KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini, kebakaran melanda kawasan Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, pada Sabtu (19/9/2026). Senin (21/9/2026)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 10 hektare lahan terdampak akibat peristiwa tersebut. Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan untuk memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 11.00 WIB.
“Lahan seluas 10 hektare terdampak kejadian ini. BPBD masih melakukan pendataan luas area terdampak di lapangan,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Menurut laporan BNPB, petugas gabungan langsung melakukan upaya pemadaman setelah kebakaran diketahui. Penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas ke area lain di sekitar lokasi.
Hingga Sabtu sore, petugas berhasil memadamkan api di area sekitar 9 hektare. Namun, masih terdapat titik api yang harus ditangani.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kondisi angin yang cukup kencang serta asap pekat yang mengganggu proses penanganan.
“Petugas gabungan masih terus memadamkan api yang terkendala angin kencang dan asap pekat,” ujar Berton.
Api Berpotensi Kembali Menyala
Selain melakukan pemadaman, petugas juga mewaspadai kemungkinan munculnya kembali titik api di lokasi kebakaran.
Berdasarkan laporan BPBD, potensi api kembali menyala dipengaruhi kondisi lahan yang terdapat banyak tumpukan kayu bekas pembukaan lahan.
Material kayu yang berada di sekitar area terdampak dapat menjadi bahan yang mudah terbakar apabila masih menyimpan bara api. Kondisi tersebut membuat petugas perlu melakukan pemantauan setelah proses pemadaman utama dilakukan.
“Petugas BPBD melaporkan api masih berpotensi menyala kembali dikarenakan di lokasi terdapat banyak tumpukan kayu bekas pembukaan lahan,” kata Berton.
Dengan kondisi tersebut, petugas gabungan tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang masih terlihat, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
BPBD juga masih melakukan pendataan untuk memastikan luasan lahan yang terdampak secara keseluruhan. Angka sementara yang dilaporkan mencapai 10 hektare.
Peristiwa karhutla di Air Itam menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi cuaca dan lingkungan yang dapat mendukung penyebaran api. Angin kencang dapat membuat api lebih cepat menjalar, sementara material kayu kering di lokasi dapat memperbesar potensi kebakaran.
Hingga Minggu (20/9/2026), upaya penanganan masih dilakukan petugas gabungan. Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.
Petugas akan terus melakukan pemantauan dan pendinginan di area yang telah terbakar untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali serta mencegah api kembali meluas ke lahan di sekitarnya. (Sumber : okezone.com, Editor : KBO Babel)











