Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » IPA Bacang Terhenti, PDAM Pangkalpinang Siapkan Hidran Umum hingga ke Kecamatan Lain

IPA Bacang Terhenti, PDAM Pangkalpinang Siapkan Hidran Umum hingga ke Kecamatan Lain

  • account_circle Farraz Prakasa
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Upaya mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan di Kota Pangkalpinang terus dilakukan. Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Perumda Tirta Pinang atau PDAM Kota Pangkalpinang menyalurkan enam unit hidran umum (HU) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak. Jum’at (6/11/2026)

Enam hidran umum tersebut masing-masing memiliki kapasitas 2.000 liter. Fasilitas ini ditempatkan di enam kawasan perumahan di Kecamatan Bukit Intan yang dinilai membutuhkan dukungan pasokan air bersih akibat terganggunya pelayanan distribusi air selama musim kemarau.

Adapun enam lokasi pemasangan hidran umum tersebut meliputi Perumahan Tanjung Bunga Cluster Seruni, Cluster Lily, Cluster Anggrek, Perumahan Pondok Indah 3, Perumahan Ayra Sriwijaya I, dan Perumahan Grandpapink.

Penyaluran hidran umum ini menjadi salah satu langkah penanganan darurat untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari di tengah keterbatasan pasokan air baku.

PPK Tanggap Darurat BPBPK Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, Renza, mengatakan bantuan enam unit hidran umum tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan penyaluran air di Perumahan Tanjung Bunga Cluster Seruni, Kamis (5/11/2026) sore.

Menurut Renza, meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah, intensitas dan persebarannya belum merata. Kondisi tersebut membuat ketersediaan sumber air baku belum sepenuhnya pulih sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih masih memerlukan penanganan khusus.

“Kami mendistribusikan enam unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter yang akan dimanfaatkan masyarakat di Kota Pangkalpinang. Ini untuk mendukung penanganan kekeringan karena saat ini curah hujan sudah mulai turun, tetapi belum merata,” kata Renza.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi dalam penyediaan air bersih adalah keterbatasan sumber air baku. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan produksi air sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara optimal.

Karena itu, pemasangan hidran umum diprioritaskan di kawasan permukiman padat penduduk yang membutuhkan tambahan pasokan air bersih.

Renza tidak menampik bahwa enam unit hidran umum tersebut belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak kekeringan di Pangkalpinang. Namun, keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat membantu mengurangi beban warga dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi solusi sementara selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan pasokan air, sembari menunggu musim hujan kembali normal.

“Harapan kami, ini dapat meringankan beban masyarakat dalam pendistribusian air bersih dan membantu sambil menunggu turunnya musim hujan. Sehingga masyarakat tetap terlayani air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK),” ujarnya.

IPA Bacang Berhenti Beroperasi Sejak Oktober

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Pinang Kota Pangkalpinang, M. Agus Salim, menjelaskan bahwa penempatan enam hidran umum di Kecamatan Bukit Intan telah mempertimbangkan kondisi pelayanan air bersih di wilayah tersebut.

Menurutnya, Kecamatan Bukit Intan menjadi salah satu kawasan yang terdampak langsung akibat terhentinya produksi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bacang sejak awal Oktober 2026.

Terhentinya operasional instalasi tersebut semakin menambah tantangan PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Apalagi, kondisi kemarau menyebabkan ketersediaan sumber air baku mengalami penurunan.

Agus mengatakan, kolaborasi antara PDAM Tirta Pinang dan BPBPK Babel merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menangani persoalan kekeringan yang saat ini dirasakan masyarakat.

“Kita dari PDAM berkolaborasi dengan BPBPK. Ini bagian dari kepedulian bersama karena posisi sekarang kita memang sedang ditimpa bencana kekeringan,” kata Agus.

Ia menerangkan, saat ini PDAM masih mengandalkan produksi air dari IPA Pedindang untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan. Namun, operasional instalasi tersebut juga belum berjalan maksimal akibat keterbatasan sumber air baku.

Meski demikian, IPA Pedindang masih dapat beroperasi dengan menerapkan sistem distribusi bergilir. Artinya, penyaluran air kepada pelanggan harus disesuaikan dengan kapasitas produksi dan ketersediaan air yang ada.

Agus menyebutkan, kondisi pasokan air di IPA Pedindang sempat sedikit terbantu setelah beberapa kali terjadi hujan. Curah hujan tersebut memberikan tambahan ketersediaan air baku di tiga sumber air yang dimanfaatkan instalasi tersebut.

Kendati demikian, kondisi itu belum cukup untuk menjamin pelayanan air bersih kembali normal. PDAM masih harus melakukan pengaturan distribusi agar pasokan yang tersedia dapat menjangkau pelanggan secara bergantian.

Pemasangan Hidran Berpotensi Diperluas

Menghadapi kondisi kekeringan yang belum sepenuhnya teratasi, PDAM Tirta Pinang membuka kemungkinan memperluas pemasangan hidran umum ke kecamatan lain di Kota Pangkalpinang.

Agus mengatakan, perluasan pemasangan akan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca serta ketersediaan air baku dalam beberapa pekan ke depan.

Apabila hujan tidak kembali turun dalam dua minggu mendatang, bukan tidak mungkin kebutuhan hidran umum akan semakin meningkat di wilayah lain yang juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kalau misalkan dua minggu ke depan belum turun lagi hujan, mungkin ke depannya bukan hanya Bukit Intan yang harus kita pasang hidran umum, tetapi bisa juga kecamatan yang lain,” ujarnya.

Terkait pemenuhan air pada enam hidran umum yang telah dipasang, Agus memastikan PDAM akan melakukan pengisian setiap hari.

Pengisian dilakukan melalui jaringan pipa maupun menggunakan armada mobil tangki. Mekanisme tersebut disesuaikan dengan kondisi distribusi air dan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.

Namun, PDAM belum dapat memastikan waktu pengisian secara tetap, baik pagi, siang maupun sore. Hal ini karena armada pengangkut air juga harus melayani sejumlah wilayah secara bergiliran.

“Yang jelas setiap hari itu kita harus memberikan air. Kita sesuaikan waktunya, jadi tidak bisa memastikan pagi, siang, atau sore karena posisinya kita juga bergiliran pengantaran airnya,” tutur Agus.

Dengan adanya enam hidran umum tersebut, masyarakat di enam perumahan Kecamatan Bukit Intan diharapkan memiliki akses tambahan untuk memperoleh air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.

Kolaborasi BPBPK Babel dan PDAM Tirta Pinang ini menjadi langkah penanganan jangka pendek di tengah terbatasnya produksi air baku. Ke depan, keberlanjutan pasokan serta kemungkinan perluasan fasilitas serupa akan menjadi hal penting agar kebutuhan dasar masyarakat Pangkalpinang tetap terpenuhi sampai kondisi sumber air kembali membaik. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: Farraz Prakasa
  • Editor: Sri Rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less