Poltak Silitonga: Sopir dan Satpam Bukan Preman, Mereka Hanya Membela Diri dari Ancaman

Kasus Dugaan Pemukulan Wartawan di Babel Memanas, Kuasa Hukum Sentil Satgas Trisakti dan Minta Evaluasi Presiden

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan yang akrab dipanggil Dana yang mengaku sebagai kontributor TV One di Bangka Belitung terus memantik perhatian publik.

Di tengah derasnya pemberitaan yang berkembang, kuasa hukum dua tersangka akhirnya angkat bicara dan membeberkan versi kejadian yang disebutnya selama ini tidak pernah terungkap ke publik.

banner 336x280

Advokat Poltak Silitonga, SH., MH  menyatakan kehadirannya di Polda Kepulauan Bangka Belitung bukan untuk membela tindakan kekerasan, melainkan memastikan kliennya mendapatkan proses hukum yang adil dan tidak menjadi korban penggiringan opini.

Kami datang untuk mendampingi klien kami yang saat ini diperiksa penyidik. Mereka adalah seorang sopir truk dan seorang satpam outsourcing yang kini ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Poltak kepada awak media.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi tidak bisa dilihat secara hitam-putih. Ada rangkaian peristiwa yang memicu ketegangan hingga akhirnya berujung pada dugaan pemukulan.

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan berinisial D yang mengaku sebagai kontributor TV One di Bangka Belitung terus memantik perhatian publik.
Caption: Advokat Poltak Silitonga SH MH saat gelar jumpa pers usai dampingi kliennya, Selasa (10/3/2026)

Bermula dari Rasa Curiga dan Ketakutan

Poltak menjelaskan, kejadian itu bermula ketika sopir truk yang menjadi kliennya tiba-tiba direkam dan difoto oleh seorang pria yang kemudian mengaku sebagai wartawan.

Saat itu sopir tersebut sedang membawa kendaraan operasional di sekitar jalan depan perusahaan PT PMM.

Tanpa penjelasan yang jelas, sopir tersebut merasa dirinya sedang diawasi atau bahkan diprovokasi.

Dia bertanya-tanya kenapa dirinya direkam dan difoto. Dia merasa takut, merasa seperti sedang dijadikan target,” kata Poltak.

Situasi kemudian memanas ketika pria tersebut mencoba masuk ke area perusahaan. Petugas satpam yang berjaga pun menanyakan identitasnya sebagaimana prosedur keamanan.

Namun menurut keterangan yang diterima kuasa hukum, pria tersebut tidak langsung mengaku sebagai wartawan.

Informasi yang kami terima, dia sempat mengaku polisi. Baru kemudian mengaku sebagai wartawan,” ungkapnya.

Karena tidak memiliki izin resmi untuk masuk ke dalam area perusahaan, satpam berusaha menahan dan meminta identitas. Dari sinilah terjadi ketegangan yang berujung tarik-menarik.

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan berinisial D yang mengaku sebagai kontributor TV One di Bangka Belitung terus memantik perhatian publik.
Caption : Advokat Poltak Silitonga SH MH

Keributan Dipicu Ketegangan di Lokasi

Ketegangan di lokasi saat itu sebenarnya sudah lebih dulu terjadi. Menurut Poltak, ratusan warga sedang berkumpul di sekitar lokasi karena adanya aktivitas penyetopan kendaraan oleh kelompok yang disebut sebagai Satgas Trisakti.

Keberadaan kelompok tersebut justru memicu keresahan di tengah masyarakat.

Masyarakat bertanya-tanya mereka ini siapa. Mereka menghentikan kendaraan di jalan tanpa menunjukkan surat tugas, bahkan berpakaian preman,” kata Poltak.

Menurutnya, dalam kondisi seperti itu masyarakat tentu merasa takut dan curiga.

Kalau orang diberhentikan di jalan tanpa identitas, tanpa surat tugas, siapa pun bisa mengira itu begal,” ujarnya.

Situasi yang sudah tegang itulah yang kemudian memperbesar konflik di lokasi hingga akhirnya terjadi insiden pemukulan.

Poltak menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak ada kaitannya dengan perusahaan tempat kliennya bekerja.

Ini murni persoalan individu yang terjadi di luar area perusahaan. Jangan sampai perusahaan ikut diseret-seret,” katanya.

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan berinisial D yang mengaku sebagai kontributor TV One di Bangka Belitung terus memantik perhatian publik.
Caption : Tim kuasa hukum dari Law Office Poltak Silitonga, SH., MH saat memberikan klarifikasi atau jumpa pers di Mapolda Kep Babel, Selasa (10/6/2026)

Bantah Isu Penyekapan dan Perampasan

Dalam kesempatan itu, Poltak juga membantah berbagai informasi yang beredar di sejumlah media online yang menyebut telah terjadi penyekapan, perampasan barang hingga tindakan kekerasan yang terorganisir.

Menurutnya, informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Itu berita bohong yang menggiring opini publik. Tidak ada penyekapan, tidak ada perampasan seperti yang diberitakan,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar semua pihak berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak memperkeruh situasi hukum yang sedang berjalan.

Soroti Satgas, Minta Evaluasi Presiden

Di sisi lain, Poltak juga menyoroti keberadaan Satgas Trisakti di lokasi kejadian yang menurutnya perlu dievaluasi.

Ia bahkan meminta pemerintah pusat untuk menertibkan satuan-satuan lapangan yang dinilai membuat masyarakat resah.

Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi keberadaan satgas-satgas seperti ini. Aparat dibentuk untuk melindungi masyarakat, bukan membuat masyarakat ketakutan,” ujarnya.

Menurut Poltak, keberadaan kelompok tersebut justru memicu konflik antara masyarakat dan pihak lain di lapangan.

Minta Penangguhan Penahanan

Sementara itu, dua kliennya saat ini telah ditahan oleh penyidik. Kondisi ini membuat keluarga mereka terpukul, terutama karena keduanya merupakan tulang punggung keluarga.

Menjelang Lebaran ini mereka ditahan. Anak-anak mereka di rumah menunggu nafkah,” kata Poltak.

Karena itu pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Kapolda Bangka Belitung.

Ia berharap pimpinan kepolisian dapat mempertimbangkan sisi kemanusiaan tanpa mengabaikan proses hukum.

Kami berharap Kapolda melihat perkara ini secara objektif. Mereka bukan penjahat, mereka hanya orang kecil yang bekerja untuk keluarganya,” ujarnya.

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang wartawan berinisial D yang mengaku sebagai kontributor TV One di Bangka Belitung terus memantik perhatian publik.
Caption : Tampak Dana Kontributor TV One (baju kaos pink) saat diminta keterangan oleh pihak polisi berada di ruangan kantor PT PMM, Selasa (10/3/2026)

Upaya Damai Masih Terbuka

Poltak juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan kuasa hukum dari pihak wartawan yang menjadi korban untuk membicarakan kemungkinan penyelesaian secara damai.

Ia berharap persoalan ini tidak semakin melebar menjadi konflik antara masyarakat dan insan pers.

Kami menghormati profesi wartawan. Tapi semua pihak juga harus menghormati hukum dan masyarakat,” katanya.

Jika perkara ini tetap berlanjut hingga pengadilan, Poltak memastikan dirinya siap memberikan pembelaan maksimal bagi kliennya.

Kalau harus sampai ke pengadilan, kami akan membela mereka. Karena setiap warga negara berhak mendapatkan keadilan di hadapan hukum,” tegasnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *