Jelang Pawai Kemerdekaan, Pemprov Babel Tegaskan Aturan Busana dan Larangan Konten SARA

224 Peserta Ramaikan Karnaval HUT RI di Babel, Panitia Tegaskan Larangan Busana Lawan Jenis dan Konten SARA

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menetapkan sejumlah ketentuan bagi peserta pawai, karnaval, dan kendaraan hias dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu aturan yang disampaikan adalah larangan menampilkan busana maupun riasan yang menyerupai lawan jenis. Jum’at (14/8/2026)

Ketentuan tersebut menjadi bagian dari imbauan panitia kepada seluruh peserta sebelum pelaksanaan kegiatan. Selain mengatur penampilan, peserta juga diminta menjaga norma, etika, serta tidak menampilkan unsur yang dapat memicu persoalan sosial maupun mengganggu ketertiban selama kegiatan berlangsung.

banner 336x280

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Yudi Suhasri, mengatakan aturan tersebut diberlakukan sebagai bentuk upaya menjaga norma dan nilai yang berkembang di tengah masyarakat Bangka Belitung.

“Kami akan memberikan imbauan serta menetapkan persyaratan agar peserta tidak menampilkan hal-hal seperti itu. Laki-laki yang memakai pakaian perempuan atau sebaliknya dapat memberikan pengaruh kurang baik bagi audiens yang menyaksikan,” kata Yudi kepada Bangkapos.com, Kamis (13/8/2026).

Menurut Yudi, ketentuan tersebut juga mempertimbangkan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Larangan tersebut dikaitkan dengan pandangan keagamaan mengenai tasyabbuh atau tindakan menyerupai lawan jenis.

Pemerintah daerah berharap seluruh peserta dapat memahami ketentuan yang telah disiapkan panitia dan menyesuaikan konsep penampilan sebelum mengikuti pawai maupun karnaval.

“Imbauan ini sejalan dengan masukan dari MUI serta fakta bahwa mayoritas masyarakat Bangka Belitung beragama Islam,” ujar Yudi.

Panitia nantinya akan menyampaikan ketentuan tersebut secara teknis kepada seluruh calon peserta. Dengan demikian, peserta memiliki kesempatan untuk menyesuaikan pakaian, riasan, properti, maupun konsep kendaraan hias sebelum tampil di hadapan masyarakat.

Selain persoalan busana dan riasan, panitia juga mengingatkan peserta agar tidak memasukkan unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam penampilan maupun atribut yang digunakan.

Koordinator Pendaftaran Kegiatan Pawai, Karnaval dan Kendaraan Hias Pemprov Babel, Sukinda, mengatakan peserta dilarang membuat tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.

“Sehubungan akan dilaksanakan kegiatan pawai, karnaval dan kendaraan hias ini di Babel, maka salah satu yang perlu kami imbau, pertama adalah peserta dilarang membuat tulisan atau gambar yang berbau SARA,” kata Sukinda.

Larangan tersebut dimaksudkan untuk menjaga agar kegiatan perayaan kemerdekaan tetap menjadi ruang bersama yang aman, tertib, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Di sisi lain, antusiasme masyarakat untuk mengikuti rangkaian pawai dan karnaval HUT ke-81 RI di Babel cukup tinggi. Berdasarkan data pendaftaran hingga Rabu (12/8/2026), jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri mencapai 224 peserta.

Sukinda menyebut jumlah tersebut menunjukkan minat masyarakat maupun berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam kegiatan perayaan kemerdekaan.

“Kalau kita melihat pendaftaran, antusiasmenya sudah lumayan banyak. Harapannya, pihak berwenang dapat mengimbau dan mendorong keterlibatan OPD serta instansi pemerintah, terutama di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel,” ujarnya.

Menurut Sukinda, keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah juga diperlukan untuk menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Panitia bahkan telah menyediakan sejumlah kategori perlombaan yang dapat diikuti instansi pemerintah.

Kategori tersebut mencakup perlombaan antarinstitusi serta kendaraan hias yang dapat diikuti OPD maupun instansi lainnya. Kehadiran peserta dari lingkungan pemerintahan diharapkan dapat membuat kegiatan lebih meriah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan.

“Kita berharap beberapa OPD bisa ikut berpartisipasi. Ada kategori perlombaan untuk instansi dan kendaraan hias untuk OPD maupun instansi, sehingga kemeriahan ini bisa dirasakan bersama-sama,” kata Sukinda.

Sementara itu, Yudi berharap kemeriahan pawai dan karnaval tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Walaupun kondisi ekonomi terbatas, jangan sampai kemeriahan berkurang. Kita berharap melalui event yang ramai ini justru terjadi perputaran ekonomi yang lebih banyak. Pelaku UMKM bergerak, dan masyarakat dari berbagai daerah datang sehingga perekonomian lebih bergairah,” harapnya.

Dengan jumlah peserta yang terus bertambah, Pemprov Babel berharap seluruh pihak dapat mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Peserta juga diminta menjaga kreativitas agar tetap berada dalam koridor norma, etika, dan ketertiban.

Pawai, karnaval, dan kendaraan hias diharapkan menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang berlangsung meriah tanpa mengabaikan nilai kebersamaan. Panitia juga terus mendorong keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan pelaku UMKM agar perayaan kemerdekaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bangka Belitung. (Sumber : Bangkapos.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *