antar-OPD berjalan baik. Karena itu, pengisian jabatan pada posisi strategis menjadi salah satu pekerjaan yang perlu segera dilakukan bersama oleh jajaran pemerintah daerah.
Jumadi juga menyambut baik penunjukan Hariyadi sebagai Sekda definitif. Ia menilai Hariyadi memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk menjalankan tugas tersebut.
“Rekam jejak dan kompetensi Pak Hariyadi dinilai sudah terukur, baik di bidang anggaran, pendapatan, hingga kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekda Kabupaten Bangka,” ujarnya.
Hariyadi Dilantik Setelah Proses Panjang
Sementara itu, Bupati Bangka Fery Insani secara resmi melantik Hariyadi sebagai Sekda definitif Kabupaten Bangka dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Graha Maras, Senin pagi.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka.
Pelantikan Hariyadi menandai terisinya posisi strategis Sekda definitif setelah melalui rangkaian proses dan prosedur yang cukup panjang di lingkungan Pemkab Bangka.
Dalam sambutannya, Fery mengatakan proses menuju pelantikan Sekda telah melewati perjalanan panjang. Ia bahkan mengaitkan proses tersebut dengan rangkaian pemerintahan sebelumnya, termasuk masa kepemimpinan almarhum Bupati Bangka Tarmizi Saat.
“Apapun kita, tidak boleh berubah, tetap seperti kita sendiri,” kata Fery.
Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah sekaligus takdir dari Tuhan dan memiliki batas waktu. Karena itu, setiap pejabat yang memperoleh amanah harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab selama diberikan kepercayaan.
Fery mengingatkan bahwa tidak ada jabatan yang bersifat kekal. Setiap pejabat pada akhirnya akan melepas jabatan dan kembali mempertanggungjawabkan tugas yang telah dijalankan.
Tantangan Sekda: Stabilitas Keuangan Daerah
Pemilihan Hariyadi sebagai Sekda definitif juga tidak terlepas dari kebutuhan birokrasi Kabupaten Bangka saat ini.
Fery menjelaskan, kondisi keuangan daerah menjadi salah satu tantangan utama yang harus mendapat perhatian. Karena itu, dibutuhkan figur Sekda yang memiliki pemahaman dan pengalaman di sektor keuangan daerah.
Menurut Fery, kemampuan memahami pengelolaan keuangan menjadi penting karena pemerintah daerah saat ini masih melakukan berbagai upaya pembenahan kondisi fiskal.
Salah satu tugas penting Sekda ke depan adalah menjaga likuiditas dan stabilitas keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka.
“Tantangan terbesar seorang Sekda adalah menjaga likuiditas serta stabilitas keuangan pemerintahan daerah,” ujarnya.
Fery berharap kondisi keuangan daerah ke depan terus menunjukkan perkembangan positif. Ia melihat adanya tanda-tanda pemulihan keuangan daerah sekaligus mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang mulai memberikan perkembangan positif bagi daerah.
Dengan dilantiknya Sekda definitif, Fery berharap koordinasi pemerintahan dapat semakin efektif. Kehadiran Sekda diharapkan mampu memperkuat konsolidasi birokrasi, meningkatkan koordinasi antar-OPD serta memastikan berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai target.
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Bangka berharap momentum pelantikan tersebut diikuti langkah konkret untuk memperkuat hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif.
Pengisian jabatan Eselon II yang masih kosong, pembenahan keuangan daerah, penguatan komunikasi kelembagaan serta pembahasan anggaran yang tepat sasaran menjadi sejumlah pekerjaan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian.
Dengan demikian, pelantikan Hariyadi bukan sekadar mengisi posisi Sekda definitif, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan Kabupaten Bangka di tengah tantangan fiskal dan kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus meningkat. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

















